Sabtu, 30 Januari 2016
Kata Kata Galau Sedih Menyentuh Hati Terbaru 2016
Kata Kata Galau Sedih Menyentuh Hati Terbaru 2016 - Galau sebenarnya adalah kata yang sejak beratus-ratus tahun lalu sudah
bergabung menjadi salah satu kosa kata dalam bahasa Indonesia. Hanya
saja entah kenapa penggunaannya semakin digandrungi, terutama oleh
remaja yang belakagan diketahui memopulerkan kembali eksistensi kata
galau. Makna sebenarnya kata kata galau
berdasarkan kamus besar
Kamis, 28 Januari 2016
Kata Kata Lucu Gokil Abis Terbaru 2016
Kata Kata Lucu - Kata kata Lucu adalah kata-kata yang sengaja dibuat untuk membuat orang lain tertawa, beberapa jenis kata-kata lucu yang digemari biasanya hasil kreasi dari orang unik yang mampu melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang. Ada beberapa jenis kata kata lucu yang memang sengaja dibuat dan ada jenis lain yang berupa kutipan dialog orang-orang tertentu
Kamis, 21 Januari 2016
Makalah Perbandingan Pendidikan (Sistem Pendidikan Di Malaysia)
Bagi anda yang ingin mempunyai filenya, silahkan download!.
Baca Makalah Lain:
Makalah Perbandingan Pendidikan (Sistem Pendidikan Di Malaysia)
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Malaysia merupakan tetangga serumpun dengan Indonesia. Salah satu negara anggota ASEAN ini memiliki wilayah yang lebh kecil dari Indonesia, namun perkembangannya sangat pesat. Mulai dari sektor ekonomi, sampai sektor pendidikan.
Pendidikan di Malaysia jauh melampaui pendidikan di Indonesia ini. Beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah sangat mendukung tercapainya pendidikan yang lebih maju. Dulunya banyak warga Malaysia yang belajar ke Indonesia. Namun, keadaan kini berbalik. Bahkan Indonesia dirasa perlu untuk mempelajari sistem pendidikan Malaysia agar pendidikan Indonesia juga semakin baik lagi.
Hal tersebut menjadikan kami tertarik untuk menggali lebih dalam tentang seluk beluk pendidikan di Malaysia ini. Oleh karenanya, kami menyusun makalah mengenai “Studi tentang Potret Pendidikan di Malaysia”.
PEMBAHASAN
A. Protret Sistem Pemerintahan
Malaysia adalah salah satu negara anggota ASEAN yang merdeka pada tanggal 31 Agustus 1957 dari tangan Inggris dengan nama Persekutuan Tanah Melayu. Kemudian pada tanggal 16 September 1963 berubah nama menjadi Malaysia dan membentuk negara federal yang meliputi Malaya, Serawak, Sabah dan Singapura. Selanjutnya, pada tahun 1965, Singapura memisahkan diri dari negara federal Malaysia. Sekarang ini, Malaysia mencakup beberapa negara bagian, yaitu Malaysia (329.758 km2), Semenanjung Malaysia (131.711 km2), Serawak (124.449km2) dan Sabah (73.711 km2). Berdasarkan sensus tahun 1990, populasi total penduduk Malaysia skitar 50.292.000 penduduk.
Tiap negara bagian mempunyai ibu kota dan gubernur terpilihnya masing-masing. Kepala Tertinggi Negara Federal Malaysia adalah Yang Dipertuan Agung, yang dipilih melalui konferensi para pemerintah di antara mereka. Masa jabatannya adalah lima tahun, sampai masa kematian, atau jika ada pangunduran diri. Yang Dipertuan Agung juga merupakan Komandan Tertinggi Angkatan Bersenjata yang bertindak atas nasihat Parlemen dan Kabinet.
Mayoritas penduduk Malaysia beragama Islam (6.918.307). Sisanya beragama Budha (2.265.456), Konfusius (1.518.683), Hindu (920.393), Kristen (842.990), tidak beragama (259.455), Kaum Suku (259.455), dan lain-lain (69.750). Selain agama, penduduk Malaysia juga multietnis, yang terdiri atas orang Melayu(55%), Cina (30%), India (7%), dan sisanya merupakan etnis Dayak, Eropa, Pakistan, Bangladesh, serta beberapa suku asli yang tinggal di Serawak dan Sabah. Mengingat ras Melayu sebagai ras utama, maka bahasa Melayu dimantapkan sebagai bahasa nasional. Meski demikian, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, dan bahasa Tamil juga digunakan secara luas dalam percakapan sehari-hari.
B. Kondisi Demografi dan Potensi Income Negara
Malaysia adalah negara tetangga terdekat Indonesia selain Brunei dan Singapura di wilayah Asia Tenggara. Secara geografis, Malaysia terletak pada 1o dan 7o LU dan 100o dan 119o BT garis khatulistiwa, bahkan sering disebut sebagai yang berada di pusat atau jantung Asia Tenggara yang memiliki Selat Malaka. Luas negeri Malaysia adalah 329.758 km2, meliputi Semenanjung Malaysia yang terletak di ujung daratan Asia Tenggara, serta Sabah dan Sarawak yang terletak di bagian utara pulau Kalimantan.
Lebih dari sepertiga suplai timah dunia berasal dari Malaysia. Selain timah, Malaysia juga negara penghasil besi, bauksit, dan kayu. Industri kayu Malaysia kian meluas dan menjadi penghasilan ekspor ke luar negeri terbesar ketiga bagi ekonomi Malaysia. Di samping itu, masih ada hasil ekspor dan produksi niaga terbesar lainnya di Malaysia, yakni minyak kelapa. Pohon kelapa banyak ditemukan di negeri ini, khususnya di sepanjang tepi pantai. Demikian luasnya lahan perkebunan kelapa ini, hingga banyak tenaga kerjanya yang didatangkan dari luar negeri, misalnya Indonesia, untuk bekerja di sana. Sebesar 40% dari penduduk Malaysia bermata pencaharian sebagai petani.Di era dewasa ini, Malaysia dikenal dunia sebagai pengekspor produk-produk semikonduktor, peralatan audiovisual, penyejuk ruangan, serta barang-barang yang terbuat dari karet, dan kimia oleo.
Kondisi ekonomi Malaysia, jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, terutama untuk kawasan Asia Tenggara, tergolong tahan banting. Meskipun krisis ekonomi yang melanda Asia berimbas pada ekonomi Malaysia, namun indikator investasi swasta menunjukkan beberapa perbaikan. Pada tahun 1998 Malaysia menerapkan dua kebijakan, yaitu kebijakan uang ketat dan kebijakan fiskal. Dalam rencana pemulihan ekonomi di Malaysia, terdapat enam tujuan, yaitu menstabilkan nilai tukar ringgit, memulihkan kepercayaan pasar, menjaga kestabilan keuangan pasar, memperkuat fundamental ekonomi, melanjutkan agenda nasional bagi peningkatan pemerataan ekonomi sosial masyarakat, serta melakukan revitalisasi berbagai sektor yang terkena dampak krisis.
