Rabu, 30 November 2016

Makalah Pegadaian Koperasi Simpan Pinjam


Makalah terlengkap dan terupdate makalahku10 - Unduh Makalah Pegadaian Koperasi Simpan Pinjam

Baca selengkapnya Makalah Pegadaian Koperasi Simpan Pinjam

Unduh juga  Makalah Petrologi Batuan Beku
Unduh juga  Contoh Makalah Laporan Hasil Observasi 



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Profil PT.Pegadaian Cabang Labuan
      PT. Pegadaian Cabang Labuan bergerak di bidang jasa yang merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank di Indonesia yang mempunyai aktifitas pembiayaan kebutuhan masyarakat, baik bersifat produktif maupun konsumtif, dengan menggunakan hukum gadai. Pada dasarnya transaksi pembiayaan yang dilakukan oleh pegadaian sama dengan prinsip peminjaman melalui lembaga perbankan, namun yang membedakannya adalah dasar hukum yang digunakan yaitu hukum gadai.
PT. Pegadaian Cabang Labuan bisa menerima gadai barang-barang sebagai berikut :
1.            Barang-barang atau benda-benda perhiasan seperti :
·         Emas         
·         Perak                   
·         Intan
·         Berlian             
2.    B            Barang-barang berupa kendaraan seperti :
·         Mobil
·         Sepeda motor
3.                   Barang-barang elektronik seperti :
·         Televisi                      
·         Komputer           
·         Kulkas
4.                   Barang-barang keperluan rumah tangga seperti :
·         Barang-barang tekstil berupa pakaian, permadani atau kain batik
·         Barang-barang pecah belah dengan catatan bahwa semua barang yang dijaminkan haruslah dalam kondisi baik dalam arti masih dapat dipergunakan atau bernilai.
5.   Barang-barang mesin seperti :
·         Mesin jahit  
·         Mesin Tik                   
·         Mesin kapal motor
         Visi dan Misi PT. Pegadaian Cabang Labuan
   -  Visi
·         Pada tahun 2013 pegadaian menjadi “Champion” dalam pembiayaan mikro dan kecil berbasis gadai dan Fiducia bagi masyarakat menengah ke bawah.
   -  Misi
·         Membantu Program pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya golongan menengah ke bawah dengan memberikan solusi keuangan yang terbaik melalui penyaluran pinjaman skala mikro kecil dan menengah atas dasar hokum gadai dan fidusia.
·         Memberikan manfaat kepada pemangku kepentingan dan melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten.
·         Melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya

B.     Tujuan Penulis
     Tujuan penulis membuat makalah ini yakni untuk membantu menginformasikan mengenai pegadaian kepada masyarakat pada umumnya, terutama mahasiswa/mashasiswi universitas mathla’ul anwar banten  dan juga untuk memenuhi tugas mata kuliah Konsep Sistem Informasi yang telah diberikan oleh Bapak Zaenal Hakim, S.Kom selaku Dosen.
Penyusun maupun pembaca bisa mengetahui apa itu pegadaian, tentang bagaimana system pegadaian dan cara untuk menggadaikan barang.
C.               Pembahasan Laporan

1.      Mengetahui Sejarah Perum Pegadaian
2.      Mengetahui Konsep Bauran Pemasaran Pegadaian
3.      Mengetahui Manfaat Perum Pegadaian
4.      Mengetahui Struktur Organisasi Tingkat Cabang Pegadaian

D.                 Metode Penyempurnaan Tugas
Dalam penyusunan laporan tugas ini, kami perlu sekali mengumpulkan data yang secara terperinci untuk mengetahui informasi yang benar-benar relepan sesuai dengan sumber permasalahan yang akan dibahas. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, kami sebagai penyusun laporan menggunakan metode pengumpulan data yakni dengan terjun langsung ke tempat lokasi mendatangi kantor PT. Pegadaian Cabang Labuan, dan untuk melengkapi sebagian data dengan melakukan browsing di internet.

