Jumat, 25 Maret 2016

Kumpulan Puisi Kehidupan Penuh Makna dan Harapan Terbaik 2016


Kumpulan Puisi Kehidupan Penuh Makna - Menjadi mahluk hidup artinya harus siap menghadapi berbagai masalah kehidupan, karena mustahil rasanya ada kehidupan tanpa problematika. Tuhan menciptakan masalah untuk menguatkan manusia, sehingga masalah serumit apapun harus kita hadapi dengan tegar. Puisi Kehidupan yang akhir-akhir ini semakin banyak beredar di dunia maya mungkin menjadi sebuah

Kumpulan Puisi Sahabat dan Persahabatan Sejati Terbaru 2016


Kumpulan Puisi Sahabat dan Persahabatan Sejati - Sahabat adalah seseorang yang mau menunjukkan di mana letak kesalahanku, bukan seseorang yang membicarakanku di belakang dan membiarkanku tetap dengan kesalahan yang ku buat tanpa tahu apa yang salah.. Sahabat adalah seseorang yang tidak menumbuhkan perasaan negatif dalam hati dan pikiranku.. Sahabat adalah seseorang yang menegurku manakala aku

Kamis, 17 Maret 2016

MAKALAH PERILAKU BUDAYA DEMOKRASI

KLIK LEPAS DI SUDUT KANAN ATAS UNTUK MENDOWNLOAD / PRINT



KLIK LEPAS DI SUDUT KANAN ATAS UNTUK MENDOWNLOAD / PRINT

MAKALAH LOMPAT TINGGI

KLIK LEPAS DI SUDUT KANAN ATAS UNTUK MENDOWNLOAD / PRINT



KLIK LEPAS DI SUDUT KANAN ATAS UNTUK MENDOWNLOAD / PRINT

MAKALAH SEPAK BOLA

KLIK LEPAS DI SUDUT KANAN ATAS UNTUK MENDOWNLOAD / PRINT



KLIK LEPAS DI SUDUT KANAN ATAS UNTUK MENDOWNLOAD / PRINT

Senin, 14 Maret 2016

Contoh RPP Pendidikan Agama Islam (Qada dan Qadar)

Bagi anda yang ingin mempunyai filenya, silahkan download!.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) 

Contoh RPP Pendidikan Agama Islam (Qada dan Qadar)

Contoh RPP Pendidikan Agama Islam (Qada dan Qadar)


Sekolah : SMP N 
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam 
Materi : Meningkatkan Keimanan Kepada Qada’ dan Qadar
Kelas/ Semester : IX A / II
Alokasi Waktu : 2x40 menit (1x pertemuan)

A. Standar Kompetensi 

10. Meningkatkan Keimanan Kepada Qada’ dan Qadar

B. Kompetensi Dasar

10.1 Menyebutkan ciri-ciri beriman kepada qada’ dan qadar.
10.2 Menjelaskan hubungan antara qada’ dan qadar.
10.3 Menyebutkan contoh-contoh qada’ dan qadar dalam kehidupan sehari-hari.
10.4 Menyebutkan ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan qada’ dan qadar.

C. Indikator

1. Menjelaskan Pengertian iman kepada qada’ dan qadar.
2. Menyebutkan ciri-ciri iman kepada qada’ dan qadar.
3. Menyebutkan contoh qada’ dan qadar dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menyebutkan macam-macam dan hikmah iman kepada qada’ dan qadar.
5. Menyebutkan dalil naqli iman kepada qada’ dan qadar.


D. Tujuan Pembelajaran 

1. Siswa mampu menjelaskan pengertian iman kepada qada’ dan qadar.
2. Siswa mampu menyebutkan ciri-ciri iman kepada qada’ dan qadar.
3. Siswa mampu menyebutkan contoh qada’ dan qadar dalam kehidupan sehari-hari.
4. Siswa mampu menyebutkan macam-macam dan hikmah iman kepada qada’ dan qadar.
5. Siswa mampu menyebutkan dalil naqli iman kepada qada’ dan qadar.


