Rabu, 29 Maret 2017

Download Aplikasi SKHU 2017 Kurikulum 2013 dan KTSP Plus Nilai Ijazah

Download Aplikasi SKHU 2017 Kurikulum 2013 dan KTSP Plus Nilai Ijazah - Kesempatan ini admin akan membagikan sebuah aplikasi khusus untuk membuat SKHU SD bagi sekolah pengimplementasi Kurikulum 2013 maupun KTSP. Pada aplikasi SKHU ini sudah tersedia nilai ijazah sementara yang direkomendasikan untuk rekan-rekan sekalian. Dari segi perbedaan kurikulum, tentu dalam pembuatan SKHU juga berbeda. Nah, selengkapnya kami bagikan link Download Aplikasi SKHU 2017 Kurikulum 2013 dan KTSP Plus Nilai Ijazah di bawah artikel.

Download Aplikasi SKHU 2017 Kurikulum 2013 dan KTSP Plus Nilai Ijazah

Aplikasi SKHU 2017


Adapun fitur yang disediakan dalam Aplikasi SKHU 2017 Kurikulum 2013 dan KTSP Plus Nilai Ijazah, antara lain:
1. Petunjuk Pengisian
2. Identitas Sekolah
3. Identitas Siswa
4. Nilai Raport Semester 7-12
5. Nilai Ujian Sekolah
6. Nilai Sikap/Perilaku
7. Lihat Status Kelulusan Siswa
8. Rekap/Daftar Kolektif
9. Menu cetak, terdiri dari :
a. Cetak SKHU KTSP
b. Cetak SKHU K-13
c. SKHU 3 Mapel Utama
d. Ijazah Depan
e. Ijazah belakang KTSP
f. Ijazah belakang K-13

 

Download Aplikasi SKHU 2017 Kurikulum 2013 dan KTSP Plus Nilai Ijazah

Selengkapnya silahkan Download Aplikasi SKHU 2017 Kurikulum 2013 dan KTSP Plus Nilai Ijazah melalui link di bawah ini :


Download juga aplikasi pendukung lainnya:

Demikian, semoga Aplikasi SKHU 2017 Kurikulum 2013 dan KTSP Plus Nilai Ijazah ini bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian.

Jumat, 24 Maret 2017

Download POS dan Instrumen Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2017

Download POS dan Instrumen Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2017 - Keputusan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/madrasah Nomor : 037/BAN-SM/LL/II/2017 disebutkan mengenai Prosedur Operasional Standar (POS) Akreditasi Sekolah/Madrasah. Pada surat keputusan tersebut dijelaskan bahwa  bahwa bahwa dalam pelaksanaan akreditasi diperlukan panduan dan prosedur yang menjamin pelaksanaan akreditasi yang terarah, terbuka, dan terukur untuk menjamin kualitas proses dan hasil-hasil akreditasi. Instrumen akreditasi 2017 yang akan kami bagikan ini penting kiranya untuk dimiliki oleh Bapak/Ibu guru/Kepala Sekolah tingkat SD ataupun SMP sebagai referensi dalam pemenuhan akreditasi.

Download POS dan Instrumen Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2017

POS Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2017


POS Pelaksaan Akreditasi Sekolah/Madrasah dipergunakan sebagai pedoman dan panduan resmi bagi pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan akreditasi untuk menjamin proses dan hasil-hasil akreditasi yang bermutu dan bermanfaat dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Akreditasi bermutu untuk pendidikan bermutu memiliki empat pilar. Pertama, perangkat yang bermutu. BAN-S/M berusaha menyempurnakan Perangkat Akreditasi sebagai alat penilaian mutu pendidikan yang valid dan realiable dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan-peraturan yang terkait. Perangkat yang bermutu terdiri atas Instrumen, Petunjuk Teknis, Data dan Informasi Pendukung serta Teknik Penskoran. Perangkat Akreditasi disusun dengan bahasa yang mudah dan sederhana sehingga tidak menimbulkan salah pengertian dan perbedaan pendapat antara sekolah/madrasah dengan asesor. Perangkat disusun dengan lebih sederhana sehingga memudahkan sekolah/madrasah dalam mempersiapkan akreditasi dan pada saat visitasi. Perangkat Akreditasi dapat diakses melalui website BAN-S/M atau BAP-S/M, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, dan media lainnya sehingga dapat dipelajari.

Download POS dan Instrumen Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2017

Download juga :

Demikian, semoga POS dan Instrumen Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2017 ini bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian.