E.                    Sistematika Penulisan Makalah
1.      Cover Depan
2.      Kata Pengantar
3.      Daftar Isi
4.      BAB I Pendahuluan
5.      Tujuan Penulis
6.      Pembahasan Laporan
7.      Metode Penyempurnaan Tugas
8.      Sisetmatika Penulisan
9.      BAB II Landasan Teori
10.  BAB II Pembahasan
11.  BAB IV Penutup

12.  Daftar Pusataka

Unduh dan Baca selengkapnya makalah diatas [ DISINI ]

Senin, 28 November 2016

Makalah Petrologi Batuan Beku
















Makalah terlengkap dan terupdate makalahku10 - Unduh Makalah Petrologi Batuan Beku

Baca selengkapnya Makalah Petrologi Batuan Beku

Unduh juga Contoh Makalah Laporan Hasil Observasi 
Unduh juga Makalah Perkembangan Pengaturan Tindak Pidana Korupsi Dalam Dinamika Hukum Pidana Indonesia

Petrologi Batuan Beku


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 DEFINISI BATUAN BEKU
   Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, "api") adalah jenisbatuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atautanpa proses kristalisasi dan menurut berberapa ahli mendefinisikan bahwabatuan beku adalah Kumpulan interlocking agregat mineral-mineral silikat hasilmagma yang mendingin ( Walter T. Huang, 1962 ). Sedangkan menurut Graha(1987) adalah batuan yang terjadi dari pembekuan larutan silika cair dan pijar,yang kita kenal dengan magma, magma ini dapat berasal dari batuan setengahcair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi.Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut:kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi.Telah kita ketahui bersama bahwa magma terbentuk di litosfer yang berasaldari pergesekan antara 2 lempeng dalam zona subduksi. Pergesekan antara 2lempeng menimbulkan panas dan mampu melelehkan batuan yang kemudianlelehan batuan tersebut menjadi dapur magma. Magma dengan temperatureyang tinggi dan tekanan tinggi pula akan selalu menuju ke tekanan yang lebihrendah yaitu di permukaan bumi.Proses kristalisasi magma yaitu karena magma merupakan cairan yangpanas dengan temperature sekitar 900°C–1000°C, maka ion-ion yangmenyusun magma akan bergerak bebas tak beraturan. Sebaliknya pada saatmagma mengalami pendinginan maka pergerakan ion-ion yang tidak beraturanini akan menurun dan akan mulai mengatur dirinya menyusun bentuk yangteratur, proses ini disebut kristalisai, pada proses ini ion-ion akan mengikat satudengan yang lainnya dan melepaskan kebebasan untuk bergerak. Ion-iontersebut akan membentuk ikatan kimia dan membentuk Kristal yang teratur.
    Pada umumnya material yang menyusun magma tidak membeku pada waktuyang bersamaan.Batuan beku meliputi sekitar 95 % bagian teratas kerak bumi (15km) tetapi jumlahnya yang besar tersebut sering tidak tampak karena tertutupilapisan yangrelatif tipis dari batuan sedimen dan metamorf. Batuan beku merupakan hasilkristalisasi magma, cairan silika yang mengkristal atau membeku di dalam daandi permukaan bumi. Temperatur yang tinggi dari magma (900°C–1000°C)memberikan suatu perkiraan bahwa magma berasal dari bagian yang dalam daribumi. Semua material gunung berapi yang dikeluarkan ke permukaan bumi akanmendingin dengan cepat, sedang proses pembantukan batuan beku yang terjadidi bawah permukaan bumi berlangsung lama.Dalam suatu magma yang mengandung unsur O, Si, Mg, dan Fe makamineral dengan titik beku tertinggi Mg-olivin (forsterite), akan mengkristalpertama kemudian diikutioleh Fe-olivin (fayelite). Pada magma yang kaya akankomponen plagioklas, maka anortit akan megkristal dahulu kemudian didikutiyang lainnnya sampai albit. Kristalisasi semacam ini terjadi akibat reaksimenerus yang terjadi pada kesetimbangan antara cairan dan endapan kristalsebagai fungsi turunan temperatur (Subroto, 1984).Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagianbesar terbentuk dibawah permukaan kerak bumi.