E. Karakter Siswa yang Diharapkan

1. Religius
2. Jujur 
3. Santun 
4. Disiplin 
5. Bertanggung jawab
6. Percaya diri dan Cinta ilmu

F. Materi Pembelajaran

1. Pengertian iman kepada qada’ dan qadar

Kata qada’ menurut bahasa berarti keputusan atau ketetapan. Menurut istilah, qada merupakan keputusan atau ketetapan suatu rencana dari Allah untuk dilaksanakan. Qadar menurut bahasa berarti jangka atau ukuran. Menurut istilah, qadar berarti rencana yang telah diberlakukan oleh Allah terhadap makhluk-Nya sehingga tidak dapat diganggu gugat.

Qada’ dan qadar secara sedrehana diartikan dengan keputusan atau ketetapan dari Allah. Beriman kepada qada’ dan qadar berarti membenarkan dengan hati tentang keputusan atau ketetapan Allah SWT, yang diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan.


2. Ciri-ciri iman kepada qada’ dan qadar

Ciri-ciri iman kepada qada’ dan qadar dianaranya:

a. Bersikap sabar
Orang yang beriman kepada qada’ dan qadar akan senantiasa menerima segala sesuatu dengan penuh kesabaran, baik dalam situasi yang sempit atau susah dan tetap bersabar dalam situasi senang atau bahagia. Dengan demikian orang yang beriman kepada takdir Allah SWT senantiasa dalam keadaan yang stabil jiwanya.

b. Meyakini kebesaran Allah
Orang yang beriman kepada qada’ dan qadar akan senantiasa menerima segala sesuatu dengan penuh kesabaran, baik dalam situasi yang sempit atau susah dan tetap bersabar dalam situasi senang atau bahagia. Dengan demikian orang yang beriman kepada takdir Allah SWT senantiasa dalam keadaan yang stabil jiwanya.

c. Bersungguh-sungguh dalam bekerja
Untuk mencapai apa pun yang kita inginkan harus disertai usaha dan kerja keras. Keimanan kepada qada dan qadar mendorong seseorang untuk bekerja keras. Hal ini karena tidak ada seorang pun yang mengetahui dengan pasti qada dan qadar Allah yang akan terjadi.
Dengan demikian, seseorang terdorong untuk berusaha dan bekerja keras dengan harapan memperoleh hasil yang terbaik dari Allah. Bayangkan jika seseorang telah mengetahui suatu hasil sebelum usaha dilakukan, ia akan menjadi malas untuk berusaha.

d. Bertawakal kepada Allah
Segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah. Qada dan qadar-Nya berlaku bagi semua makhluk tidak hanya bagi manusia. Oleh karena itu, mengimani qada dan qadar Allah membimbing kita untuk selalu bertawakal, yaitu berserah diri kepada Allah setelah usaha maksimal dilakukan. Bertawakal kepada Allah dilakukan karena hanya Dia yang berkuasa untuk mewujudkan segala sesuatu.

e. Selalu bersikap optimis, tidak pesimis
Keyakinan terhadap Qada’ dan Qadar dapat menumbuhkan sikap yang optimis tidak mudah putus asa. Karena ia yakin walau sering gagal, pasti suatu saat akan berhasil sehingga tidak akan berputus asa.

3. Contoh perilaku qada’ dan qadar
a. Pak Rahmat adalah orang yang kurang mampu, namun dengan giatnya bekerja, serta selalu berdo’a kepada Allah sekarang menjadi kaya.
b. Ketika kelas VII SMP Zahid adalah siswa yang berprestasi biasa saja. Namun berkat ketekunannya ia mampu mengejar ketertinggalan dari teman-temannya. Akhirnya pada waktu ujian akhir sekolah ia mampu menjadi yang terbaik.
c. Zidan berusia 13 tahun. Sekarang ia duduk di kelas VII. Kehidupan zidan masih panjang berdasarkan usia hidup rata-rata penduduk Indonesia yaitu sekitar 64 tahun. Menginjak usia yang ke 15, ia menderita sakit keras. Berbagai model pengobatan telah dijalaninya. Namun, ia akhirnya meninggal dunia.