Silabus SD Kelas 4,5,6 Semester 1 dan 2 Semua Mapel KTSP

Kali ini Kami akan share Silabus SD Kelas 4,5,6 Semester 1 dan 2 Semua Mapel KTSP. Untuk silabus kelas 4, 5, 6 ini sengaja dimasukan dalam 1 postingan untuk mempermudah rekan-rekan sekalian yang mengampu guru kelas pada SD. 

Silabus SD Kelas 4,5,6 Semester 1 dan 2 Semua Mapel KTSP


Silabus SD Kelas 4,5,6 Semester 1 dan 2 Semua Mapel KTSP


Perlu diketahui bahwa Silabus disusun berdasarkan Standar Isi, yang di dalamnya berisikan Identitas Mata Pelajaran, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), Indikator, Materi Pokok, Kegiatan pembelajaran, Alokasi Waktu, Sumber Belajar,  dan Penilaian. Dengan demikian, silabus pada dasarnya menjawab permasalahan-permasalahan sebagai berikut.

1.    Kompetensi apa saja yang harus dicapai siswa sesuai dengan yang dirumuskan oleh  Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar).
2.    Materi Pokok apa sajakah yang perlu dibahas dan dipelajari peserta didik untuk mencapai Standar Isi.
3.    Kegiatan pembelajaran yang bagaimanakah yang seharusnya diskenariokan oleh guru sehingga peserta didik mampu berinteraksi dengan objek belajar.
4.    Indikator apa sajakah yang harus ditentukan untuk mencapai Standar Isi.
5.    Bagaimanakah cara mengetahui ketercapaian kompetensi berdasarkan Indikator sebagai acuan dalam menentukan jenis dan aspek yang akan dinilai.
6.    Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai Standar Isi tertentu.
7.    Sumber Belajar apa sajakah yang dapat diberdayakan untuk mencapai Standar Isi tertentu.

Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan.

Download Silabus SD Kelas 4,5,6 Semester 1 dan 2 Semua Mapel KTSP di sini :

Demikian, semoga Silabus SD Kelas 4,5,6 Semester 1 dan 2 Semua Mapel KTSP ini bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian.

Download Absensi Siswa Untuk Guru Mapel Format Word

Download Absensi Siswa Untuk Guru Mapel Format Word - Pada umumnya format absensi siswa untuk daftar nilai pada guru kelas dan guru mapel SD berbeda. Ini karena guru kelas mengampu berbagai macam mata pelajaran, sedangkan guru mapel hanya mengampu satu mata pelajaran saja. Nah, pada kesempatan ini Kami akan membagikan contoh Absensi Siswa Untuk Guru Mapel Format Word yang sebelumnya pernah kami gunakan di sekolah. Format absensi siswa doc ini sederhana, namun sangat direkomendasikan bagi rekan-rekan guru mapel, misalnya guru PAI.

Download Absensi Siswa Untuk Guru Mapel Format Word

Absensi Siswa Untuk Guru Mapel


Contoh absen kehadiran ini sudah dibuat perkelas, rekan-rekan tinggal melakukan editing sesuai dengan kebutuhan. Bagi yang mengingingkan format absensi siswa excel, di postingan ini juga tersedia.

Download Absensi Siswa Untuk Guru Mapel Format Word

Format absensi siswa yang kami berikan in selain dapat digunakan untuk jenjang SD, juga dapat digunakan untuk tingkat yang lebih tinggi, misalnya SMP, SMA, SMK atau bisa juga madrasah.

Selengkapnya silahkan Download Absensi Siswa Untuk Guru Mapel Format Word di sini :


Rabu, 15 Maret 2017

Makalah Praktikum hiperkes 2017

makalahku10 - Makalah Praktikum hiperkes



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetaktelepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global.

Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik dalam perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya. Kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat. Dalam hal ini, manusia akan selalu berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan sekitarnya. Demikian pula halnya ketika melakukan pekerjaan, karyawan sebagai manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat mereka bekerja, yaitu lingkungan kerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap pegawai akan berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja.

Teknologi dengan lingkungan kerja sangat berkaitan erat pada masa kini, karena teknologi dapat mempermudah manusia dalam melakukan berbagai kegiatan pekerjaan.


B.     Tujuan

a.       Mempermudah tenaga kerja dalam melakukan pekerjaan.
b.      Meringankan beban tenaga kerja dalam menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan.
c.       Menjadikan waktu lebih efektif dan efisien dalam memecahkan masalah pekerjaan yang menumpuk.
d.      Dapat dengan mudah mendeteksi berbagai pelanggaran dalam suatu pekerjaan.
e.       Dapat membantu penyimpanan berkas dan berbagai data penting perusahaan dengan lebih aman.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Teknologi Lingkungan Kerja
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetaktelepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini).
Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik dalam perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya. Kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat. Dalam hal ini, manusia akan selalu berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan sekitarnya. Demikian pula halnya ketika melakukan pekerjaan, karyawan sebagai manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat mereka bekerja, yaitu lingkungan kerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap pegawai akan berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja.