C. Filsafat Pendidikan dan Orientasi Pendidikan
Pemikiran tentang pendidikan di Malaysia awalnya bercorak pendidikan islam tradisional. Pendidikan islam tradisional berkembang ke wilayah pantai timur dan utara semenanjung tanah melayu, yaitu terengganu, kelantan, kedah, perlis, dan pulau pinang. Mengenai pemikiran pendidikan islam tradisional, tumpuan khusus yang diberikan berupa ilmu tauhid, fiqh, dan ilmu tasawuf.
Pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah federal. Sistem pendidikan nasional meliputi pendidikan prasekolah hingga perguruan tinggi. Pada tahun 2004, pendidikan prasekolah dasar, dan menengah berada di bawah yurisdiksi kementrian pendidikan (The Ministry of Education). Sedangkan, pendidikan tinggi merupakan tanggung jawab kementrian pendidikan tinggi (The Ministry of Higher Education). Semua bentuk penyelenggaraan pendidikan didasarkan pada visi serta misi. Adapun visi dan misi pemerintah Malaysia adalah menjadikan negerinya sebagai pusat pendidikan berkualitas dan siap bersaing dengan lembaga pendidikan tinggi di negara lain, seperti Singapura dan Australia.
Pendidikan di Malaysia bertujuan mengembangkan potensi individu secara menyeluruh dan terpadu untuk mewujudkan insan yang seimbang dan harmonis dari segi intelek, rohani, emosi, dan jasmani, berdasarkan kepercayaan dan kepatuhan kepada Tuhan. Tujuan ini dimaksudkan agar dapat melahirkan rakyat Malaysia yang berilmu pengetahuan, berketerampilan, berakhlak mulia, dan bertanggungjawab terhadap masyarakat dan negara.
Adapun orientasi pendidikan di Malaysia terdiridari beberapa tingkatan, yaitu:
1. Prasekolah
Taman Kanak-kanak di Malaysia, dikenal dengan nama Sekolah Tadika. Sekolah ini menerima pendaftaran kanak-kanak usia 4-6 tahun. Pendidikan tadika buan merupakan pendidikan wajib yang harus dilaksanakan.namun sekarang ini, sebagian besar sekolah kebangsaan (sekolah negeri) dilengkapi dengan kelas tadika. Satu kelasnya maksimal hanya diisi oleh 25 anak saja. Selain itu, pemerintah Malaysia juga menyediakan anggaran sebesar RM 100 / murid / tahun, ditambah dengan dana bantuan makanan sebesar RM 1.5 / murid.
2. Pendidikan Rendah
Sistem pendidikan di Malaysia disusun berdasarkan pada Sistem Pendidikan Inggris. Pendidikan dasar atau pendidikan rendah di Malaysia di mulai pada kanak-kanak usia 7-12 tahun (pendidikan dasar 6 tahun). Wajib belajar (pendidikan wajib) ini diterapkan dan dilaksanakan mulai tahun persekolahan 2003.
3. Pendidikan Menengah
Sekolah menengah di Malaysia merupakan sekolah kelanjutan setelah anak menempuh sekolah dasar selama 6 tahun. Sekolah ini berlangsung selama 5 tahun (terdiri dari 3 tahun menengah rendah dan 2 tahun menengah tinggi). Pada akhir kelas 3, para siswa harus mengikuti ujian untuk menentukan kelulusan di sekolah menengah rendah, yang disebut Penilaian Menengah Rendah (PMR). Setelah itu, siswa akan diarahkan ke kelas berikutnya dengan pilihan jurusan IPA atau seni. Siswa dapat memilih sendiri jurusan yang mereka inginkan.
Aktivitas ko-kulikuler bersifat wajib di sekolah menengah, di mana semua siswa harus mengambil bagian di dalamnya minimal 2 kegiatan. Contoh aktivitas ko-kulikuler antara lain kelompok umum, penampil seni, olahraga dan permainan, serta klub dan kemasyarakatan. Pada akhir kelas 5, semua siswa diwajibkan mengikuti ujian akhir yang disebut Sijil Peljaran Malaysia (SPM) sebelum mereka lulus.
4. Pendidikan Tinggi
Secara keseluruhan, di Malaysia terdapat 14 IPTA (Institusi Pengajian Tinggi Awam) yang berstatus negeri, dan 601 IPTS (Institusi Pengajian Tinggi Swasta) yang dikelola oleh badan-badan swasta. Sebagian dari universitas di Malaysia membuka program Studi Islamic, diantaranya adalah Universiti Malaya (UM).
D. Kebijakan di Bidang Pendidikan Agama
Kurikulum adalah dasar pendidikan yang menjadi landasan dalam penyampaian ilmu pengetahuan, manakala tujuan kurikulum pendidikan adalah untuk membekalkan akal dengan pemikiran-pemikiran sehat. Oleh karena pengetahuan dapat membentuk pemikiran dan jiwa seseorang muslim, maka sudah tentu pengetahuan dasar (tsaqafah) wajib berdasarkan aqidah islam. Berikut adalah garis panduan untuk sistem yang dapat di realisasikan :
1. Kurikulum pendidikan berlandaskan aqidah Islamiyyah.
2. Strategi pendidikan adalah membentuk cara berfikir dan cara berjiwa Islami.
3. Tujuan pendidikan adalah membentuk kepribadian islam serta membekalkan kepadanya berbagai ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan.
4. Penyampaian pelajaran untuk ilmu-ilmu gunaan dan yang sejenisnya seperti matematik mesti dipisahkan dengan ilmu kebudayaan.
5. Kebudayaan islam mesti diajarkan di semua peringkat pendidikan.
6. Ilmu kesenian dapat dikategorikan sebagai ilmu pengetahuan, seperti perdagangan, ekonomi dan pertanian yang boleh dipelajari tanpa syarat atau batasan tertentu.
7. Program pendidikan apapun tidak dibolehkan selain program pendidikan yang telah ditetapkan negara.
8. Mengajarkan perkara yang diperlukan manusia dalam kehidupanya merupakan kewajiban bagi setiap individu baik lelaki atau perempuan.