4. Macam-macam dan Hikmah iman kepada qada’ dan qadar

a. Macam qada’ dan qadar
Qada’ dan qadar biasa disebut dengan takdir. Beriman kepada takdir harus yakin bahwa segala sesuatu yang telah, sedang, atau akan terjadi adalah kehendak yang telah ditentukan oleh Allah SWT. takdir dibagi menjadi dua yaitu, takdir mu’allaq dan takdir mubram.


1) Takdir mu’allaq
Takdir mu’allaq ialah semua ketentuan atau keputusan Allah SWT yang telah ditetapkan atau keputusan Allah SWT yang ditetapkan kepada makhlukNya, tetapi masih dapat dirubah lagi dengan berdo’a dan berusaha dengan sungguh-sungguh. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini dengan baik.



“... Sesungguhnya Allah SWT tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri....”.(Q.S Ar Ra’du [13]: 11).

2) Takdir mubram
Takdir mubram ialah semua ketentuan atau keputusan Allah SWT yang telah ditetapkan kepada makhluk-Nya dan sudah tidak dapat dirubah lagi. Jadi semua harus diterima apa adanya oleh makhluk. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini dengan baik.



“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan : “ini adalah dari sisi Allah SWT”, dan kalau mereka ditimpa suatu bencana mereka mengatakan : “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad). Katakanlah : “Semuanya (datang) dari sisi Allah SWT”. maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (Q.S. An Nisa [4]: 78)

b. Hikmah beriman kepada qada’ dan qadar 
1) Dapat membangkitkan semangat dalam bekerja dan berusaha. 
2) Memberikan pelajaran kepada manusia bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini berjalan sesuai dengan ketentuan dan kehendak Allah SWT.
3) Membuat manusia untuk menjauhkan dari sifat takabur.
4) Mempunyai keberanian dan ketabahan dalam setiap usaha serta tidak takut menghadapi resiko, karena ia yakin bahwa semua itu tidak terlepas dari takdir Allah SWT.
5) Selalu merasa rela menerima setiap yang terjadi pada dirinya, karena ia mengerti bahwa semua dari Allah SWT.
5. Dalil naqli iman kepada qada’ dan qadar

a. Q.S. At Taqwir Ayat 28-29

“(28). (yaitu) bagi siapa diantara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. (29). Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila kehendak Allah, Tuhan semesta alam”.


b. Q.S. Al Hajj Ayat 70


“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam dalam sebuah kitab (Lauhul Mahfudz). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.”

c. Q.S. Yasin Ayat 38


“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang maha perkasa lagi maha mengetahui”

G. Metode Pembelajaran  

1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi kecil (small Group)

H. Media Pembelajaran

1. Papan tulis 
2. Power point
3. Kartu Diskusi


I. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Guru memberi salam.
b. Berdoa bersama sama pada awal kegiatan.
c. Mengecek kehadiran siswa.
d. Apersepsi

2. Kegiatan Inti

a. Eksplorasi
1) Guru menjelaskan materi beriman kepada qada’ dan qadar.
2) Guru menjelaskan langkah-langkah kegiatan dan tugas yang harus dilakukan siswa.
3) Guru membagi peserta didik  menjadi kelompok-kelompok kecil / small group.

b. Elaborasi
1) Siswa menelaah contoh qada’ dan qadar dalam kehidupan sehari-hari.
2) Siswa mendiskusikan pentingnya beriman kepada qada’ dan qadar.

c. Konfirmasi
1) Siswa menyampaikan hasil diskusi.
2) Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
3) Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan.

3. Kegiatan Penutup

Guru bersama siswa melakukan refleksi mengenai kegiatan belajar dalam KD ini.