Lingkungan kerja adalah sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan yang mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan (Nitisemito, 1992:25). Selanjutnya menurut Sedarmayati (2001:1) lingkungan kerja merupakan kseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok.

Kondisi lingkungan kerja dikatakan baik atau sesuai apabila manusia dapat melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan nyaman. Kesesuaian lingkungan kerja dapat dilihat akibatnya dalam jangka waktu yang lama lebih jauh lagi lingkungan-lingkungan kerja yang kurang baik dapat menuntut tenaga kerja dan waktu yang lebih banyak dan tidak mendukung diperolehnya rancangan sistem kerja yang efisien (Sedarmayanti, 2001:12).

Menurut Bambang (1991:122), lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja seorang pegawai. Seorang pegawai yang bekerja di lingkungan kerja yang mendukung dia untuk bekerja secara optimal akan menghasilkan kinerja yang baik, sebaliknya jika seorang pegawai bekerja dalam lingkungan kerja yang tidak memadai dan tidak mendukung untuk bekerja secara optimal akan membuat pegawai yang bersangkutan menjadi malas, cepat lelah sehingga kinerja pegawai tersebut akan rendah.


Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada disekitar pegawai pada saat bekerja, baik berbentuk fisik atau non fisik, langsung atau tidak langsung, yang dapat mempengaruhi dirinya dan pekerjaannya saat bekerja.

Jenis Lingkungan Kerja
     Secara garis besar, jenis lingkungan kerja terbagi menjadi dua,
 yaitu (Sedarmayanti, 2001:21) :

a. Lingkungan Kerja Fisik
Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja fisik dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu:

1.              Lingkungan kerja yang langsung berhubungan dengan pegawai seperti pusat kerja, kursi, meja, dan sebagainya.
2.              Lingkungan perantara atau lingkungan umum dapat juga disebut lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi manusia misalnya temparatur, kelembaban, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanik, bau tidak sedap, warna dan lain-lain.
Untuk dapat memperkecil penguruh lingkungan fisik terhadap karyawan, maka langkah pertama harus mempelajari manusia, baik mengenal fisik dan tingkah lakunya, kemudian digunakan sebagai dasar memikirkan lingkungan fisik yang sesuai.



b. Lingkungan Kerja Non Fisik
Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan, maupun hubungan dengan sesama rekan kerja ataupun hubungan dengan bawahan.

Perusahaan hendaknya dapat mencerminkan kondisi yang mendukung kerja sama antar tingkat atasan, bawahan maupun yang memiliki status yang sama. Kondisi yang hendaknya diciptakan adalah suasana kekeluargaan, komunikasi yang baik, dan pengendalian diri (Nitisemito, 2000:171). Jadi lingkungan kerja non fisik ini juga merupakan kelompok lingkungan kerja yang tidak bisa diabaikan.



B.     Hubungan Teknologi dengan Lingkungan Kerja

Teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk menghasilkan informasi. Teknologi informasi teknologi komputer (computing technology) dan teknologi komunikasi (communication technology) yang digunakan untuk memproses dan menyebarkan informasi baik itu yang bersifat finansial atau non finansial (Bodnar dan Hopwood, 1995). Sehingga dapat dikatakan bahwa Teknologi informasi adalah segala cara atau alat yang yang terintegrasi yang digunakan untuk menjaring data, mengolah dan mengirimkan atau menyajikan secara elektronik menjadi informasi dalam berbagai format yang bermanfaat bagi pemakainya. Implementsi teknologi informasi dalam perusahaan diharapkan dapat menunjang kemampuan tenaga kerja dalam mengatasi ketidakpastian lingkungan. Pfeifer dan Leblebici (1977) dalam Markus dan Robey (1988) menyatakan bahwa pada saat organisasi menghadapi lingkungan yang sangat kompleks dan terus berubah, maka teknologi informasi merupakan suatu keharusan dan dibutuhkan. Senada dengan pendapat diatas, Huber (1984) dalam Markus dan Robey (1988) juga mengemukakan bahwa kebutuhan akan kapasitas pengolahan informasi meningkat jika lingkungan menjadi serba tidak menentu dan kompleks. Lebih lanjut Huber membedakan teknologi informasi menjadi dua yaitu teknologi komputasi (computing technology) dan teknologi komunikasi (communication technology) yang dkenal dengan istilah teknologi “C-kuadrat”. Teknologi komputasi adalah gabungan dari sistem informasi manajemen (MIS), sistem pengetahuan (knowledge system) dan desicion support system (DSS). Sedangkan teknologi komunikasi adalah mencakup semua teknologi yang berkaitan dengan teknologi jaringan yang digunakan untuk komunikasi yaitu LAN (Local Area Network), WAN (Wide Area Network), E-mail, Voice-mail, Radiophones, Videotext dan E-conference. Keen (1986) dalam Tjakrawala (2002) mendukung pendapat dari Huber dengan menyebutkan tiga perbedaan antara teknologi komputasi dengan teknologi komunikasi yaitu : teknologi komunikasi terkait dengan faktor-faktor perubahan usaha yang baru dan kompleks; teknologi komunikasi pada dasarnya adalah teknologi pemampu/enabling technology yang menyediakan sistem informasi yang canggih dan teknologi komunikasi dan keekonomisannya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dan berdampak pada organisasi. Grover dan Teng (1996) berpendapat bahwa untuk memisahkan/membedakan secatra tegas antara teknologi komputasi dan teknologi komunikasi akan mengalami kesulitan. Perbedaan yang mendasar diantara keduanya, teknologi komunikasi dapat menguranngi biaya dan waktu untuk meyampaikan informasi tentang lingkungan eksternal, sedangkan teknologi komputasi memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai lingkungan eksternl itu sendiri dan memberikan organisasi kemampuan untuk menangani lingkungan yang lebih kompleks (melalui fungsi computing technology yaitu meringkas dan menganalisis).