BAB II 
PEMBAHASAN


2.1 ANALISIS BATUAN BEKU
A. Terminologi
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk sebagai hasil pembekuan daripada magma. Magma adalah bahan cair pijar di dalam bumi, berasal dari bagian atas selubung bumi atau bagian bawah kerak bumi, bersuhu tinggi (900 – 1300 oC) serta mempunyai kekentalan tinggi, bersifat mudah bergerak dan cenderung menuju ke permukaan bumi.
B. Letak Pembekuan
Batuan beku dalam adalah batuan beku yang terbentuk di dalam bumi; sering disebut batuan beku intrusi. Batuan beku luar adalah batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi; sering disebut batuan beku ekstrusi. Batuan beku hipabisal adalah batuan beku intrusi dekat permukaan, sering disebut batuan beku gang atau batuan beku korok, atau sub volcanic intrusion.
C. Warna Batuan Beku
Warna segar batuan beku bervariasi dari hitam, abu-abu dan putih cerah. Warna ini sangat dipengaruhi oleh komposisi mineral penyusun batuan beku itu sendiri. Apabila terjadi percampuran mineral berwarna gelap dengan mineral berwarna terang maka warna batuan beku dapat hitam berbintik-bintik putih, abu-abu berbercak putih, atau putih berbercak hitam, tergantung warna mineral mana yang dominan dan mana yang kurang dominan. Pada batuan beku tertentu yang banyak mengandung mineral berwarna merah daging maka warnanya menjadi putih-merah daging.
D. Tekstur Batuan Beku
Tekstur adalah hubungan antar mineral penyusun batuan. Dengan demikian tekstur mencakup tingkat visualisasi ukuran butir atau granularitas, tingkat kristalisasi mineral atau kristalinitas, tingkat keseragaman butir kristal, ukuran butir kristal, dan bentuk kristal.


E. Tingkat Visualisasi Granularitas
Berdasarkan pengamatan dengan mata telanjang atau memakai loupe, maka tekstur batuan beku dibagi dua, yaitu tekstur afanitik dan tekstur faneritik.
a. Afanitik adalah kenampakan batuan beku berbutir sangat halus sehingga mineral/kristal penyusunnya tidak dapat diamati secara mata telanjang atau dengan loupe.
b. Fanerik (faneritik, firik = phyric) adalah apabila di dalam batuan tersebut dapat terlihat mineral penyusunnya, meliputi bentuk kristal, ukuran butir dan hubungan antar butir (kristal satu dengan kristal lainnya atau kristal dengan kaca). Singkatnya, batuan beku mempunyai tekstur fanerik apabila mineral penyusunnya, baik berupa kristal maupun gelas/kaca, dapat diamati.
Apabila batuan beku mempunyai tekstur afanitik maka pemerian tekstur lebih rinci tidak dapat diketahui, sehingga harus dihentikan. Sebaliknya apabila batuan beku tersebut bertekstur fanerik maka pemerian lebih lanjut dapat diteruskan.

Unduh dan Baca Makalah diatas selengkapnya [ DISINI ]

Makalah Perkembangan Pengaturan Tindak Pidana Korupsi Dalam Dinamika Hukum Pidana Indonesia

















Makalah terlengkap dan terupdate makalahku10 - Unduh Makalah Perkembangan Pengaturan Tindak Pidana Korupsi Dalam Dinamika Hukum Pidana Indonesia

Baca selengkapnya Makalah Perkembangan Pengaturan Tindak Pidana Korupsi Dalam Dinamika Hukum Pidana Indonesia

Unduh juga Contoh Makalah Laporan Hasil Observasi 
Unduh juga Makalah Perkembangan Pendidikan Karakter Di Beberapa Bangsa


Tindak Pidana Korupsi Dalam Dinamika Hukum Pidana Indonesia


KATA PENGANTAR


Puji  Syukur senantiasa kami panjatkan kepada Allah SWTatas karunianya. Sehingga makalah ini dapat kami selesaikan. Makalah ini merupakan syarat untuk melengkapi nilai tugas Mata Kuliah “Pendidikan Anti Korupsi
Keberhasilan makalah ini tidak lain juga disertai referensi-referensi serta bantuan dari pihak-pihak yang bersangkutan. Makalah ini juga masih memiliki kekurangan dan kesalahanbaik dalam penyampaian materi atau dalam penyusunan makalah ini. Penyusunan makalah ini juga dimaksudkan untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai materi ini.
Sehingga kritik dan saran yang membangun yang sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga makalah ini dapat terselesaikan.