9. Negara menyediakan perpustakaan, makmal dan peralatan-peralatan ilmu pengetahuan yang lain.
10. Tidak boleh memberikan hak istimewa dalam mengarang buku-buku pendidikan untuk semua peringkat.
E. Kebijakan di Bidang Manajeman Pendidikan Formal
Pendidikan wajib adalah satu peraturan yang mewajibkan setiap ibu bapak warganegara Malaysia yang mempunyai anak mencapai umur enam tahun, agar bisa mendaftarkannya disekolah rendah(pendaftaran murid biasanya dilakukan 1 tahun sebelum masa persekolahan). Jika terdapat orang tua yang terbukti gagal menyekolahkan anaknya, maka mereka akan didenda sebesar RM 5000 atau bahkan dipenjarakan selama 6 bulan karena dianggap melanggar undang-undang.Negara juga mendukung sepenuhnya pembangunan di bidang pendidikan, fasilitas, sarana prasarana, serta memperhatikan kesejahteraan guru.
Kementrian Kerajaan Malaysia mewajibkan belajar untuk warganya selama 11 tahun, yaitu untuk pendidikan rendah selama enam tahun dan pendidikan menengah selama lima tahun. Umur untuk masuk ke tahun pertama pendidikan dasar adalah tujuh tahun. Pendidikan dasar ini diwajibkan untuk semua anak-anak yang berusia 7-12 tahun. Para pelajar diwajibkan mengikuti ujian negara di tahun terakhir pendidikan dasar dan menengah.
Sejak tahun 1955, Malaysia yang masih dibawah kekuasaan Inggris, telah menetapkan bahasa Melayu, bahasa Tamil, bahasa Cina dan bahasa Inggris sebagai bahasa wajib bagi semua murid di sekolah-sekolah. Setelah kemerdekaan, kebijakan tersebut diubah. Bahasa Melayu dan bahasa Inggris ditetapkan sebagai bahasa wajib yang diberikan sampai dengan kelas 6 sekolah dasar. Sedangkan bahasa Tamil dan bahasa Cina, diberikan di tingkatsekolah menengah.
F. Dinamika dalam Pengembangan Kurikulum
Setelah Malaysia merdeka, maka dibentuklah kurikulum pengajaran agama Islam. Kurikulum pelajaran agama Islam di Sekolah Rendah, dimulai dari kelas satu sampai kelas enam dengan memuat pelajaran aqidah, ibadah, akhlak, sejarah rasul dan bacaan al-Qur’an. Bagi sekolah menengah, dimulai dari kelas satu hingga kelas lima. Kurikulum pelajaran Islam mengandung pelajaran tauhid, fiqih, sejarah Islam, ayat al-Qur’an dan Hadits.
Adapun kurikulum pendidikan, ditetapkan oleh Kementrian Pelajaran Malaysia. Kurikulum sekolah di Malaysia relatif stabil. Kurikulumyang digunakan di sekolah rendah Malaysia disebut dengan Kurikulum Baru Sekolah Rendah (KBSR). KBSR mulai diujicobakan tahun 1982 di 302 buah sekolah rendah. Sejak tahun 1988, pelaksanaan KBSR sepenuhnya dicapai dan masih dipergunakan hingga tahun 2007. Kurikulum ini juga sempat direvisi beberapa kali, yakni pada tahun 2003 dan 2005.
Dalam penyusunan kurikulum Malaysia, banyak mengandung materi pembelajaran mengenai kesehatan lingkungan seperti polusi air, udara, makanan dll. Selain itu terdapat juga materi mengenai kesehatan tubuh atau materi mengenai penyakit-penyakit menular yang mungkin menjangkiti manusia, dengan segala cara penyebarannya. Penyajian atau pemaparan materi lebih banyak dianalogikan dengan contohnya taat aukejadian sejarah masa lalu (PerangDunia I, perangPerancisdanIndia, sejarah Kerajaan Mesir atau kejadian penting di NewMexico), juga di analogikan dengan contoh-contoh yang mudah dipahami olehsiswa sehingga materi pelajaran bersifat aplikatif.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat persamaan implementasi kurikulum tersebut dengan kurikulum Indonesia padatahun 1947, 1964 dan 1968. Hal ini dikarenakan Malaysia pernah belajar pada Indonesia dengan menggunakan kurikulum tersebut dan masih diterapkan secara konsisten sampai saat ini.
Media yang digunakan dalam menunjang pembelajaran banyak yang menggunakan fasilitas internet seperti game online, situs-situs dan blog yang memuat modul/materi pembelajaran, siswa di informasikan alamat-alamat situs tersebut dan tinggal membukanya saat belajar.Selain itu digunakan juga fasilitas persentasi power point yang dapat mengoptimalkan penyampaian materi terutama yang menuntut penayangan gambar.Metode-metode yang digunakan dalam pendidikan, antara lain metodestudi area dankomparasi. Metode ini lazimdigunakan untukp endidikan perbandingan. Studi area berusaha untuk mengetahui sistem pendidikan beberapa negara dengan menempatkan padalatar belakang.
Dalam kurikulum ini juga lebih menekankan proses pembelajaran yang lebih mengutamakan praktek dari pada hanya penjelasan-penjelasan teori saja. Fasilitas-fasilitas diatas memungkinkan siswa untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih maksimal. Maka pantaslah jika Malaysia pada saat ini perkembangan pendidikannya semakin maju dengan pesat.
G. Pengembangan Pendidikan dan Tenaga Pendidikan
Pembangunan di Malaysia dilakukan dengan memadukan antar sektor kehidupan, terutama pada sektor ekonomi, politik dan pendidikan. Pembangunan sektor pendidikan, dilakukan dengan cara meningkatkan anggaran pendidikan, memperluas aneka subsidi pendidikan, dan mendorong siswa dan mahasiswa yang tergolong pandai untuk belajar ke negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika.
Dewasa ini kemajuan sekolah di Malaysia tidak hanya dimiliki sekolah-sekolah negeri, sekolah-sekolah swasta juga mengalami pertumbuhan pesat. Sekolah swasta pertama yang diakui kementrian pendidikan Malaysia untuk menjalankan kurikulum nasional ditetapkan awal tahun 1980. Saat ini, sekolah swasta juga mengalami perkembangan yang sangat pesat dan memberikan beragam pilihan. Ada sekolah dasar dan menengah swasta yang menggunakan kurikulum nasional. Ada sekolah internasional yang mengikuti kurikulum internasional, seperti kurikulum Inggris dan Amerika. Juga ada sekolah Cina mandiri khususnya sekolah menengah, menggunakan kurikulum sesuai dengan yang digariskan kementrian pendidikan, serta sekolah jenis lain.
Mengenai kesejahteraan guru, rata-rata guru Malaysia relatif makmur dalam kehidupannya. Hal ini disebabkan gaji yang diperoleh guru disana relatif dapat untuk mencukupi banyak keperluan hidupnya. Gaji guru di Malaysia pada tahun 2007 di atas RM 1000 atau lebih dari Rp 2.500.000,- atau setara dengan gaji profesor golongan IV/e di Indonesia pada saat itu. Meskipun juga ada sebagian guru Malaysia yang mengeluh, yang merasa gaji mereka masih rendah. Namun pada kenyataannya guru sekolah rendah di Malaysia tahun 2007 sudah dapat kredit mobil dari Malaysia.