C.     Manfaat Teknologi Dalam Lingkungan Kerja
a.      Dalam pendidikan.
1. kemampuan belajar siswa dapat lebih efektif.
2. komputer merupakan sarana untuk lebih mudah mengerjakan kreatifitas siswa
b.      Dalam Bidang Industri dan Manufaktur.
1. Dapat merancang design sebuah produk yang akan dikeluarkan pada sebuah Industri.
2. Dapat mengontrol mesin produk dengan ketepatan yang maksimal.
c.       Dalam Bidang Bisnis Dan Perbankan
1. Dapat membantu dalam penyimpan berkas yang lebih aman.
2. Dapat berfungsi dalam kegiatan bertransaksi.
d.      Dalam Bidang Kemiliteran
1. Dapat difungsikan sebagai navigasi kapal selam.
2. Dapat mengendalikan pesawat luar angkasa baik dengan pengemudian ataupun tidak.
e.       Dalam Teknik dan Pengetahuan
1. Dapat mempelajari struktur tanah angin serta cuaca.
2. Dapat membantu dalam hal perhitung.
f.       Bidang Kedokteran
1. Dapat gunakan untuk mendiagnosa penyakit.
2. Dapat digunakan untuk mengambarkan seluruh organ tubuh.
g.      Bidang Pemerintahan
1. Dapat mengelolah suatu data dan imformasi yang diperuntukan untuk kepenting masyarakat.
2. Dapat menhingkatkan hubungan antara pemerintahan dan masyarakat
h.      Bidang Entertaiment dan Permainan
1. Dapat membuat animasi,periklanan, dan film.
2. Dapat membuat grafis serta audiovisual menjadi lebih menarik
i.        Dalam Bidang Kriminalitas
1. Dapat memudahkan aparat terkait dalam memecahkan permasalahan.
2. Dapat dengan mudah mendektesi pelanggaran demi pelanggaran lalu lintas dan melakukan sidik jari.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Berdasarkan materi di atas, dapat disimpulkan bahwa teknologi dengan lingkungan kerja memilki keterkaitan yang  sangat  erat pada masa kini, karena teknologi dapat mempermudah manusia dalam melakukan berbagai kegiatan pekerjaan dalam segala bidang.

B.     Saran
Dari kesimpulan di atas, diharapkan kepada seluruh tenaga kerja dapat mendapatkan hasil yang optimal dalam menyelesaikan tanggung jawab terhadap pekerjaannya dalam berbagai bidang.