Cikaliung,  21 Maret  2016

Penyusun


 
 


BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang

Korupsi di Indonesia saat ini sudah sampai pada titik yang tidak dapat ditolelir.Begitu mengakat (membudaya) dan sistematis.Kerugian Negara atas menjamurnya praktek korupsi sudah tidak terhitung lagi. Jika tahun 1993 Soemitro Dojohadikusumo menyebutkan bahwa kebocoran dana pembangunan antara tahun 1989-1993 sekitar 30 %  dan hasil penelitian World Bank bahwa kebocoran dana pembangunan mencapai 45 %, maka saat ini sepertinya jumlah tersebut sudah meningkat drastic. Hal tersebut menyebabkan munculnya istilah bahwa korupsi sudah menjadi extra ordinary crime.
Tingkat korupsi di Negara Indonesia sudah teramat parah bahkan menurut hasil penelitianTransparancy International, selama 5  (lima) tahun berturut-turut mulai Tahun 1995 sampai dengan Tahun 2000, Indonesia selalu menduduki posisi 10 (sepuluh) besar negara paling korup di dunia. Berdasarkan penelitian Political and Economic Risk Consultancy (PERC) Tahun 1997, Indonesia menempati posisi negara terkorup di Asia.Dan pada Tahun 2001 peringkat Indonesia menjadi negara terkorup ke-2 di Asia setelah Vietnam.

Padahal perangkat undang-undang yang bekaitan dengan tindak pidana korupsi yang dugunakan oleh negara sudah termaktub dalam tiga undang yaitu Undang-Undang No.3 tahun 1971 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Undang-Undang No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, serta Undang-Undang No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No.31 tahun 1999. Kemudian sejumlah isi hukum (contents law) atau produk hukum terkait dengan masalah korupsi telah dimunculkan, setidaknya antara tahun 1999-2005 antara lain, Kepres No.127 tahun 1999 tentang pembentukan komisi KPKN dan sekretariat Jenderal komisi pemeriksaan kekayaan penyelenggara negara, Kepres No.81 tahun 1999 tentang pembentukan KPKPN, Tap MPR No.XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN, PP No. 65 tahun 1999 tentang tata cara pemeriksaan kekayaan penyelenggara negara, PP No. 97 tahun 1999 tentang tata cara pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang komisi pemeriksa, PP No.68 tahun 1999 Tentang tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, PP No.19 tahun 2000 tentang tim gabungan pemberantasan tindak pidana korupsi, Kepres No.73 tahun 2003 tentang pembentukan panitia seleksi calon pimpinan komisi pemberantasan tindak pidana korupsi, Inpres No.5 tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan tindak pidana korupsi, Kepres No.45 tahun 2004 tentang pengalihan organisasi, administrasi dan finansial sekjen KPKPN ke-komisi pemberantasan tindak pidana korupsi, Kepres No.59 tahun 2004 tentang pembentukan pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, serta Instruksi Presiden (Inpres) No. 5 tahun 2005 tentang percepatan pemberantasan korupsi.
1.2      Rumusan Masalah
Berdasarkan uraraian di atas ditarik suatu permasalahan yaitu bagaimanakah pengaturan Tindak Pidana Korupsi yang  terdapat  Undang-undang No. 3 Tahun 1971 dan Undang-Undang No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No.31 tahun 1999tentang Pemberantasan Korupsi ?

1.3      Batasan Masalah
Dalam makalah ini kami akan membatasi pada ruang lingkup “Pengaturan Tindak Pidana Korupsi”

1.4      Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui sejauhmana ketentuan tindak pidana korupsi dapat memberantas korupsi di Indonesiayang nantinya dapat dijadikan bahan masukan bagi lembaga legislasi dalam pembentukan aturan hukum mengenai tindak padana korupsi serta memberikan sumbangsih dalam upaya penanggulangan korupsi di Indonesia.begitupulah tujuan makalah ini sebagai bahan referensi dan bahan diskusi kelompok II ( Dua ) Kelas B Semester VI Mata Kuliah “PENDIDIKAN ANTI KORUPSI”

1.5      Sistematika Penulisan
JUDUL,
KATA PENGANTAR,
DAFTAR ISI,
BAB I PENDAHULUAN,
Latar Belakang,
Rumusan Masalah,
Batasan Masalah,
Tujuan Penulisan,
Sistematika Penulisan.
BAB II PEMBAHASAN,
BAB III PENUTUP,
DAFTAR PUSTAKA

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Perkembangan Pengaturan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia

2.1.1.Era Sebelum Indonesia Merdeka
Sejarah sebelum Indonesia merdeka sudah diwarnai oleh “budaya-tradisi korupsi” yang tiada henti karena didorong oleh motif kekuasaan, kekayaan dan wanita. Kita dapat menyirnak bagaimana tradisi korupsi berjalin berkelin dan dengan perebutan kekusaan di Kerajaan Singosari (sampai tujuh keturunan saling membalas dendam berebut kekusaan: Anusopati-Tohjoyo-Ranggawuni-Mahesa Wongateleng dan seterusnya), Majapahit (pemberontakan Kuti, Narnbi, Suro dan lain-lain), Demak (Joko Tingkir dengan Haryo Penangsang), Banten (Sultan Haji merebut tahta dari ayahnya, Sultan Ageng Tirtoyoso), perlawanan rakyat terhadap Belanda dan seterusnya sampai terjadinya beberapa kali peralihan kekuasaan di Nusantara telah mewarnai Sejarah Korupsi dan Kekuasaan di Indonesia.
Kebiasaan mengambil “upeti” dari rakyat kecil yang dilakukan oleh Raja Jawa ditiru oleh Belanda ketika menguasai Nusantara (1800 – 1942) minus Zaman Inggris (1811 – 1816), Akibat kebijakan itulah banyak terjadi perlawanan-perlawanan rakyat terhadap Belanda.Sebut saja misalnya perlawanan Diponegoro (1825 -1830), Imam Bonjol (1821 – 1837), Aceh (1873 – 1904) dan lain-lain.Namun, yang lebih menyedihkan lagi yaitu penindasan atas penduduk pribumi (rakyat Indonesia yang terjajah) juga dilakukan oleh bangsa Indonesia sendiri.Sebut saja misalnya kasus penyelewengan pada pelaksanaan Sistem “Cuituur Stelsel (CS)” yang secara harfiah berarti Sistem Pembudayaan.Walaupun tujuan utama sistem itu adalah membudayakan tanaman produktif di masyarakat agar hasilnya mampu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memberi kontribusi ke kas Belanda, namun kenyataannya justru sangat memprihatinkan.

Isi peraturan (teori atau bunyi hukumnya) dalam CS sebenarnya sangat “manusiawi” dan sangat “beradab”, namun pelaksanaan atau praktiknyalah yang sangat tidak manusiawi, mirip Dwang Stelsel (DS), yang artinya “Sistem Pemaksaan”. Itu sebabnya mengapa sebagian besar pengajar, guru atau dosen sejarah di Indonesia mengganti sebutan CS menjadi DS.mengganti ungkapan “Sistem Pembudayaan” menjadi “Tanam Paksa”.

Baca dan Unduh selengkapnya makalah diatas [ DISINI ]

Contoh Makalah Laporan Hasil Observasi















Makalah terlengkap dan terupdate makalahku10 - Unduh Contoh Makalah Laporan Hasil Observasi 

Simak Selengkapnya Contoh Makalah Laporan Hasil Observasi 

Unduh juga Makalah Perkembangan Pendidikan Karakter Di Beberapa Bangsa
Unduh juga Makalah Perkembangan Fisik Usia Remaja

Hasil Observasi 


1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Era baru dalam dunia pendidikan, yaitu diperlukannya reformasi pendidikan yang berkaitan erat dengan sistem informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan dunia pendidikan. Konsep ini memiliki nuansa bagaimana dunia pendidikan berusaha menggunakan perangkat komputer, yang dapat di aplikasikan sebagai sarana komunikasi untuk meningkatkan kinerja dunia pendidikan secara signifikan
Sistem informasi manajemen marupakan sistem operasional  yang malaksanakan beraneka-ragam fungsi untuk menghasilkan luaran yang berguna bagi pelaksanaan operasi dan manajemen organisasi yang bersangkutan. Penerapan sistem informasi manajemen pada kehidupan sehari-hari kini makin banyak dijumpai. Selain seperti pada bisnis, perbankan, pemerintahan, ataupun perhotelan. Dalam dunia pendidikan (SIMDIK) pun sistem informasi manajemen serta teknologi informasi sangatlah mendukung untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penggunaan sistem informasi manajemen sekolah tidak hanya sebagai proses otomatisasi terhadap akses informasi, tetapi juga menciptakan akurasi, kecepatan, dan kelengkapan sebuah sistem yang terintegrasi, sehingga proses organisasi akan berjalan dengan efisien, terukur dan fleksibel.
Di dunia pendidikan, banyak sekali lembaga pendidikan yang berhasil mengembangkan teknologi informasi dalam mendukung proses pembelajarannya, baik di dalam maupun di luar negeri  sehingga dapat mengadopsi pola pembelajaran yng lebih mudah, cepat, memiliki nilai tambah serta inovatif dalam mencari formulasi baru untk memberikan tambahan ilm maupun keterampilan bagi peserta didiknya. Sekolah yang melakukan pelayanan terhadap siswa merupakan institusi yang sangat membutuhkan kehadiran teknologi informasi sebagai pendukung peningkatan kualitas pelayanan. 
Selain itu demi mendukung kelancaran aktivitas perangkat sekolah dalam berkomukasi, baik dengan pihak intern sekolah maupu dengan pihak ekstern sekolah, perlu adanya hubungan yang baik antara sekolah dengan masyarakat. Hal ini pun bisa menjadi penentu persentase suatu sekolah.