Untuk pendidikan tinggi, umumnya dikelola oleh pemerintah dan swasta. Pendidikan tinggi menawarkan berbagai macam program sertifikat, diploma, sarjana dan pascasarjana. Lembaga Pendidikan Tinggi Negeri diselenggarakan oleh pemerintah, seperti universitas negeri, perguruan tinggi negeri, sekolah tinggi negeri, politeknik, dan lembaga pelatihan guru. Sedangkan Lembaga Pendidikan Tinggi Swasta diselenggarakan oleh swasta.
H. Pembiayaan Pendidikan
Mengenai biaya pendidikan, orang tua siswa hanya diminta membayar iuran sekolah pada awal tahun ajaran baru. Besarnya iuran yang dipungut oleh pihak sekolah berkisar antara RM 50 sampai RM 75 (Rp 125.000,- sampai Rp 187.000,- pertahun) tiap siswa. Iuran tersebut dirinci untuk pembayaran asuransi, biaya ujian tengah semester dan ujian semesteran, iuran khusus, biaya LKS, praktek kompurter, kartu ujian, file data siswa dan rapor.
Untuk sumbangan PIBG (Persatuan Ibu Bapak dan Guru) hanya dipungut satu bayaran untuk satu keluarga. Keluarga yang menyekolahkan lebih dari satu anak, hanya dikenakan iuran yang sama, yaitu RM 25 per keluarga. Untuk siswa kelas enam ditambah biaya UPSR sebesar RM 70. Selain itu, tak ada pungutan lain, termasuk pula tak ada pungutan sumbangan dana pembangunan. Pembangunan dan renovasi gedung sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah.
Khusus untuk keluarga dengan pendapatan kurang dari RM 2000 per bulan, dapat mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk pemijaman buku teks yang disediakan dari sekolah. Mulai tahun 2008, semua siswa sekolah rendah mendapat bantuan peminjaman buku pelajaran dari bantuan pemerintah melalui sekolah masing-masing.
PENUTUP
Malaysia merupakan negara federal yang mencakup beberapa negara bagian, yaitu Malaysia (329.758 km2), Semenanjung Malaysia (131.711 km2), Serawak (124.449km2) dan Sabah (73.711 km2). Berdasarkan sensus tahun 1990, populasi total penduduk Malaysia skitar 50.292.000 penduduk. Tiap negara bagian mempunyai ibu kota dan gubernur terpilihnya masing-masing. Kepala Tertinggi Negara Federal Malaysia adalah Yang Dipertuan Agung
Secara geografis, Malaysia terletak pada 1o dan 7o LU dan 100o dan 119o BT garis khatulistiwa, bahkan sering disebut sebagai yang berada di pusat atau jantung Asia Tenggara yang memiliki Selat Malaka. Lebih dari sepertiga suplai timah dunia berasal dari Malaysia. Selain timah, Malaysia juga negara penghasil besi, bauksit, dan kayu.
Pendidikan di Malaysia bertujuan mengembangkan potensi individu secara menyeluruh dan terpadu untuk mewujudkan insan yang seimbang dan harmonis dari segi intelek, rohani, emosi, dan jasmani, berdasarkan kepercayaan dan kepatuhan kepada Tuhan. Tujuan ini dimaksudkan agar dapat melahirkan rakyat Malaysia yang berilmu pengetahuan, berketerampilan, berakhlak mulia, dan bertanggungjawab terhadap masyarakat dan negara.
Adapun orientasi pendidikan di Malaysia terdiridari beberapa tingkatan, yaitu:
1. Pendidikan Prasekolah
2. Pendidikan Rendah
3. Pendidikan Menengah
4. Pendidikan Tinggi
Kementrian Kerajaan Malaysia mewajibkan belajar untuk warganya selama 11 tahun, yaitu untuk pendidikan rendah selama enam tahun dan pendidikan menengah selama lima tahun. Umur untuk masuk ke tahun pertama pendidikan dasar adalah tujuh tahun. Pendidikan dasar ini diwajibkan untuk semua anak-anak yang berusia 7-12 tahun. Para pelajar diwajibkan mengikuti ujian negara di tahun terakhir pendidikan dasar dan menengah.
Kurikulum yang digunakan di sekolah rendah Malaysia disebut dengan Kurikulum Baru Sekolah Rendah (KBSR). Pembangunan sektor pendidikan, dilakukan dengan cara meningkatkan anggaran pendidikan, memperluas aneka subsidi pendidikan, dan mendorong siswa dan mahasiswa yang tergolong pandai untuk belajar ke negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika. Gaji guru di Malaysia pada tahun 2007 di atas RM 1000 atau lebih dari Rp 2.500.000,- atau setara dengan gaji profesor golongan IV/e di Indonesia pada saat itu. Mengenai biaya pendidikan, orang tua siswa hanya diminta membayar iuran sekolah pada awal tahun ajaran baru.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, dkk. 1997. Pemikiran Islam di Malaysia; Sejarah dan Aliran. Jakarta:
Gema Isnani Press.
Al-Kattani, Abdul Hayyie. 2009. Study in Islamic Countries: Panduan Lengkap
Kuliah di Negara-Negara Islam. Jakarta: Gema Insani.
Assegaf, Abd. Rachman. 2003. Internasionalisasi Pendidikan. Yogyakarta: Gama
Media.
Maunah, Binti. 2011. Sejarah Perbandingan Islam. Yogyakarta: Teras.
Putra Daulay, Haidar. 2009. Dinamika Pendidikan Islam di Asia Tenggara.
Jakarta: Rineka Cipta.
Rohman, Arif. 2010. Pendidikan Komparatif: Menuju ke Arah Metode
Perbandingan antar Negara. Yogyakarta: Laksbang Grafika.
“Perbandingan Kurikulum Indonesia, Malaysia dan Korea Selatan”, diakses di http://www.lpmpbanten.net/berita-item/perbandingan-kurikulum-indonesia-malaysia-dan-korea-selatan.html, pada tanggal 19 Maret 2015, pukul 11.05 WIB.
Senin, 18 Januari 2016
Makalah Perbandingan Pendidikan (Sistem Pendidikan Di Australia)
Bagi anda yang ingin mempunyai filenya, silahkan download!.
Baca Makalah Lain:
Makalah Perbandingan Pendidikan (Sistem Pendidikan Di Australia)
BAB II
PEMBAHASAN
A. Potret system pemerintahan
Australia adalah sebuah Negara industri yang demokratis dan system pendidikannya banyak kesamaanya dengan system pendidikan khususnya Negara-negara persemakmuran. Kedatangan manusia pertama kali di benua ini terjadi setidak-tidakya 40.000 tahun yang lalu melalui proses migrasi dari asia. Kedatangan eropa baru mulai tahun 1788 yaitu orang-orang Inggris yang membuat sebuah koloni Sydney.