Unduh dan Baca makalah diatas selengkapnya [ DISINI ] 
Baca juga :



Aplikasi RKAS BOS 2017 Edisi Perubahan

Aplikasi RKAS 2017 ini merupakan contoh RKAS SD Terbaru yang dibuat khusus untuk perubahan RKAS di tahun 2017. Aplikasi RKAS bos sd 2017 ini sengaja dibuat utuk memudahkan dalam memetakan kembali anggaran-anggaran yang sudah dibuat tahun sebelumnya. Mengapa terjadi perubahan pada RKAS? Tidak lain dan tidak bukan adalah karena adanya Juknis Terbaru yang mengatur tentang Pengelolaan dan BOS Tahun 2017. Untuk itu, kami bagikan Aplikasi RKAS BOS 2017 Edisi Perubahan yang dapat digunakan sebagai aplikasi dukung guna membantu tugas Kepala Sekolah selaku Manajer Sekolah.
Aplikasi RKAS BOS 2017 Edisi Perubahan

Aplikasi RKAS BOS 2017


Aplikasi RKAS 2017 ini dibuat secara khusus oleh Pak Haryono untuk membantu rekan-rekan dalam pembuatan RKAS Perubahan tahun 2017. Tidak perlu khawatir apakah aplikasi ini sudah sesuai apa belum dengan Juknis BOS 2017, karena sebenarnya hadirnya aplikasi ini sudah merujuk pada Jukni bos terbaru tersebut.

Format RKAS BOS 2017 Perubahan


Dengan diterbitkannya Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017 terkait dengan Juknis BOS Tahun 2017, maka untuk Juknis tahun sebelumnya sudah tidak digunakan kembali. Sekedar informasi saja bahwa RKAS dibuat berdasarkan RKS yang dibuat untuk jangka waktu 4 tahun. Hal ini sesuai dengan Permendiknas nomor 18 Tahun 2007.

Download Aplikasi RKAS BOS 2017 Edisi Perubahan


Bagi rekan-rekan yang ingin mendapatkan aplikasi RKAS 2017, silahkan download melalui link di bawah ini :


Jangan lupa download juga :

Juknis BOS 2017 Sesuai Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017

Permendikbud No 8 tahun 2017 menjelaskan tentang Petunjuk Teknis (Juknis) BOS SD, SMP, SMA dan SMK/Sedrejat untuk tahun anggaran 2017. Untuk penerimaan jumlah dana BOS yang diterima sekolah tiap jenjang berbeda. Pada juknis bos sd 2017 ini misalnya tiap siswa mendapatkan Rp 800.000,-/peserta didik/tahun. Sedangkan jika dilihat pada juknis bos 2017 SMP, tiap siswa mendapatkan  Rp 1.000.000,-/peserta didik/tahun. Begitupun pada juknis bos 2017 smk, tiap siswa SMA/SMK mendapatkan Rp 1.400.000,-/peserta didik/tahun.

Juknis BOS 2017 Sesuai Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017


Juknis BOS 2017


Linkdownload juknis bos 2017 pdf dapat rekan-rekan download di bawah postingan ini yang dapat dicetak secara langsung. Dengan adanya Juknis BOS 2017 ini diharapkan pengelolaan keuangan sekolah dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan Permendikbud No 8 tahun 2017 di atas.

Juknis BOS 2017 Sesuai Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017


Bantuan Operasional Sekolah yang selanjutnya disingkat BOS adalah program Pemerintah Pusat untuk penyediaan pendanaan biaya operasi non personalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah. Hal ini tertuang dalam Permendikbud nomor 8 tahun 2017. 

Petunjuk teknis BOS ini merupakan pedoman bagi pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota dan satuan pendidikan dalam penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan BOS.

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 80 Tahun 2015 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2103) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 16 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 80 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional sekolah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 683), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

 

Download Juknis BOS 2017 Sesuai Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017


Selengkapnya silahkan Juknis BOS 2017 Sesuai Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017 di sini :



Administrasi terkait lainnya :

Demikian, semoga Juknis BOS 2017 Sesuai Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017 ini bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian.

sumber : forumguru.net

Selasa, 14 Maret 2017

Makalah Ilmu Kalam PERBANDINGAN PEMIKIRAN TEOLOGI TENTANG SIFAT TUHAN, KEHENDAK MUTLAK DAN KEADILAN TUHAN

makalahku10Makalah Ilmu Kalam PERBANDINGAN PEMIKIRAN TEOLOGI TENTANG SIFAT TUHAN, KEHENDAK MUTLAK DAN KEADILAN TUHAN