1.2 PEMBATASAN MASALAH

Karena pembahasan dari Sistem Informasi Manajemen dan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat amat luas, maka penulis membatasi permasalahan yang akan dibahas pada laporan observasi ini yaitu : 
1.        Konsep dari sistem informasi manajemen.
2.        Konsep dari Hubungan atau kerjasama seklah dengan masyarakat
3.        Bagaimana system informasi manajemen yang dikelola di SMK Pasundan 3 Bandung
4.        Bagaimana hubungan sekolah yaitu SMK Pasundan 3 Bandung dengan masyarakat.

1.3 TUJUAN

Tujuan penulis membuat laporan ini adalah untuk:
1.        Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Pendidikan.
2.        Sebagai penambah pengetahuan dan wawasan tentang analisa system informasi yang berjalan dalam suatu sekolah serta mengetahui bagaimana hubungan suatu sekolah dengan masyarakat,

1.4 METODE OBSERVASI

Metode yang digunakan untuk mendapatkan data-data dan informasi tentang manajemen sistem informasi dan mengenai hubungan sekolah dengan masyarakat SMK Pasundan 3 Bandung perpustakaan ialah dengan wawancara kepada pihak yang bersangkutan.  Selain dengan metode wawancara kami juga mendapatkan informasi dari website SMK Pasundan 3 Bandung.

BAB II
PROFIL SEKOLAH

2.1 Sejarah Singkat

SMK PASUNDAN 3 BANDUNG merupakan tingkat satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah (YPDM) Pasundan yang telah lama berkiprah dalam memajukan pendidikan di Jawa Barat dan Banten. SMK PASUNDAN 3 BANDUNG berdiri pada tahun 2005 dengan membuka tiga kompetensi keahlian yaitu Akuntansi, Administrasi Perkantoran, dan Multimedia dengan status TERAKREDITASI " A " (AMAT BAIK) pada tahun 2008.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja, dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian, profesional, produktif dan mandiri, karena itulah SMK PASUNDAN 3 BANDUNG berupaya mempersiapkan lulusan agar senantiasa terserap di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi sesuai bidang keahliannya.

2.2 Visi SMK Pasundan 3 Bandung

Menjadi lembaga pendidikan tingkat menengah yang berbudaya dan menghasilkan sumber daya manusia unggul, berwawasan global, profesional, kompeten, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

2.3 Misi SMK Pasundan 3 Bandung


Melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berwawasan keunggulan dengan ciri khas budaya daerah untuk menghasilkan tamatan yang bertaqwa, berbudaya, mempunyai unjuk kerja dan kemampuan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kehidupan bermasyarakat.

BAB III
KERANGKA MATERI

3.1  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIK) adalah sebuah sistem informasi untuk kebutuhan manajemen lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah, yaitu TK, SD, SMP, dan SMA. SIMDIK dikembangkan secara terpadu dimulai dari proses operasional pendaftaran siswa baru, proses akademik, pengelolaan keuangan, sampai operasional siswa menjadi alumni.
SIMDIK merupakan proses operasional sekolah. SIMDIK juga dirancang sesuai dengan standar JARDIKNAS. Segala kebutuhan pelaporan dari sekolah ke Dinas Pendikan Daerah maupun untuk kebutuhan Depdiknas dapat dilakukan dengan mudah. Dengan adanya SIMDIK manajemen pendidikan menjadi lebih mudah dan terkontrol
Dalam menghadapi globalisasi, sistem informasi semakin dibutuhkan oleh lembaga pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kelancaran aliran informasi dalam lembaga pendidikan, kontrol kualitas, dan menciptakan aliansi atau kerja sama dengan pihak lain yang dapat meningkatkan nilai lembaga pendidikan tersebut.

