Kamis, 29 Desember 2016

Makalah Sejarah Paham-Paham Baru dan Kebangsaan di Asia Afrika

makalahku10 - Makalah Sejarah Paham-Paham Baru dan Kebangsaan di Asia Afrika

Sejarah Paham-Paham Baru


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT., yang mana berkat limpahan rahmat-Nya kami selaku penulis dapat menyusun makalah yang berjudul “Paham-paham Baru dan Kesadaran Kebangsaan di Asia Afrika” ini tepat pada waktunya. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. beserta keluarga dan sahabatnya.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga bantuan dari pihak yang telah mendukung kami mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.

Gunung Kaler,    Februari 2016



Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Perkembangan pelaksanaan kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan bangsa-bangsa Barat ternyata tidak hanya diterapkan di Indonesia saja, melainkan di negara-negara Asia-Afrika lainnya. Kolonialisme dan imperialisme akhirnya menimbulkan reaksi bagi bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk melakukan perlawanan. Inspirasi perlawanan tersebut muncul seiring dengan masuknya paham-paham baru dari Eropa, seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, komunisme, serta paham Pan-Islamisme yang muncul dari cendekiawan muslim Asia-Afrika.
Pada makalah ini,  penulis akan membahas definisi dan perkembangan paham-paham baru yang berkembang di Eropa pada abad ke-19 serta dampaknya terhadap kesadaran pergerakan kebangsaan di Indonesia.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa sajakah perkembangan paham-paham baru yang ada?
2.      Bagaimanakah pergerakan kebangsaan di Asia Afrika?
3.      Bagaimanakah hubungan kehidupan perkotaan dengan munculnya pergerakan kebangsaan Indonesia?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui perkembangan paham-paham baru.
2.      Mengetahui pergerakan kebangsaan di Asia Afrika.
3.      Mengetahui hubungan kehidupan perkotaan dengan munculnya pergerakan kebangsaan indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Perkembangan Paham-paham Baru
1.      Nasionalisme
Paham nasionalisme berkembang dari Eropa dan sejak abad ke-19 menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
Nasionalisme diartikan sebagai suatu sikap politik dan sosial dari kelompok suatu bangsa yang memiliki kesamaan kebudayaan, bahasa, dan wilayah serta persamaan cita-cita dan tujuan. Dengan demikian, kelompok tersebut merasakan adanya kesatuan mendalam terhadap kelompok bangsa itu.
Negara-negara pemula penganut paham nasionalisme adalah Inggris, Jerman, dan Italia. Tokoh-tokoh Asia yang menjadi pelopor paham Nasionalisme antara lain adalah Soekarno dari Indonesia, Jawaharlal Nehru dari India, Dr. Sun Yat Sen dari Cina, dan lain-lain.
2.      Liberalisme
Liberalisme merupakan paham yang mengutamakan kemerdekaan, terutama kemerdekaan individu. Paham ini berkembang sangat pesat di kota-kota besar Eropa. Pendukungnya adalah kaum Borjuis dan kaum terpelajar kota. Aliran liberalisme tidak memiliki ikatan yang kuat. Peranan kaum Borjuis semakin besar setelah industri dan perdagangannya menjadi mata pencaharian penting.
Liberalisme adalah paham yang mengutamakan kebebasan individu dalam berbagai aspek kehidupan. Paham liberal mula-mula berkembang dikota-kota besar di eropa. Paham ini kemudian menyebar keberbagai Negara. Basis penduduknya adalah kaum borjuis dan terpelajar kota.
a)      Kebebasan di bidang politik dna pemerintahan
Para pendukung paham liberal berpendapat bahwa masyarakat terdiri dari individu-yang berhak menentukand an mengatur kepentingnnya sendiri. Wujud dari keinginan itu, melahirkan system politik liberal dengan parlemen sebagai perwakilan rakyat. Untuk memilih anggota parlemen, maka diadakan pemilihan umum.  Bagi bansa-bangsa terjajah, paham liberalism sejalan dengan cita-cita nasionalisme yang menghendaki pemerintahan oleh bangsa sendiri (the right of self determination).