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
 Adanya perbedaan pendapat dalam aliran-aliran ilmu kalam mengenai kekuatan akal, fungsi wahyu, dan kebebasan atau kehendak dan perbuatan manusia telah memunculkan pula perbedaan pendapat tentan kehendak mutlak dan keadilan Tuhan.
Persoalan lain yang menjadi bahan perdebatan di antara aliran-aliran kalam adalah masalah sifat-sifat Tuhan. Tarik-menarik di antara aliran-aliran kalam dalam menyelesaikan dalam persoalan ini, tampaknya dipicu oleh truth claim yang di bangun atas dasar kerangka berfikir masing-masing dan klaim menauhidkan Allah. Tiap –tiap aliran mengaku bahwa fahamnya dapat menyucikan dan memelihara keesaan Allah.
Faham keadilan Tuhan, dalam pemikiran kalam, bergantung pada pandangan, apakah manusia mempunyai kebebasan dalam berkehendak dan berbuat? Ataukah manusia itu hanya terpaksa saja? Perbedaan pandangan terhadap bebas atau tidaknya manusia ini menyebabkan perbedaan penerapan makna keadilan, yang sama-sama disepakati mengandung arti meletakkan sesuatu pada tempatnya.
Aliran kalam rasional yang menekankan kebebasan manusia cenderung memahami keadilan Tuhan dari sudut kepentingan, sedangkan aliran kalam tradisional yang memberi tekanan pada ketidakbebasan manusia di tengah kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan, cenderung memahami keadilan tuhan d ari sudut Tuhan sebagai alam semesta.
Di samping faktor-faktor di atas, perbedaan aliran-aliran kalam dalam persoalan kehendak mutlak dan keadilan Tuhan ini didasari pula oleh perbedaan pehaman terhadap kekuatan akal dan fungsi wahyu. Bagi aliran yang berpendapat bahwa akal mempuyai daya yang besar. Kekuasaan Tuhan pada hakikatnya tidak lagi bersifat mutlak semutlak-mutlaknya. Adapun aliran yang berpendapat sebaliknya berpendapat bahwa kekuasaan dan kehendak Tuhan tetap bersifat mutlak.
B.     Rumusan masalah
1.    Apa saja yang berkaitan dengan perbandingan pemikiran teologi?
2.    Perbandingan antar aliran sifat-sifat Tuhan?
3.    Perbandingan antar aliran kehendak mutlak Tuhan dan keadilan Tuhan?

C.    Tujuan
Dengan di tulisnya makalah ini penulis bertujuan memberikan penjelasan tentang pengertian, perbandingan pemikiran teologi tentang antar aliran yang mencakup tentang sifat-sifat Tuhan, juga memberikan penjelasan tentang perbandingan antar aliran kehendak mutlak Tuhan dan keadilan Tuhan. Pangkal persolan kehendak mutlak dan keadilan Tuhan sebagai pencipta alam semesta, sebagai pencipta alam, Tuhan haruslah mengatasi segala yang ada, bahkan harus mmelampaui segala aspek yang ada itu. Penulis berharap dapat membantu memberikan sedikit  penjelasan tentang materi tersebut, dengan tujuan untuk membantu memberikan pemahamn makna dan istilah-istilah dalam perbandingan teologi.