J. Sumber Belajar

1. Buku Pendidikan Agama Islam Kelas IX MGMP PAI 
2. Husni Thoyar. Pendidikan Agama Islam Kelas IX SMP Jakarta :  Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2011

K. Penilaian 

1. Bentuk penilaian : Tes Tertulis
2. Teknik penilaian : uraian 
3. Instrumen penilaian :
1) Jelaskan pengertian iman kepada qada’ dan qadar!
2) Sebutkan ciri-ciri beriman kepada qada’ dan qadar!
3) Sebutkan macam-macam takdir!
4) Jelaskan hikmah beriman kepada qada’ dan qadar!
5) Berilah contoh contoh peristiwa qada’ dan qadar dalam kehidupan sehari-hari!


   
Pekalongan, 


Mengetahui;


Jawablah soal-soal di bawah ini dengan benar!.
1) Jelaskan pengertian iman kepada qada’ dan qadar!
2) Sebutkan ciri-ciri beriman kepada qada’ dan qadar!
3) Sebutkan macam-macam takdir!
4) Jelaskan hikmah beriman kepada qada’ dan qadar!
5) Berilah contoh contoh peristiwa qada’ dan qadar dalam kehidupan sehari-hari!

Rabu, 09 Maret 2016

Makalah RPP Pendidikan Agama Islam (Hewan Halal dan Haram Dimakan)

Bagi anda yang ingin mempunyai filenya, silahkan download!.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)

Makalah RPP Pendidikan Agama Islam (Hewan Halal dan Haram Dimakan)

Makalah RPP Pendidikan Agama Islam (Hewan Halal dan Haram Dimakan)

Sekolah         : SMP X
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam 
Materi : Hewan yang halal dan haram dimakan
Kelas/ Semester : VIII/ 2
Alokasi Waktu : 2x 40 menit (1x pertemuan), 1 Maret 2016

A. Standar Kompetensi

14.1 Memahami hukum Islam  tentang binatang sebagai sumber bahan makanan. 

B. Kompetensi Dasar

14.1 Menjelaskan jenis-jenis binatang yang halal dan haram dimakan.
14.2 Menghindari makanan yang bersumber dari binatang yang diharamkan.

C. Indikator

14.2.1 Menjelaskan pengertian binatang halal dan haram.
14.2.2 Menjelaskan jenis-jenis binatang yang halal dimakan. 
14.2.3 Menjelaskan jenis-jenis binatang yang haram dimakan.
14.2.4 Menunjukkan dalil naqli dan aqli yang terkait dengan binatang yang halal dan haram dimakan.

D. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa mampu menjelaskan pengertian binatang halal dan haram.
2. Siswa mampu menjelaskan jenis-jenis binatang yang halal dimakan.
3. Siswa mampu menjelaskan jenis-jenis binatang yang haram dimakan.
4. Siswa mampu menunjukkan dalil naqli dan aqli yang terkait dengan binatang yang halal dan haram dimakan.


E. Karakter Siswa yang Diharapkan

1. Dapat dipercaya
2. Rasa hormat dan perhatian
3. Tekun
4. Tanggung jawab
5. Kecintaan
6. Kemanusiaan

F. Materi Pembelajaran

1. Pengertian binatang yang halal dimakan
Hewan atau binatang yang halal artinya hewan yang boleh kita nikmati menurut aturan syar'i agama Islam. Status halal tersebut membuat kita tidak ragu lagi untuk mengkonsumsinya sebagaimana perintah Allah Swt. dalam Surah al-Baqarah ayat 168.



Artinya:  “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

Secara umum, semua  jenis binatang  baik yang halal maupun haram dari segi kehidupanya dibagi tiga macam, yaitu binatang yang hidup di darat, laut, dan dua alam. Akan tetapi, binatang yang halal dimakan hanya terdapat didasar laut. Selain itu ada beberapa syarat lain binatang darat yang boleh dikonsumsi adalah sebagai berikut: 

Hewan tersebut memenuhi syarat tayyib (baik) dalam pandangan manusia. Artinya, hewan tersebut tidak kotor, berbahaya, atau  menjijikan bagi kebanyakan orang . 
Disembelih dengan cara yang benar menurut pandangan syar’i. Syarat disembelih ini merupakan syarat penting agar hewan darat dapat dimakan. Adapun tatacara penyembelihan binatang adalah sebagai berikut: 