Dilihat dari hukum ketatanegaraan, Australia adalah Negara federal. Undang-undang Dasar Australia tahun 1901 yang melahirkan bentuk federasi ini bentuk federasi ini memberikan kekuasaan kepada pemerintah Commonwealth untuk melakukan sesuatu pada daerah-daerah tertentu, tetapi Negara bagian tetap mempunyai kekuasaan dalam berbagai bidang pendidikan. Dalam tahun 1942, pemerintah Commowealth memeiliki wewenang untuk memungut pajak penghasilan (income-tax) dari Negara-negara bagian, dan sebagai konsekuensinya, keterlibatan pemerintah federal dalam berbagai kegiatan makin meningkat, termasuk dalam bidang pendidikan.
B. Kondisi demografi dan potensi income Negara
Australia sangat jarang penduduknya, luas yang 7,7 juta km persegi berpenduduk hana 18,783,551 juta jiwa (world almanac 2000). Tetapi oleh karena daerah bagian dalam Australia yang kering dan tandus, penduduk terkonsentrasi di daerah-daerah pantai yang tidak begitu luas. Lebih dari 70% penduduk tinggal di daerah perkotaan, terutama di dua kota besar Sdney dan Melbourne yang menampung hamper 40% dari seluruh penduduk Australia. Terkonsentrasinya penduduk di ibu kota-ibukota Negara bagian menunjukkan pula system administrasi pemerintah yang tersentralisasi, termasuk pula system pendidikannya.
Australia adalah Negara kaya, untuk tahun anggaran 1982-1983, GDP perkapita adalah A$10,500. Cukup lama Australia mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil, pengangguran yang rendah, dan inflasi yang kecil yaitu semenjak akhir 1940-an sampai pertengahan 1970-an. Perkembangan ekonomi ini diikuti pula dengan perluasan basis perindustrian dan pekerjaan. Sebelum tahun 1940, perekonomian Australia sangat tergantung pada industry dasar. Perluasan yang sangat signifikan di bidang ekonomi terjadi pada sector ketiga yaitu bidang jasa. Antara tahun 1947 dan 1962 misalnya jumlah orang yang bekerja di bidang jasa ini meningkat dari 45% menjadi 65% karena meningkatnya lapangan kerja di sketor perdagangan, keuangan, pemerintaha serta pelayanan masyarakat.
C. Filsafat pendidikan dan Orientasi Pendidikan
Pendidikan dasar adalah wajib dari anak berusia 6 tahun sampai 12 tahun. Dalam tahun 1982 ada 1,8 juta anak yang terdaftar di 7200 sekolah dasar dan 800 buah gabungan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, 22% murid-murid sekolah dasar terdaftar pada sekolah-sekolah non pemerintah.
Pendidikan menengah berlangsung selama 5 tahun atau 6 tahun tergantung pada beberapa lama masa belajar di sekolah dasar. Oleh karena umur minimum meninggalkan sekolah adalah 15, kecuali di Tasmania umur 16 tahun, seluruh siswa mendapat pendidikan menengah sekurang-kurangnya dua atau tiga tahun.
Dalam jumlah yang cukup besar orang-orang dewasa, terutama laki-laki mengikuti pendidikan dan latihan berbentuk pemegangan . biasanya pemegangan ini berlangsung secara paruh waktu selama empat tahun pada waktu mengikuti kuliah resmi pada perguruan tinggi TAFE (Technical and Further Education) pada umumnya tidak kurang dari satu hari per minggu.
Pada sekolah negeri, hampir seluruh sekolah menengah menyelenggrakan pendidikan penuh, kecuali Tasmania dan The Australian capital Territory (ACT). Pada kedua daerah ini, Tasmania dan ACT, pendidikan ditambah dua tahun pada tahun sekolah ke 11 dan 12, yaitu pada penghujung sekolah menengah, oleh karena itu sekolah ini dinamakan kombinasi sekolah tinggi-menengah.
Pendidikan tinggi terdiri dari sekolah tinggi TAFE akademi-akademi dan program-program lanjutan, yang diberi label CAE (College Advanced Education) dan universitas. Sekolah tinggi TAFE merupakan lembaga tinggi yang banyak diminati mahasiswa. Lebih dari 90% mahasiwa TAFE adalah mahasiswa paruh waktu, dan 60% berusia di atas 21 tahun.
Sekolah pendidikan CAE terdiri dari berbagai jenis intitusi, mulai dari fakultas-fakultas yang besar yang menyelenggarakan program gelar dan diploma dalam bermacam-macam keterampilan professional dab bidang teknik, sampai pada sekolah tinggi yang relatif kecil dalam bidang-bidang seperti pertanian, farmasi, dan seni.
Kebijakan pemerintah untuk memperluas pendidikan tinggi antara lain penghapusan uang kuliah, peningkatan fasilitas bagi program-program paruh waktu dan pendidikan eksternal dan membuat kebijakan penerimaan mahasiswa bagi yang kurang memenuhi persyaratan akdemik. Masuk perguruan tinngi di Australia umumnya didasarkan atas hasil pencapaian akademik di tingkat pendidkan menengah, atau berdasarkan hasil ujian masuk yang dilalui dengan kompetisi yang sangat berat, lebih-lebih untuk memasuki universitas yang berkualitas atau berprestiise.
D. Kebijakan di bidang pendidikan agama
Sekolah Islam bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah Islam Australia. Bersamaan dengan pertumbuhan Islam dan masyarakat muslim di Benua Kanguru, lembaga pendidikan Islam, sejak ninforma seperti ‘Sarturday or Sunday School’ pngajian anak-anak pada Sabtu dan Minggu sampai sekolah Islam terus berkembang. Istilah ‘Madrasah’ tidak populer dan hampir tidak digunakan sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan Islam.
Sudah menjadi komitmen universitas di seluruh Australia yang selalu berusaha memastikan bahwa para mahasiswa mereka yang beragama Islam sebagaimana dengan mahasiswa-mahasiswa dengan latar belakan budaya lain, untuk memperoleh kebebasan dalam menjalankan agama mereka masing-masing di dalam area kampus. Umumnya di setiap universitas dibentuk wadah pendukung dan social yang khusus ditujukan untuk membantu mahasiswa muslim di Australia, selain itu juga hadirnya perkumpulan-perkumpulan mahasiswa international yang umum. Orang Australia bangga akan percampuran multi budaya di kota-kota mereka.