          3.1.1 Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen (SIM), dalam bahasa Inggris:management information system (MIS) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusiadokumen,teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.
Sistem informasi manajemen,  istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasibiasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusansistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan, Sistem informasi manajemen adalah suatu sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan manajemen (perencanaan, penggerakan, pengorganisasian, dan pengendalian) dalam organisasi.
Sistem informasi manajemen merupakan keseluruhan jaringan informasi yang ditujukan kepada pembuatan keterangn-keterangn bagi para manajer dan para pengguna lainnya yang berfungsi untuk pengambilan keputusan atau kebutuhan lain dalam cakupan organisasi ataupun perorangan. informasi itu sendiri, merupakan data yang telah diolah, dianalisis melalui suatu cara sehingga memiliki arti dan makna (worth). Sedangkan data adlah fakta, atau fenomena yang belum dianalisis, seperti jumlah, angka, nama, lambang yang menggambarkan suatu obyek, ide, kondisi ataupun situasi.
Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam SIM, adalah sebagai berikut.
1.      Perlu diidentifikasi jenis-jenis informasi yang dibutuhkan.
2.      Perlu ditentukan sumber data dan informasi yang dibutuhkan.
3.      Perlu ditentukan siapa yang membutuhkan informasi dan kapan.
4.      Perlu dikomunikasikan informasi itu secara tepat, terpercaya kepada para pengguna.
Ada beberapa persyaratan agar informasi yang dibutuhkan itu dapat berfungsi, bermanfaat bagi para pengambil keputusan dan pengguna lainnya, yaitu uniformity, lengkap, jelas, dan tepat waktu.
Konsep sistem informasi manajemen memiliki beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut.
1.      Dalam suatu organisasi terdapat satu bagian khusus sebagai pengelola SIM.
2.      SIM merupakan jalinan lalu lintas data dan informasi dari setiap bagian di dalam organisasi yang terpusat di bagian SIM.
3.      SIM merupakan jalinan hubungan antar bagian dalam organisasi melalui satu bagian SIM.
4.      SIM merupakan segenap proses yang mencakup: pengumpulan data, pengolahan data, penyimpanan data, pengambilan data, dan penyebaran informasi dengan cepat dan tepat.

3.1.2 Pengertian Sistem Informasi Manajemen Pendidikan

Ada beberapa pengertian tentang Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIKdiantaranya, yaitu :
a)      SIMDIK atau yang disebut SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN PENDIDIKAN adalah suatu sistem data sekolah berbasis ITC dimana segala data base sekolah bisa tersimpan dengan aman serta dapat terkoneksi mela           lui suatu server.
b)      SIMDIK adalah sebuah sistem informasi untuk kebutuhan manajemen lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah. Sekolah yang dapat di cover dengan SIMDIK ini adalah sekolah TK, SD, SMP, SMA dan sederajat.
c)      Sistem Informasi Manajemen Pendidikan merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung kembali proses pengambilan keputusan bidang pendidikan. Data-data tersebut adalah data empiris atau data/fakta sebenarnya yang benar-benar ada dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Dengan mempertimbangkan uraian-uraian di atas dapat dikemukakan definisi alternatif sistem informasi manajemen pendidikan, yakni: sistem, yang terdiri dari sekelompok orang, pedoman, dan perangkat pengolah data, yang memantau dan mengambil kembali data dari lingkungan, yang memperoleh data dari transaksi dan operasi dalam organisasi, dan yang menyaring, mengatur, dan memilih data serta menyajikannya sebagai informasi kepada para pemangku kepentingan pendidikan/sekolah, terutama bagi para manajer pendidikan pada semua level dan fungsi organisasi, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen, untuk mendukung komunikasi, dan untuk mendukung kegiatan operasional, termasuk di dalamnya kegiatan instruksional.