b)      Kebebasan di bidang ekonomi dan perdagangan
Dalam bidang perdagangan dan perekonomian, penganut paham liberal mengingnkan kebebvasan individu untuk mengatur keperluan sendiri. Semboyannya yang terkenal adalah latsser faire-laisser passer. Artinya, biarkan setiap orang mengatur dan menentukan diri-sendiri, tanpa perlu diatur.  Dengan masuknya pengaruh semboyan: bebas bersaing, bebas berdagang, dan bebas berusaha, maka rakyat indonesia pun ingin hidup seperti cita-cita liberalisme tersebut.
c)      Kebebasan di bidang agama
Menganut suatu agama tertentu adalah hak asasi setiap individu. Oleh karena itu, setiap orang berhak untuk memeluk agama menurut keyakinannya.
d)     Kebebasan di bidang pers
Dalam bidang pers, pendukung paham liberal berpendapat bahwa wartawan bebas menuliskan segalah hal yang diketahunya, tanpa harus dikendalikan oleh pihak penguasa.  Namun, selama masa penjajahan di indonesia, pers dikendalikan oleh pemerintah colonial.
3.      Pan-Islamisme
Pan Islamisme adalah suatu paham yang bertujuan untuk mempersatukan umat Islam sedunia. Paham ini dalam bahasa Arabnya disebut dengan Al Jami’ah al Islamiyah yang dicetuskan oleh seorang Afghanistan bernama Jamaluddin al Afgani (1839–1897). Namun, ada yang berpendapat bahwa paham ini telah ada pada diri tokoh perubahan dari Mesir bernama Al-Tahtawi (1801–1873). Jamaluddin al Afghani menyaksikan bagaimana bangsa Barat terutama Inggris ikut campur dalam urusan negara-negara Islam. Oleh karena itu, beliau mengajak kaum muslim untuk kembali pada Alquran dan Hadits, juga menyerukan untuk berjuang melawan imperialisme Barat untuk merebut kemerdekaan bangsa dan tanah air.
4.      Sosialisme
Paham sosialisme yang mucul dibeberapa negara eropa, kemudian menyebar pula kenegara-negara asia dan afrika, termasuk indonesia. Ciri-ciri paham sosialisme ialah membantu memenuhi kebutuhan rakyat yang menderita; menolak kemutlakan milik perorangandan menyokong pemilikan bersama; dan mendukung alur pemikiran yang cendrung bersifat radikal.  Paham sosialisme kemudian dilarang sejak zaman orde baru karena berhubungan dengan paham komunisme yang disebut marxisme-leninisme.
Beberapa tokoh penganut paham sosialisme antara lain Robert Owen, Saint Simor, Pierre Joseph Proudhon, Charles Fourier, Karl Heinrich Marx, Dan E, Angels.
Dari nama-nama tokoh tersebut yang paling terkenal adalah Karl Marx. Ia dikenal sebagai bapak pergerakan sosialisme dan komunisme internasional. Marxberasal dari jerman keturunan yahudi. Ia pernah menjadi pemimpin redaksi harian Reinische Zeitung. Harian itu cenerung menentang pemerintah, sehingga pada tahun 1849 ia diusir dari jerman. Marx kemudian pergi ke inggris dan menetap di london sampai akhir hayatnya.
Buku das capital merupakan hasil karya karl marx yang terkenal. Dalam buku itu diuraikan bahwa sepanjang sejarah umat manusia, pertentangan akan selalu terjadi antara dua golongan, yaitu golongan kaya dan golongan miskin atau proletar. Menurut karl marx, sosialisme merupakan langkah penentu menuju masyarakat sosialis. Ia juga mengatakan bahwa pertentangan antarakelas hanya dapat diselesaikan melalui kekerasan. Semboyan mereka yang terkenal adalah “kaum buruh seluruh dunia bersatulah”.
5.      Nasionalisme
Nasionalisme mempunyai cirri utama, yakni menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan. Atau dengan kata lain, kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara kebangsaan. Paham nasionalsisme kemudian meyebar, terutama ke negara-negara asia dan afrika sebagai bangsa terjajah.
6.      Demokrasi
Demokrasi taitu sistem pemerintahan yang mengakui hak segenap anggota masyarakat untuk mempengaruhi keputusan baik langsung, maupun tidak langsung. Paham ini berasal dari paham yunani kuno. Beberapa macam praktek demokrasi di berbagai belahan dunia:
a)      Demokrasi parlementer (perancis belgia, dan belanda)
b)      Demokrasi dengan pemisahan kekuasaan legilatif, eksekutif, dan yudikatif.
c)      Demokrasi mmelalui referendum dan inisiatif rakyat.
d)     Demokrasi negara sedang berkembang seperti di asia, dan afrika.
B.     Pergerakan Asia Afrika
Di kawasan Asia, kesadaran nasional baru bangkit sekitar permulaan abad ke-20 untuk melepaskan cengkeraman dari kekuasaan Barat. Misalnya, gerakan nasional India yang dipelopori oleh Mahatma Gandhi, gerakan nasional Cina yang dipelopori oleh Sun Yat Sen, gerakan nasional Turki yang dipelopori oleh Mustafa Kemal Pasha.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa  Kolonialisme dan imperialisme akhirnya menimbulkan reaksi bagi bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk melakukan perlawanan. Inspirasi perlawanan tersebut muncul seiring dengan masuknya paham-paham baru dari Eropa, seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, komunisme, serta paham pan Islamisme yang muncul dari cendekiawan muslim Asia-Afrika.
Kehidupan dan mentalitas masyarakat kota, biasanya mencari dan menemukan identitas baru, pluralistis(suku, agama, profesi), modern (relatif maju dan toleran). Oleh karena itu, kota menjadi tempat yang sangat strategis dalam upaya memunculkan dan mengembangkan pergerakan nasional Indonesia. Dari kota-kota tersebut muncullah golongan-golongan elite baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia, seperti golongan terpelajar, golongan profesional, dan golongan pers.
B.     Saran
Diharapkan, dengan adanya paham-paham baru tersebut yang meliputi Nasionalisme, Liberalisme, Sosialisme, Demokrasi, dan Pan-Islamisme bangsa Indonesia dapat merubah menjadi bangsa yang lebih baik dari berbagai segi.