1. Niat menyembelih (penyembelih harus seorang muslim atau ahli kitab dan berakal sehat).
2. Binatang yang disembelih adalah binatang yang halal. 
3. Alat yang digunakan menyembelih harus tajam, 
4. Sebelum menyembelih harus membaca basmalah. 
5. Hewan dihadapkan arah kiblat. 
6. Binatang dibaringkan kesebelah rusuknya yang kiri agar mudah bagi penyembelihnya. 
7. Dipotong kedua urat lehernya (saluran ,makan dan nafas) agar cepat mati.

Pembagian jenis-jenis binatang yang halal dimakan berdasarkan tempat hidupnya:
a. Binatang darat 
Syarat utama hewan darat yang boleh dikonsumsi adalah tidak ada larangan dalam Al-Quran maupun hadis untuk mengkonsumsiya. Misalnya saja hewan ternak.
Seperti pada firman Allah SWT Q.S. Al-Maidah ayat 1:
Artinya: 
“..dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. .”
Jenis-jenis binatang darat yang halal dimakan dagingnya, antara lain: Unta, Kerbau, Sapi, Kuda, Kambing, Ayam, Bebek.

b. Binatang laut (air) 

Semua hewan yang hidup di air  halal dikonsumsi, baik air sungai, kolam, maupun laut. Semua hewan tersebut halal dimakan baik yang tertangkap dalam keadaan hidup atau sudah mati, kecuali jika mengandung racun sehingga membahayakan orang yang memakanya dan selama tidak menjijikan atau menyerupai hewan yang diharamkan, seperti anjing laut, singa laut, atau babi laut, dan hewan yang hidup dalam dua alam ulama mengharamkannya.
Kehalalan hewan laut didasarkan pada firman Allah Swt. Q.S. Al-Maidah Ayat 96

Artinya:
“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan”
Contoh binatang laut yang halal: Ikan, Udang, Cumi.

c. Manfaat Mengkonsumsi binatang yang halal
1) Menyehatkan badan dan terhindar ari penyakit
2) Menenangkan jiwa seseorang sehingga hidupnya tidak gelisah
3) Mendorong manusia untuk menjadi hamba yang bersih
4) Mendorong manusia untuk selalu brsyukur atas nikmat Allah.

2. Pengertian binatang yang haram dimakan
Kata haram berarti tidak boleh. Jadi hewan haram artinya semua jenis binatang yang tidak boleh dimakan oleh orang islam karena adanya aturan Allah dan Rasulullah Saw. kecuali dalam keadaan sangat terpaksa.

Binatang yang haram adalah binatang yang tidak diperbolehkan untuk dimakan manusia. 
Seperti pada firman Allah SWT Q.S. Al-Maidah ayat 3

Artinya : 
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya”.

a. Binatang yang haram dibagi menjadi  4 jenis yaitu:
1) Binatang yang haram karena dilarang dalam nash Al-Qur’an dan hadis. Seperti daging babi, khimar atau keledai.
2) Binatang yang haram di makan karena adanya larangan didalam Alquran diantaranya bangkai (binatang yang mati tidak karena disembelih), darah, daging babi, binatang yang disembelih tanpa menyebut nama Allah, binatanga yanga mati tercekik, binatang yang mati terpukul,binatang yang mati terjatuh, binatang yang mati ditanduk, binatang yang mati karena diterkam binatang buas (kecuali sempat disembelih) dan hewan yang disembelih untuk persembahan berhala.
3) Binatang yang haram karena menjijikan, Contoh binatang yang diharamkan karena menjijikan adalah belatung, lintah. 
4) Binatang yang haram karena kita diperintahkan untuk membunuhnya, Ada beberapa binatang yang diharamkan karena kita diperintah untuk membunuhnya antara lain burung gagak, ular, burung elang, tikus, dan anjing gila. 

b. Bahaya makan binatang yang diharamkan
1) Mendatangkan dosa menjauhkan diri dari rahmat Allah.
2) Menjerumuskan seseorang dalam perbuatan dosa dan mengotori kesucian jiwa.
3) Mengakibatkan amal ibadah dan doa ditolak oleh Allah swt.
4) Membuat jiwa kita tidak tenang karena masuknya makanan haram dalam tubuh kita.
5) Dari segi kesehatan fisik makan binatang yang haram jelas membawa akibat buruk bagi tubuh.