3.1.3 Cakupan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIK)

Ruang Lingkup SIMDIK Back-office :
a)      Koneksi dan setting, Identitas sekolah, setting tahun ajaran, seting kurikulum, koneksi database, dan format tanggal.
b)      Pengelolaan Kesiswaan, Pengelolaan biodata masing-masing siswa, beasiswa, kasus kedisiplinan, data kesehatan, data periksa, prestasi, perpindahan (mutasi) siswa, sampai pengelolaan data alumni.
c)      Pengelolaan Akademik, Laporan nilai hasil ujian secara periodik, data nilai KTSP, data nilai KBK, data absensi, data bimbingan dan penyuluhan, data kasus siswa, rencana pengajaran, pengelolaan mata pelajaran, penjadwalan, dan prestasi akademik.
d)      Pengelolaan Guru dan Karyawan, Manajemen biodata guru dan karyawan, data keluarga, riwayat pendidikan, pendidikan tambahan(kursus, training, seminar, workshop dsb).
e)      Pengelolaan Keuangan, Manajemen pembayaran biaya pendidikan, administrasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah)dan penggunaannya, biaya tambahan, seperti : biaya praktikum, biaya ekstra, dll.
f)       Pengelolaan Perpustakaan, Pengelolaan buku (judul, kategori & deskripsi), status keanggotaan dan peminjam, stock inventory, Jurnal keluar masuk buku, laporan-laporan terdiri dari : statistik peminjaman, statistik keluar masuk buku, rekap peminjaman, dan rekap pengembalian.
g)      Pelaporan, Pelaporan siswa (induk siwa, kesehatan, periksa kesehatan, biasiswa, kasus, dan bimbingan) per siswa, per kelas dan seluruh siswa, pelaporan guru/pegawai (induk pegawai, bidang pengajaran), rencana pengajaran, nilai, kelulusan, statistik dan laporan ke DEPDIKNAS (data sekolah, siswa dan guru)
h)       Bank Soal, Pengolahan data bank soal, penyimpanan soal,pencarian dan pencetakan

3.1.4 Tujuan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIK)

Tujuan dari dibangunnya informasi berupa aplikasi Sistem Informasi Pendidikan adalah:
a)      Membantu seluruh bagian yang berperan di dunia pendidikan dengan memberikan
informasi yang menyeluruh tentang pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga
sekolah menengah umum atau yang setara dengannya.
b)      Memberikan sarana agar seluruh bagian yang berperan dalam dunia pendidikan yang ada di propinsi / kota kabupaten agar dapat berperan aktif dalam usaha memajukan usaha pendidikan.
c)       Pertanggungjawaban publik yaitu dengan memberikan informasi secara trasparan tentang kebijakan dan pemakaian sumber daya yang dialokasikan untuk dunia pendidikan.
d)      Meningkatkan pengetahuan guru dan murid tentang dunia informatika serta manfaat yang dapat diambil melalui beberapa pelatihan.
e)      Memberikan akses informasi yang mudah dan lengkap bagi pendidik dan siswa mengenai ilmu pengetahuan dan informasi pendidikan lainnya.

3.1.5 Nilai Lebih Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIK)

Keunggulan dari sistem ini adalah :
a)      Sesuai standar JARDIKNAS (Departemen Pendidikan Nasional), sehingga pembuatan laporan dari masing-masing sekolah maupun dari Dinas Pendidikan dapat dengan mudah dan cepat di sampaikan tanpa harus membuat laporan ulang dan tanpa harus mencetak laporan, hal ini karena format laporan dan jaringan sudah disesuaikan dan menggunakan konsep singkronisasi online.
b)      Kemudahan dan kecepatan proses pengolahan, penyimpanan, pencarian, pelaporan data dan informasi yang dibutuhkan.
c)      Dikembangkan secara integrated untuk kebutuhan administrasi akademik sekolah.
d)     Sistem dapat disesuaikan dengan kebutuhan lembaga/institusi pendidikan terkait.
Keuntungan SIMDIK yang diperoleh sekolah, yaitu :
a)      Dapat memantau perkembangan pendidikan siswa secara akurat
b)      Dapat meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan kepada masyarakat secara akurat.
c)      Dapat menyimpan database sekolah mulai dari data siswa,guru serta karyawan yang terdiri dari data akademik, sistem kurikulum, administrasi, aset sekolah dll
d)     Memudahkan pekerjaan sekolah tersebut dalam segala aspek mulai dari BK, TU dan lain -lain
e)      Dapat mengangkat BRAND IMAGE sekolah tersebut secara tidak dengan memiliki fasilitas manajemen modern.
Keuntungan SIMDIK yang diperoleh orang tua dan siswa, yaitu :
a)      Siswa dapat berkreasi membuat blog/email dll
b)      Siswa dapat memantau ilmu dari luar sekolah
c)      Siswa dapat berkorespondensi dengan sesama pelajar diseluruh dunia
d)     Siswa dapat mencari info beasiswa dari dalam/luar negeri
e)      Orang tua dapat mengecek absensi/daftar nilai melalui fasilitas SMS
Gateway Go To School tanpa perlu repot datang kesekolah
f)       Dapat memantau perkembangan siswa/siswinya.

Untuk melihat selengkapnya makalah diatas silahkan Unduh dan Baca [ DISINI ]