Menurut Abdullah Saeed guru besar dan Direktur Centre for the Study Contemporary Islam, Universitas Melbourne, dalam bukunya Islam in Australia (2003), di seluruh Australia terdapat 23 sekolah Islam; 16 di antaranya adalah 'Islamic college', yang pada dasarnya merupakan pendidikan prauniversitas. Selanjutnya, Profesor Saeed menjelaskan, semua sekolah Islam ini telah terakreditasi dan diakui Pemerintah Australia. Dan karena itu, dalam satu dan lain hal, sekolah-sekolah ini mendapat subsidi dari Pemerintah Australia.
Di antara sekolah-sekolah Islam tersebut, yang paling populer adalah King Khalid Islamic College (berdiri 1983) dan Minaret College (1993), keduanya berada di Melbourne. Kedua sekolah Islam ini seperti juga sekolah-sekolah Islam umumnya didirikan dan dikelola para migran Muslim di Australia dengan juga melibatkan tokoh-tokoh Muslim di luar Australia.
Semua sekolah Islam tersebut pada dasarnya sudah menerapkan kurikulum negara bagian sesuai dengan standar nasional dalam mata pelajaran-mata pelajaran umum. Dengan demikian, mereka mendapatkan akreditasi dari badan akreditasi, dan selanjutnya berhak menerima subsidi dari pemerintah. Akan tetapi, seperti diungkapkan Professor Saeed, bahwa berbagai mata pelajaran agama (Islam) tidak memiliki kurikulum dan standar baku. Tidak ada otoritas di kalangan Muslim Australia yang merumuskan kurikulum mata pelajaran agama. Hasilnya, masing-masing merumuskan sendiri kurikulum berbagai mata pelajaran agama.
E. Kebijakan di bidang manajemen pendidikan formal
Berdasarkan Konstitusi Australia, pendidikan adalah tanggung jawab Negara bagian. Pada setiap Negara bagian, seorang menteri pendidikan dengan sebuah departemen pendidikan melaksanakan pendidikan dasar dan menengah dan adakalanya juga pendidikan prasekolah pada daerah itu. Pada sector pendidikan dasar dan TAFE, tugas departemen pendidikan berbeda-beda antara Negara-negara bagian. Pada beberapa Negara bagian, departemen pendidikan merupakan penyelenggara utama dan coordinator dasar, sementara pada bagian lain tugas itu bukan menjadi tugas utama. Dalam penyelenggara TAFE, pola umumnya adalah kearah pengadministrasian yang terpisah dari pendidikan dasar.
Pendidikan menurut undang-undang merupakan tanggung jawab Negara bagian, namun semenjak lebih kurang 40 tahun yang lalu pengaruh dan perab pemerintah Commonwealth dalam pendidikan semakin besar.
F. Dinamika dalam pengembangan Kurikulum
Pada beberapa negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat tetap sekolah-sekolah dapat megadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Pada negara bagian yang lain, pejabat-pejabat yang relevan di pusat menyusun tujuan umum yang telah di tetapkan.Pengecualian yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir, detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian eksternal. Pada kedua territories, the Autralian Capital erritory (ACT) dan the Northern Territory, sekolah relative memiliki otonomi yang lebih luas dan dapat mengembangkan kurikulumnya atas dasar tujuan umum yang ditentukan di tingkat sekolah.
Terdapat variasi dalam hal tanggung jawab pengembangan kurikulum, maka terdapat pula perbedaan dalam pengimplementasiannya. Dalam hal kurikulum di susun berdasarkan pedoman dan materi pelajaran dari pusat, pejabat-pejabat senior dari pusat dan kusecara teratur mengunjungi sekolah-sekolah untuk memonitor pelaksanaan kurikulum.
Sesudah tahun 1970, semua departemen pendidikan terliba dalam peninjauan kembali tujuan, struktur kurikulum. Diantara upaya yang dilakukan adalah menentukan dan mengembangkan kurikulum inti. Disamping itu, pada tingkat pendidikan menengah, banyak sekolah yang menawarkan mata kuliah alternative di luar mata kuliah yang sudah ada, dengan prioritas pada bidang keahlian juruan dan teknologi.
Kemudian Jenjang Pendidikan di Australia pada dasarnya dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, yaitu:
1. Sekolah Dasar (Primary School)
Waktu yang diperlukan untuk menyelesikan pendidikan dasar adalah 6 – 7 tahun. Pada umumnya siswa memasuki pendidikan dasar pada umur 6 atau 7 tahun. Berbeda dengan di Indonesia dimana siswa diharuskan menempuh ulangan-ulangan dan ulangan umum untuk dapat naik ke kelas berikutnya, siswa di sekolah dasar di Australia tidak mengenal ulangan. Mereka secara otomatis naik ke kelas berikutnya sejalan dengan pergantian tahun. Tahun pertama di sekolah dasar Australia disebut Year 1 dan seterusnya hingga Year 6.Ada Negara Bagian Australia yang menetapkan lama pendidikan dasar adalah 6 tahun (New South Wales (NSW), Victoria (Vic), Tasmania (Tas), dan Australian Capital Territory (ACT). Tetapi ada juga yang menetapkan lama pendidikan dasarnya adalah 7 tahun (South Australia (SA), Northern Territory (NT), Queensland (Qld), dan Western Australia (WA).
2. Sekolah Menengah (Secondary or High School)
Pendidikan menengah atau dikenal sebagai Secondary Education di Australia memerlukan waktu antara 5 sampai 6 tahun. Tahun pertama di pendidikan menengah disebut Year 7 dan seterusnya hingga Year 11. Jenjang pendidikan menengah berakhir pada Year 11. Untuk negara bagian yang menerapkan pendidikan dasarnya selama 7 tahun, maka pendidikan menengahnya memerlukan waktu selama 5 tahun saja (yaitu di negara bagian SA, NT, Qld, dan WA). Setelah tahun ke 11 ini, siswa dapat memilih ke arah mana jenjang pendidikan yang ia ingin tempuh. Jika seorang siswa berminat dalam bidang-bidang ilmu yang aplikatif, maka ia dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi yang khusus disiapkan untuk itu. Lembaga pendidikan ini dikenal sebagai Vocational Education and Training (VET) atau Colleges for Technical and Further Educaton (TAFE). Lulusan dari TAFE pada umumnya akan menjadi tenaga teknisi.
Jika siswa tersebut berminat ke bidang-bidang ilmu yang lebih bersifat teoritis. maka ia akan memasuki perguruan tinggi (universitas). Untuk dapat memasuki universitas, seorang siswa Australia harus menempuh Year 12 yang dikenal juga sebagai Matriculation Year. Dalam tahun terakhir dari pendidikan menengah ini, para siswa digembleng dengan intensif agar dapat lulus ujian negara dengan nilai yang memuaskan.Makin tinggi nilai yang diperoleh, makin mudah siswa tersebut memilih perguruan tinggi yang ia sukai. Seperti halnya di berbagai negara, paspor untuk dapat diterima di universitas favorit adalah nilai ujian Matriculation yang setinggi mungkin.