BAB II
PEMBAHASAN

A.    Tentang Sifat –Sifat Tuhan
 Pertentangan paham antara kaum  mu’tazilah dengan kaum asy’ariyah dalam masalah ini berkisar sekitar persoalan apakah Tuhan mempunyai sifat atau tidak.
1.      Mu’tazilah
Kaum mu’tazilah mencoba menyelesaikan persoalan ini dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat. Definisi mereka  tentang Tuhan, sebagaimana  dijelaskan oleh al-asy’ari, bersifat negatif. Tuhan tidak mempunyai pengetahuan, tidak mempunyai kekuasaan, tidak mempunyai hajat dan sebagainya. Ini tidak berarti bahwa Tuhan bagi mereka tidak mengetahui, tidak berkuasa, tidak hidup dan sebagainya. Tuhan tetap mengetahui, berkuasa, dan sebagainya, tetapi mengetahui, berkuasa, dan sebagainya tersebut bukanlah sifat dalam arti kata sebenarnya.
Pandangan tokoh-tokoh mu’tazilah tentang sifat-sifat Tuhan: yaitu, Pertama, “Tuhan mengetahui“ kata Abu al-huzail, ialah Tuhan mengetahui dengan perantara pengetahuan dan pengetahuan tersebut adalah Tuhan sendiri. Dengan demikian, pengetahuan Tuhan sebagaimana dijelaskan oleh Abu huzail adalah Tuhan sendiri, yaitu dzat atau esensi Tuhan.
Kedua, “Tuhan mengetahui dengan esensinya” kata al-juba’i, ialah untuk mengetahui, Tuhan tidak berhajat kepada suatu sifat dalam bentuk pengetahuan atau keadaan mengetahui. Sebaliknya Abu hasyim berpendapat bahwa arti “Tuhan mengetahui melalui esensinya”, ialah Tuhan mempunyai keadaan mengetahui.
2.      Asy’ariyah
Kaum Ay’ariyah membawa penyelesaian yang berlawanan dengan mu’tazilah di atas. Mereka dengan tegas mengatakan bahwa Tuhan mempunyai sifat. Menurut al-asy’ari sendiri tidak dapat di ingkari bahwa Tuhan mempunyai sifat karena perbuatan-perbuatanya. Ia juga menyatakan bahwa tuhan mengetahui, menghendaki, berkuasa, dan sebagainya di samping  mempunyai pengetahuan, kemauan, dan daya.
Dan menurut al- baghdadi, terdapat konsensus di kalangan kaum asy’ariah bahwa daya, pengetahuan, hayat, kemauan, pendengaran, penglihatan dan sabda Tuhan adalah kekal. Sifat –sifat ini kata al- ghazali, tidaklah sama dengan, malahan lain dari, esensi Tuhan, tetapi berwujud dalam esensi itu sendiri. Uraian –uraian ini juga membawa paham banyak yang kekal, dan untuk mengatasinya kaum asy’ariah mengatakan bahwa sifat-sifat itu bukanlah Tuhan, tetapi tidak pula lain dari Tuhan. Karena sifat-sifat tidak lain dari tuhan, adanya sifat-sifat tidak membawa kepada faham banyak kekal.
3.      Maturidiyah
Berkaitan dengan masalah sifat Tuhan, dapat ditemukan persamaan pemikiran antara Al-Maturidi dengan Al-Asy’ari, seperti dalam pendapat bahwa Tuhan mempunyai sifat-sifat seperti sama’, bashar, dan sebaginya. Walaupun begitu, pengertian Al-Matirudi tentang sifat tuhan berbeda dengan ­Al-Asy’ari. Al-Asy’ari mengartikan sifat tuhan sebagai sesuatu yang bukan dzat, melainkan melekat pada dzat itu sendiri, sedangkan menurut Al-Maturidi, sifat tidak dikatakan sebagai esensi-Nya dan bukan pula dari esensi-Nya.
Kaum maturidiyah golongan bukhara, karena juga mempertahankan kekuasaan mutlak Tuhan, berpendapat bahwa Tuhan mempunyai sifa-sifat. Persoalan banyak yang kekal, mereka selesaikan dengan mengatakan bahwa sifat-sifat Tuhan kekal melalui kekekalan sifat-sifat itu sendiri, juga dengan mengatakan bahwa Tuhan bersama-sama sifat-Nya kekal,tetapi sifat-sifat itu sendiri tidaklah kekal.
Sedangkan kaum maturidiyah golongan samarkand dalam hal ini kelihatanya tidak sepaham dengan mu’tazilah karena al-maturidi mengatakan bahwa sifat bukanlah Tuhan tetapi pula tidak lain dari Tuhan.