Baca dan Unduh Makalah diatas selengkapnya [ DISINI ]

Baca juga makalah lain tentang 

Makalah Lingkungan hidup dan Pencemaranya


 Lingkungan hidup dan Pencemaranya


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kelangsungan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.

Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya.

Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.

1.2 Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang masalah, terdapat beberapa macam masalah, maka, untuk mempermudah pembahasan dalam makalah ini, penyusun membaginya dalam beberapa pertanyaan sebagai berikut:


·         Apa yang menjadi akar permasalahan dalam pencemaran lingkungan?
·         Faktor – faktor yang menyebabkan adanya pencemaran lingkungan?
·         Bagaimana upaya penanggulangan pencemaran lingkungan saat ini ?



1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari pembahasan masalah lingkungan hidup ini adalah untuk menganalisa tentang masalah yang terjadi di lingkungan hidup serta mencari solusi untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang semakin parah.

1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan dan penyelidikan kasus. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dilakukan ditujukan untuk mengidentifikasi permasalahan pencemaran lingkungan hidup dengan mengacu pada literatur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.


BAB II

KAJIAN TEORITIS

2.1 Definisi Lingkungan Hidup

Sebelum kita membahas tentang pencemaran lingkungan, ada baiknya kita harus mengetahui terlebih dahulu definisi dari lingkungan itu sendiri. Dalam makalah ini akan disampaikan beberapa defisini tentang lingkungan.

Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berWawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya.

Secara hukum maka wawasan dalam menyelenggarakan penegakan hukumpengelolaan lingkungan hidup di Indonesia adalah Wawasan Nusantara. Sedangkan pengertian dan definisi lingkungan hidup menurut para ahli:


·         Lingkungan hidup adalah Semua benda dan kondisi yang terdapat di dalam ruang dimana manusia itu berada dan berpengaruh terhadap kelangsungan dan kesejahteraan manusia (Munajat saputra).
·         Lingkungan hidup adalah Lingkungan adalah jumlah sebuah benda dan kondisi yang berada di dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi Kehidupan manusia (Otto Sumarwoto).
·         Lingkungan hidup adalah Segala benda, kondisi, keadaan dan pengaruhnya yang terdapat di dalam ruang yang mempengaruhi segala yang berada di dalam ruang yang kita tempati (Emil Salim).


·         Lingkungan hidup adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita (PROF DR. IR. OTTO SOEMARWOTO).
·         Lingkungan hidup adalah semua faktor ekstrenal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengarui kehidupan, pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi organisme (S.J MCNAUGHTON & LARRY L. WOLF).
·         Lingkungan hidup diartikan sebagai: the physical, chemical and biotic condition surrounding and organism (MICHAEL ALLABY).
·         Lingkungan hidup sebagai semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya (PROF. DR. ST. MUNADJAT DANUSAPUTRO, SH).
·         Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan mahluk hidup. termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya (SRI HAYATI).
·         Lingkungan hidup adalah wilayah yang merupakan tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai (JONNY PURBA).

Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.

Merujuk pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat bangsaIndonesia menyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya.



BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Dan Macam-Macam Pencemaran Lingkungan

3.1.1. Pengertian Pencemaran Lingkungan
Pencemaran, menurut SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No 02/MENKLH/1988, adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat,energi, dan/atau komponen lain ke dalam air/udara, dan/atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan. Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yang diperkenankan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup, tumbuhan atau benda lainnya.

Pada saat ini, pencemaran terhadap lingkungan berlangsung di mana-mana dengan laju yang sangat cepat. Sekarang ini beban pencemaran dalam lingkungan sudah semakin berat dengan masuknya limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat.

Pencemaran lingkungan dapat dikategorikan menjadi:

·         Pencemaran Air.
·         Pencemaran Udara.
·         Pencemaran Tanah.

3.1.2. Macam-macam Pencemaran Lingkungan
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pencemaran lingkungan dibagi menjadi tiga yaitu :

3.1.2.1. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
 

Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah organic seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksinorganik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.

3.1.2.2. Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansifisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.

Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya de Binganpemanasan global, perubahan iklim dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.

3.1.2.3. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).

Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepadamanusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.


Baca dan Unduh Makalah diatas selengkapnya [ DISINI ]

Baca juga makalah lain tentang 

Rabu, 28 Desember 2016

Contoh Makalah Laporan Praktek Kerja Lapangan

makalahku10 - Contoh Makalah Laporan Praktek Kerja Lapangan



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang masalah
Perkembangan ilmu dan teknologi saat ini begitu pesatnya, laju perkembangan itu demikian luasnya hingga hampir mencakup seluruh kehidupan manusia, khususnya di bidang teknologi informasi, komunikasi dan komputer. Inilah yang melatarbelakangi perlunya penerapan iptek pada perusahaan-perusahaan swasta maupun pada instansi pemerintahan di berbagai bidang. Otomatis menjadi tantangan untuk dapat menerima perubahan-perubahan yang datang dari dalam maupun dari luar negeri,  untuk dituntut agar siap mengahadapi segala dampak negatif akibat dari proses perkembangan teknologi di dunia ini, sekaligus diharapkan dapat memanfaatkan segala dampak positif yang ditimbulkan, dalam memenuhi tuntutan diperlukan sumber daya manusia yang cakap dan handal, karena teknologi yang canggih tanpa peran aktif sumber daya manusia tidak akan berarti apa-apa.
Komputer memegang peranan yang penting dalam aktivitas manusia modern saat ini. Berbagai kegiatan manusia hampir semua dapat diwakili oleh komputer, misalnya menghitung, menulis, membaca dan lain-lain. Kesamaan-kesamaan ini yang membuat komputer dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam melakukan aktifitasnya. Misalnya dalam pengolahan data-data penting perusahaan, pembuatan laporan-laporan kegiatan, anggaran atau perencanaan, atau pengolahan arsip-arsip perusahaan atau instansi.
Mahasiswa dituntut agar memiliki kemampuan yang memadai dengan seiring berkembangnya teknologi. Praktek secara real adalah wujud nyata dari pendidikan dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Untuk lebih mengasah kemampuan dan menambah pengetahuan mahasiswa, maka perlupengalaman kerja secara langsung melalui Praktek Kerja Lapangan (PKL).
Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan penempatan seseorang pada suatu  lingkungan kerja dengan tujuan mengembangkan keterampilan, etika pekerjaan, disiplin, tanggung jawab dan merupakan kesempatan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dan diterapkan dalam dunia kerja. Praktek Kerja Lapangan juga salah satu praktek kerja lapangan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan mahasiswa dengan program studi Teknik Informatika (TI), Sistem Informasi (SI) dan Manajemen Informatika (D3).Oleh karena itu mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Bina Patria Magelang merasa sangat perlu untuk melaksanakan praktek kerja lapangan guna menambah wawasan dalam bidang dan menjadikannya sebagai tempat menempa ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa perkuliahandan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan menggunakan program-program yang telah dipelajari, sehingga mahasiswa dapat membantu menyempurnakan aplikasi yang ada dan membantu menyediakan informasi data yang dibutuhkan secara cepat dan tepat.
Dalam PKL tersebut, diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu Komputasi yang diperoleh dengan menggunakan program-program yang telah dipelajari, sehingga mahasiswa dapat membantu menyempurnakan aplikasi yang adadan membantu menyediakan informasi data yang dibutuhkan secara cepat dan tepat.

1.2  Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang dapat diuraikan adalah “Bagaimana mahasiswa dapat memahami dan mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah ke dalam dunia kerja yang sesungguhnya ?”