3. Pendidikan Tinggi (Universitas)
Pendidikan tinggi di Australia dapat di bagi menjadi dua jenjang, yakni jenjang sarjana (dikenal sebagaiundergraduate level) dan jenjang pascasarjana (dikenal sebagai postgraduate level untuk memperoleh gelar Master satau PhD). Jenjang sarjana dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun dan memperoleh gelar Bachelor, yakni Bachelor of Arts(BA) atau Bachelor of Science (Bsc) tergantung pada bidang ilmu yang ditempuh oleh mahasiswa/i tersebut.
Jika mahasiswa/i tersebut berminat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi (ke jenjang pascasarjana), maka ia perlu belajar lagi selama 1 (satu) tahun. Jenjang ini dikenal sebagai HonoursLevel, dan gelar yang diperolehnya akan menjadi BA (Hons) atau Bsc (Hons) sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya.
Tingkat kelulusan di jenjang Honours ini sangat menentukan bagi kelanjutan pendidikan sang mahasiswa di jenjang pascasarjana.
Banyak universitas di Australia menerima mahasiswa/mahasiswi untuk program S3 (Doktor) langsung dari jenjang Honours, jika ia mendapatkan Honours peringkat I atau II-A. Tetapi jika mahasiswa/i tersebut mendapat peringkat II-B, ia diharuskan menempuh jenjang S2 (Masters) terlebih dahulu. Sekarang, universitas di Australia cenderung menganjurkan para mahasiswa/mahasiswi pascasarjana untuk menempuh jenjang S2 terlebih dahulu sebelum menempuh jenjang S3. Jika kemajuan yang dicapai oleh sang mahasiswa/mahasiswi tersebut sangat baik pada tahap-tahap akhir di jenjang S2, maka ia diperkenankan untuk mengalihkan programnya ke jenjang S3. Bagi mahasiswa yang mendapat peringkat Honours III, ia tidak diperkenankan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Lama pendidikan untuk jenjang S2 adalah 1 sampai 2.5 tahun, sedangkan untuk jenjang S3 diperlukan waktu 3 sampai 3.5 tahun.
Pendidikan tingkat S2 dapat dilakukan melalui tiga metoda, yaitu dengan mengikuti perkuliahan saja (dikenal sebagai Masters by Coursework) yang memerlukan waktu antara 12 - 18 bulan; atau melalui penelitian (Masters by Research) yang memerlukan waktu antara 1.5 - 2.5 tahun; atau kombinasi dari keduanya (Masters by Coursework & Research) yang memerlukan waktu sekitar 2 tahun. Sering calon mahasiswa/i pasca dari negara lain yang tidak mengenal sistem pendidikan di Australia agak bingung jika ditanya dengan cara apa ia akan menempuh jenjang S2nya. Jika calon mahasiswa/i S2 tersebut di kemudian hari bermaksud untuk mengambil program S3, maka sang calon sangatdianjurkan untuk mengambil program Masters by Research atau Masters by Coursework and Research.
Perguruan tinggi di Australia tidak mau menerima mahasiswa program S3 jika orang tersebut memperoleh Masters by Coursework. Dasar pertimbangannya adalah karena semua program S3 di Australia ditempuh melalui penelitian (by Research). Sistem ini berbeda dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat misalnya, dimana sebagian dari program S3 di Amerika harus mengikuti perkuliahan.
G. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
1. Syarat Guru di Australia
Syarat guru untuk mengajar di Australia ditentukan oleh setiap Negara bagian dan teritori Australia. Standar qualifikasi antarnegara bagian dan teritori tersebut berbeda satu dengan yang lainnya. Meski demikian, kesamaannya adalah setiap guru harus memiliki sertifikat mengajar. Untuk mendapatkan sertifikat mengajar, calon guru di Australia harus menempuh pendidikan tertentu. Bila calon guru belum menyelesaikan jenjang S1, maka ia harus mendaftar di S1 jurusan pendidikan (Bachelor of Education) yang berlangsung selama 4 tahun. Namun, bila calon guru sudah menyelesaikan jenjang S1 di luar jurusan pendidikan, maka calon guru tersebut harus mengikuti beberapa program, seperti Bachelor of Education (graduate entry) - 1.5-2 years, Graduate Diploma of Education - 1 year (equivalent to a teacher certificate program) dan Masters of Teaching - 1.5 years Setiap program tersebut tersedia untuk pembelajaran di tingkat primary ataupun secondary.
2. Peningkatan Profesionalitas Guru
Guru adalah ujung tombak dari pendidikan yang berlangsung di dalam kelas. Seiring dengan kemajuan teknologi serta perkembangan pengetahuan, profesionalitasan guru pun harus ditingkatkan. Berbagai program dilakukan untuk meningkatkan profesionalitasan guru di Australian. Salah satu program yang dilakukan oleh ALTC (Australian Learning and Teaching Council) adalah Teaching Preparations Programs (TPPs) yang ditujukan untuk guru. Program ini telah mulai dilakukan di 39 universitas.
3. Organisasi Guru
Organisasi untuk guru-guru di Australia disebut dengan the Australian Teacher Education Assosiation (ATEA). Misi dari ATEA adalah untuk mempromosikan:
a) Pra-pelayanan serta melanjutkan pendidikan untuk semua guru dalam segala bentuk dan konteks
b) Pendidikan guru sebagai sentral dalam pendidikan bangsa
c) Penelitian untuk pendidikan guru sebagai upaya inti.
H. Pembiayaan Pendidikan
Fungsi pemerintah dalam pengadaan pendidikan tercermin pada sumber sisa pendanaan. Secara konstitusional pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah negara bagian, tetapi pada prakteknya pendanaan pendidikan itu merupakan tanggung jawab yang bersifat amalgam yaitu gabungan dari berbagai sumber dana. Negara bagian punya tanggung jawab utama membiayai pendidikan prasekolah, sekolah dasar dan menengah negeri, dan TAFE, serta menyediakan bantuan bagi sekolah-sekolah swasta termasuk prasekolah swasta (Taman Kanak-kanak). Pemerintah Commonwealth punya tanggung jawab penuh atas pembiayaan universitas dan isntitusi CAE dan memberikan dana-dana tambahan bagi pendidikan prasekolah, sekolah negeru dan serta TAFE.
Mahasiswa purna waktu tingkat Sarjana Muda (Stata-1) berhak mendapatkan bantuan biaya hidup. Sepertiga dari mahasiswa menerima bantuan ini. Sedangkan mahasiswa pascasarjana purna waktu berhak mendapatkan bantuan (award) yang sifatnya kompetitif yang jumlahnya A$6,900 per tahun ditambah bantuan tanggungan. Bantuan ini mencapai 30% dari mahasiswa pascasarjana yang berhak menerima.