4.      Syi’ah Rafidhah
Mayoritas tokoh Rafidhahmenyifati Tuhannya dengan bada (perubahan). Mereka beranggapan bahwa tuhan mengalami banyak perubahan. Sebagian mereka mengatakan bahwa Allah terkadang memerintahkan sesuatu lalu mengubahnya. Terkadang pula ia menghendaki melakukan sesuatu lalu mengurungkannya karena ada perubahan pada diri-Nya. Perubahan ini bukan dalam arti Naskh, tetapi dalam arti bahwa pada waktu yang pertama ia tidak tahu apa yang bakal terjadi pada waktu yang kedua.
B.     Tentang kehendak mutlak dan keadilan Tuhan
Pangkal persoalan kehendak mutlak dan keadilan Tuhan adalah keberadaan Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Sebagai pencipta alam, Tuhan haruslah mengatasi segala yang ada, bahkan harus melampaui segala aspek yang ada itu. Ia adalah eksistensi yang mempunyai kehendak dan kekuasaan yang tidak terbatas karena tidak ada eksistensi lain yang mengatasi dan melampaui eksistensi-Nya.
1.      Mu’tazilah
Kaum mu’tazilah yang berprinsip keadilan Tuhan mengatakan bahwa kekuasaan Tuhan sebenarnya tidak mutlak lagi. Ketidak mutlakan kekuasaan Tuhan itu disebabkan oleh kebebasan yang diberikan Tuhan terhadap manusia serta adanya hukum alam (sunnatullah) yang menurut Al-Qur’an.
Oleh sebab itu, dalam pandangan mu’tazilah, kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan berlaku dalam jalur hukum-hukum yang tersebar di tengah alam semesta. Selanjutnya, aliran mu’tazilah mengatakan, sebagaimana yang dijelaskan oleh Abd Al-jabbar bahwa keadilan Tuhan mengandung arti Tuhan tidak berbuat dan tidak memilih yang buruk, tidak melalaikan kewajiban-kewajiban-Nya kepada manusia, dan segala perbuatan-Nya adalah baik.
2.      Asy’ariyah
Kaum asy’ariyah , karena percaya pada kemutlakan kekuasaan Tuhan, berpendapat bahwa perbuatan Tuhan tidak mempunyai tujuan. Yang mendorong Tuhan untuk berbuat sesuatu semata-mata adalah kekuasaan dan kehendak mutlak-Nya dan bukan karena kepentingan manusia atau tujuan yang lain. Mereka mengartikan keadilan dengan menempatkan sesuatu pada tempat yang sebenarnya, yaitu mempunyai kekuasaan mutlak terhadap harta yang dimiliki serta mempergunakanya sesuai dengan kehendak-Nya.
Karena menekankan kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan, aliran asy’ariyah memberi makna keadilan keadilan Tuhan dengan pemahaman bahwa Tuhan mempunyai kekuasaan mutlak terhadap makhluk-Nya dan dapat berbuat sekehendak hati-Nya. Dengan demikian, ketidak adilan difahami dalam arti Tuhan tidak dapat berbuat sekehendak-Nya terhadap makhluk-Nya. Atau dengan kata lain, dikatakan tidak adil, bilal difahami Tuhan tidak lagi berkuasa mutlak terhadap milik-Nya.  
3.      Maturidiyah
Dalam memahami kehendak mutlak dan keadilan Tuhan, aliran ini terpisah menjadi dua, yaitu maturidiyah samarkand dan maturidiyah bukhara. Pemisahan ini disebabkan perbedaan keduanya dalam menentukan porsi penggunaan akal dan pemberian batas terhadap kekuasaan mutlak Tuhan. Kaum maturidiyah samarkand mempunyai posisi yang lebih dekat kepada mu’tazilah, tetapi kekuatan akal dan batasan yang diberikan kepada kekuasaan mutlak Tuhan lebih kecil daripada yang diberikan aliran mu’tazilah.
Kehendak mutlak Tuhan, menurut maturidiyah samarkand, dibatasi oleh keadilan Tuhan. Tuhan adil mengandung arti bahwa segala perbuatan-Nya adalah baik dan tidak mampu untuk berbuat buruk serta tidak mengabaikan kewajiban-kewajiban-Nya terhadap manusia.
Adapun maturidiyah bukhara berpendapat bahwa Tuhan mempunyai kekuasaan mutlak. Tuhan berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya dan menentukan segala-galanya. Tidak ada yang dapat menentang atau memaksa Tuhan dan tidak ada larangan bagi Tuhan.
Dengan demikian dapat diambil pengertian bahwa keadilan Tuhan terletak pada kehendak mutlak-Nya, tak ada satu dzat pun yang lebih berkuasa daripada-Nya dan tidak ada batasan-batasan bagi-Nya. Aliran maturidiyah samarkand lebih dekat dekat dengan asy’ariyah.
Lebih jauh lagi, maturidiyah bukhara berpendapat bahwa ketidak adilan Tuhan haruslah di pahami dalam konteks kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan. Secara jelas, al- bazdawi mengatakan bahwa Tuhan tidak mempunyai tujuan dan tidak mempunyai unsur pendorong untuk menciptakan kosmos, Tuhan berbuat sekehendak-Nya sendiri. Ini berarti, bahwa alam tidak diciptakan Tuhan untuk kepentingan manusia atau dengan kata lain, konsep keadilan Tuhan bukan diletakkan untuk kepentingan manusia, tetapi pada Tuhan sebagai pemilik mutlak.

BAB III
KESIMPULAN
       Adanya perbedaan pendapat dalam aliran-aliran ilmu kalam mengenai kekuatan akal, fungsi wahyu, dan kebebasan atau kehendak dan perbuatan manusia telah memunculkan pula perbedaan pendapat tentan kehendak mutlak dan keadilan Tuhan. Persoalan lain yang menjadi bahan perdebatan di antara aliran-aliran kalam adalah masalah sifat-sifat Tuhan.

Semua uraian tersebut di atas menunjukkan bahwa dalam faham mu’tazilah kekusaan mutlak tuhan mempunyai batasan-batasan. Adapun kaum maturidi golongan bukhara’ menganut pendapat bahwa tuhan mempunyai kekuasaan mutlak. Maturidiah golongan samarkan, tidaklah sekeras golongan bukhara’. Maka dari itu tidak perlu ditegaskan bahwa yang menentukan batasan-batasan itu bukanlah dzat selain dari tuhan, karena diatas tuhan tidak ada suatu dzatpun yang lebih berkuasa. Tuhan adalah diatas segala-galanya. Batasan-batasan itu di tentukan oleh tuhan sendiri dan dengan kemauan-Nya sendiri pula

Unduh dan Baca makalah diatas selengkapnya [ DISINI ]
Baca juga :