1.3  Batasan Masalah
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka penulis membatasi masalah pada gambaran umum pada Kantor Kecamatan Bandongan dan sistem informasi yang digunakan di Kantor Kecamatan Bandongan.

1.4   Tujuan penulisan
Adapuntujuanpenulisan dari kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Program Studi Sistem Informasi tahun 2015ini adalah :
1.      Sebagai syarat menyelesaikan Pendidikan Strata-1 (S-1) di STMIK Bina Patria Magelang.
2.      Mengetahui bagaimana sistem informasi di Kantor Kecamatan Bandongan.
3.      Mengetahui dunia kerja yang sebenarnya dan mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja.
4.      Mendapatkan pengalaman menganalisa sistem informasi di Kantor Kecamatan Bandongan dengan menggunakan sistem komputer.
5.      Mendapat motifasi, dedikasi dan inisiatif pada pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan dan menerapkan ilmu yang didapat dari kuliah ke instansi tempat Praktek Kerja Lapangan.
6.      Untuk mengetahui kemampuan mengaplikasikan diri sendiri dalam pekerjaan yang kita lakukan.

1.5  Metode pengumpulan data
Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode sebagai berikut :
1.        Observasi
Penulis mendapatkan data dengan cara meninjau atau mengamati obyek secara langsung dan mengambil kesimpulan dari keadaan yang terjadi pada obyek atau Kantor Kecamatan Bandongan.


2.        Interview
Suatu metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data dengan cara mengadakan tanya jawab langsung kepada karyawan Kantor Kecamatan Bandongan yang membantu penulis dalam menjelaskan masalah yang akan diselesaikan.
3.        Studi kepustakaan atau literatur
Pengumpulan data ini memanfaatkan dari laporan buku-buku referensi atau catatan yang ada di Kantor Kecamatan Bandongan yang ada hubungan sangkut pautnya dengan pokok penelitian.
4.      Dokumentasi

Metode pengumpulan data dengan mengamati dari suatu laporan-laporan serta catatan di Kantor Kecamatan Bandongan.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1        Teori Sistem
2.1.1        Pengertian Sistem
Beberapa pendapat menurut para ahli yang mendukung tentang pengertian sistem antara lain adalah :
a.       Menurut Hall (2001, p5), sistem adalah sekelompok dua atu lebih komponen yang saling berkaitan (interrelated) atau sub-sub elemen yang bersatuuntuk mencapai tujuan yang sama (common purpose).
b.      Sistem menurut Jogiyanto (1999), sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau sub-sistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atau variabel-variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling ketergantungan satu sama lainnya dan terpadu.
c.       Menurut McLeod (2001, p10), sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
d.      Menurut Lucas (1993, p2), sistem adalah suatu himpunan komponen atau variable yang terorganisaasi, saling berinteraksi, saling bergantungan satu sama lain dan terpadu.
e.       Menurut Wilkinson (1993,p3), sistem adalah suatu kerangka kerja terpadu yang mempunyai satu sasaran atau lebih. Sistem ini mengkoordinasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mengubah masukan menjadi keluaran. Sumber daya dapat berupa manusia, bahan, mesin, maupun tenaga surya tergantung pada jenis sistem yang dibicarakan.
f.       Mudyharjo (1993, dalam Zakir 2007) mendefinisikan sistem sebagai  suatu kesatuan dari berbagai elemen atas bagian-bagian yang mempunyai hubungan fungsional dan berinteraksi secara dinamis untuk mencapai hasil yang diharapkan.
2.1.1        KarakteristikSistem
Menurut Jogiyanto (1999), suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (components), batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process) dan sasaran (objectives) atau tujuan (goal).
Karakteristik Sistem menurut Jogiyanto (1999) sebagai berikut:
a.       Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem atau elemen sistem dapat berupa suatu sub-sistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sub-sistem mempunyai sifat-sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
b.      Batas Sistem (boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.