3. Menghindari makanan bersumber hewan yang haram
beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menghindari hewan yang haram adalah sebagai berikut.
a. Memahami hewan apa saja yang Allah Swt. halalkan dan hewan yang Allah Swt. haramkan bagi kita.
b. Berhati-hati saat memilih makanan yang akan kita konsumsi.
c. Menjauhi godaan mengkonsumsi hewan yang haram meskipun ada orang yang menyebutnya nikmat.
d. Menjaga diri dari menjual, membeli, atau menjadikan hewan haram sebagai mata pencaharian.
e. Mengingatkan atau mengajak orang lain untuk menjauhi  hewan haram.
f. Selalu berdoa kepada Allah Swt. agar dijauhkan dari hal-hal yang Allah Swt. haramkan.

G. Metode Pembelajaran

1. Metode ceramah
2. Metode tanya jawab
3. Metode resitasi/ penugasan
4. Matching Card

H. Media Pembelajaran

1. LCD dan proyektor
2. Laptop
3. Power point

I. Sumber Belajar

1. Buku Pendidikan Agama Islam Kelas VIII/2 MGMP PAI
2. Mudarip, Multahim dkk 2010. Pendidikan Agama Islam kelas VIII SMP
3. Setiyani, Ika, dkk. 2010. Pendidikan Agama Islam Kelas VIII. Jakarta
4. Loso, dkk. Pendidikan Agama Islam untuk SMP kelas VIII. Diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011
5. Arkanudin, SeptiMuslimah. Pendidikan Agama Islam untuk SMP kelas VIII. Diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011


J. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
- Membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama.
- Mengecek kehadiran siswa.
- Memberikan motivasi dan memberikan penjelasan tentang pentingnya materi yang akan dipelajari.
2. Kegiatan Inti (55 menit)
Eksplorasi
Guru menjelaskan pengertian binatang yang halal dan haram, jenis-jenis binatang yang halal dan haram dan dalil tentang binatang yang halal dan haram dimakan.
Elaborasi
- Guru memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin bertanya mengenai materi pembelajaran
- Guru memberikan pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi yang disampaikan.
Konfirmasi
- Guru memberikan umpan balik yang positif dan penguatan dalam bentuk lisan.
3. Kegiatan Penutup (10 menit)
- Guru memberikan refleksi pada siswa
- Guru menyimpulkan pembelajaran yang baru saja dilaksanakan
- Menutup pembelajaran dengan doa dan salam

K. Evaluasi

1. Jelaskan pengertian binatang halal dan haram!
2. Tuliskan dalil naqli yang menyatakan binatang ternak halal!
3. Sebutkan 5 binatang yang haram dimakan!
4. Apa hukumnya memakan burung elang? Jelaskan alasan anda!
5. Sebutkan 5 binatang darat yang halal dimakan!

Kunci jawaban :

1. Hewan atau binatang yang halal artinya hewan yang boleh kita nikmati menurut aturan syar'i agama Islam. Sedangkan binatang haram adalah semua jenis binatang yang tidak boleh dimakan oleh orang islam karena adanya aturan Allah dan Rasulullah Saw
2. Q.S. Al-Maidah ayat 1
3. Babi, Harimau, Tikus, Burung Elang, Katak.
4. Memakan burung elang hukumnya haram, karena termasuk binatang yang berkuku tajam.
5. Ayam, Kambing, Sapi, Kerbau, Bebek.






                                                        Pekalongan, 29 Februari 2016

Mengetahui,