c.       Lingkungan Luar Sistem (environments)
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batasdari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem.
d.      Penghubung (interface)
Penghubung merupakan media antara satu sub-sistem dengan sub-sistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber daya mengalir dari satu sub-sistem ke sub-sistem yang lainnya. Dengan penghubung, satu sub-sistem dapat berintegrasi dengan sub-sistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
e.       Masukan (input)
Input adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem. Input dapat berupa perawatan (maintenance) dan sinyal (signal). Maintenance adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh dalam sistem komputer, program adalah maintenance yang digunakan untuk mengoperasikan komputer dan data adalah signal untuk diolah menjadi informasi.
f.       Keluaran (output)
Output adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna.output dapat merupakan masukkan untuk sub-sistem yang lain. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang merupakan hasil sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

g.      Pengolah (process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya.process akan merubah input menjadi output. Suatu sistem produksi akan mengolah input berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi sebuah output berupa barang jadi.
h.      Sasaran atau Tujuan
Suatu sistem mempunyai sasaran (objective) dan tujuan (goal),kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan inputyang dibutuhkan sistem dan output yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem baru dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1  Gambaran Umum Kantor Kecamatan Bandongan
Kantor Kecamatan Bandongan merupakan organisasi perangkat daerah dari pemerintah daerah Kabupaten Magelang yang diatur dengan  Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741).
Karena banyaknya daerah-daerah yang ada di Indonesia, khususnya di provinsi Jawa Tengah maka tidak memungkinkan dengan hanya satu pemerintahan atau peraturan daerah karena tiap daerah atau wilayah memiliki kondisi yang berbeda-beda, maka dibentuklah daerah-daerah  Kabupaten dalan tiap Provinsi. UU yang mengatur pembentukan daerah yaitu : Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 42).
Setelah dibentuknya daerah-daerah pada tiap provinsi menjadi daerah Kabupaten, maka pembagian pemerintahan lebih disederhanakan dengan dibentuknya daerah atau wilayah pemerintan yang lebih sederhana menjadi wilayah Kecamatan. Kecamatan ini tergabung dari beberapa desa. Atau lebih mudahnya, kecamatan adalah kantor pusat bagi kantor-kantor pemerintahan yang ada di desa. Kecamatan mengatur segala peraturan, perencanaan hingga kegiatan untuk menungjang desa-desa yang masih kurang maju. Kecamatan Bandongan juga melayani pelayanan bagi masyarakat khususnya masyarakat bandongan. Misalnya, pelayanan dalam pembuatan KK, KTP, surat pindah, dispensasi nikah, Jual beli tanah dan masih banyak lagi. Kecamatan Bandongan berbatasan dengan Kecamatan Windusari, Kecamatan Kaliangkrik, Kecamatan Tempuran dan dengan Kota Magelang.


Alamat Kantor Kecamatan Bandongan :
Nama             :Kecamatan Bandongan
Alamat           : Jalan Kyai Arof No.2 Bandongan
Nomor telepon         : 0293368261
Email                        : Kecamatanbandongan@yahoo.com

3.2  Visi dan Misi Kantor Kecamatan Bandongan
3.2.1        Visi
Terwujudnya Masyarakat Kecamatan Bandongan yang semakin Sejahtera melalui tata kelola pemerintahan yang Transparan, Partisipatif dan akuntabel
3.2.2        Misi
Kecamatan Bandongan, maka telah ditetapkan 8 (delapan) misi yaitu:
1.      Mewujudkan peningkatan pemberdayaan masyarakat dan lembaga desa;
2.      Mewujudkan peningkatan pemberdayaan aparatur pemerintah desa;
3.      Mewujudkan peningkatan informasi sektor unggulan berbasis potensi lokal dan investasi;
4.      Mewujudkan peningkatan nilai-nilai kebudayaan daerah;
5.      Mewujudkan ketentraman dan ketertiban masyarakat;
6.      Mewujudkan peningkatan keterbukaan informasi dan penyelenggaraan kinerja pemerintahan;
7.      Mewujudkan peningkatan fungsi koordinasi pemerintahan tingkat Kecamatan;
8.      Mewujudkan peningkatan kualitas aparatur pemerintah.

3.3  Struktur Organisasi
Setiap Perusahaan ataupun instansi memiliki Struktur Organisasidan manajemen tersendiri. Adanya strukturorganisasi menunjukkan adanya pembagian tugas, wewenang dan bertanggung jawab dalam mencapai suatu tujuan. Penyusunan Struktur Organisasi harus dapat memberi gambaran yang jelas mengenai bidang-bidang tugas gambaran yang jelasmengenai bidang-bidang tugas yang terdapat dalam suatu perusahaan maupun instansi.
Berhasilnya suatu organisasi dalam mencapai tujuan di tentukan oleh mengerti atau tidaknya seseorang terhadap fungsi dan tugas di dalam organisasi tersebut.

Baca dan Unduh Makalah diatas selengkapnya [ DISINI ]

Baca juga makalah lain tentang