Bantuan keuangan bagi siswa pendidikan menengah yang purna waktu diberikan kepada siswa yang berusia di bawah 19 tahun denga harapan agar mereka mampu menyeesaikan pendidikan sekolah menengahnya. Besar bantuan maksimal per tahun adalah A$1000 dan siswa dari keluarga berekonomi lemah mendapat bantuan ini.
BAB III
PENUTUP
Australia adalah negara yang mempunyai kualitas pendidikan yang sudah diakui dunia. Penelitian berkembang pesat di sana. Pendidikan di Australia tidak jauh berbeda dengan pendidikan di Indonesia. Jenjang pendidikan disana ada Sekolah dasar, sekolah menengah dan perguruan tinggi.
Sama halnya dengan Indonesia, kurikulum di Australia pada beberapa Negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat, tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Namun, mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah Australia tidak sebanyak mata pelajaran yang ada di Indonesia.
Pendidikan di Australia lebih berbasis pada penelitian. Ini yang menjadi salah satu faktor mengapa Australia bisa mempunya kualitas pendidikan yang sangat baik. Selain itu, tenaga pendidik di sana benar-benar mumpuni di bidangnya, mereka mendapatkan lesesnsi mengajar dari kementrian pendidikan. Sehingga para gurunya benar- benar memiliki kompetensi yang layak sebagai tenaga pengajar.
Pendidikan budi pekerti di Australia sangat diperhatikan. Pada sebuah penelitian menyatakan bahwa Australia merupakan negara terendah tingkat kriminalitasnya di dunia. Padahal disana tidak ada pelajaran agama, yang ada hanya pelajaran budi pekerti. Guru-guru di Australia lebih prihatin jika murid mereka memiliki prilaku moral yg kurang baik dari pada memiliki prestasi nilai akademik yg kurang baik.
DAFTAR PUSTAKA
Nur, Agustiar Syah. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Bandung: Lubuk Agung Bandung.
http://kamiliacute.blogspot.com/2012/04/studi-tentang-potret-sistem-pendidikan-html. Diakses pada tanggal 27 April 2015.
http://mariatulannisa.blogspot.com/2014/01/makalah-perbandingan-pendidikan sistem.html diakses pada tanggal 03 Mei 2015.
http://rouf-artikel.blogspot.com/2013/06/pendidikan-di-australia.html diakses pada tanggal 25 April 2015.
Makalah Perbandinhan Pendidikan (Studi Tentang Potret Sistem Pendidikan Di Iran)
Bagi anda yang ingin mempunyai filenya, silahkan download!.
Baca Makalah Lain:
Makalah Perbandinhan Pendidikan (Studi Tentang Potret Sistem Pendidikan Di Iran)
BAB II
PEMBAHASAN
A. Potret Sistem Pemerintahan Iran
Republik Islam Iran merupakan sebuah negara yang terletak di Timur Tengah belahan utara Bumi, antara 25 derajat dan 40 derajat garis Lintang serta 44 derajat dan 63 derajat Garis Bujur Greenwich. Negara ini meliputi area seluas 1.648.195 km^2 dan merupakan negara terluas ke-16 di dunia. Letak negara yang strategis membuat Iran memiliki tiga macam keadaan iklim dapat dilihat di berbagai tempat, yakni di Laut Kaspia yang beriklim lembab dan daerah pegunungan yang setengah gersang, serta daerah padang pasir yang kering.
Secara politis Iran mengalami transisi mendasar, baik akibat revolusi maupun perang. Transisi pertama adalah akibat revolusi, yakni perubahan konstelasi politik dari bentuk negara otokrasi menjadi republik. Bentuk negara otokrasi hendak dikembangkan oleh Shahinshah Mohammad Reza Pahlevi Aryamehr. Sejak itu Reza Pahlevi berniat membangkitkan model kerajaan Cyrus II, atau paling tidak hendak menata kembali tradisi dan peninggalan Persipolis. Pada tahun 1963, ia memberlakukan White Revolution, sebuah program untuk memperbaiki kondisi kehidupan penduduk, yang menurutnya telah mengalami banyak ketertinggalan, kebodohan, penyakit, kemiskinan, dan lain-lain.
Dalam rangka menghilangkan kebodohan, Shah Reza Pahlevi memerintahkan berdirinya Badan Pemberantasan Buta Huruf (Literacy Corps) dan sekolah-sekolah yang mampu menampung semua anak, baik laki-laki maupun perempuan. Dalam upaya menghilangkan kemiskinan, ia mendirikan Badan Perluasan dan Pengembangan (Extention And Developmen Corps) untuk mengatasi masalah kemiskinan pedesaan. Tim teknis yang terdiri atas para insinyur, ahli pertanian, arsitek, dokter hewan, ahli pipa air dan gas, spesialis irigasi, ahli ekonomi, sosiologi, dan lainnya, dibentuk untuk mengembangkan lebih lanjut program Menteri Pertaian, Perusahaah, dan Ekonomi.
Shah Reza Pahlevi mendirikan Bank Nasional dan Berbagai Sekolah Negeri di seluruh Negeri, untuk kemudian mencanangkan program Wajib Belajar. Universitas Teheran didirikan, para perempuan pun dapat mendaftar kuliah di sana meskipun jilbab sebelumnya telah dilarang. Pabrik dan jalur kereta api antar kota, ribuan mil jalan darat, serta instalasi pelabuhan modern di wilayah Teluk Persia dan Laut Kaspia pun dibangun. Rute perjalanan menjadi aman, jaringan komunikasi dimodernisasi, dinas kepolisian juga dibentuk.
Afiliasinya dengan negara Barat, terutama Amerika Serikat, dalam program White Revolution tersebut dibarengi dengan perubahan mendasar bagi keyakinan mayoritas penduduk Iran yang notabene Muslim Syi’ah. Shah Reza Pahlevi berupaya mengganti peradilan agama yang telah berlaku lama dengan model peradilan Perancis yang sekuler. Pada tahun 1935, kantor-kantor catatan sipil dibuka. Purdah atau cadar khas penutup aurat wanita dihapus secara semena-mena. Kalender Hijriyah yang oleh rakyat Iran telah dipakai jauh sebelumnya, diganti dengan kalender kerajaan yang bersumber dari agama Mitraisme dan Kerajaan Cyrus. Kompetisi para Fuqaha dan mullah dipersempit dalam skala besar, lalu pada tahun 1962, Shah Reza Pahlevi mengumumkan sebuah undang-undang peralihan bagi rakyat Iran yang isinya mengganti Al-Qur’an dengan undang-undang baru sekuler. Tidak pelak lagi, kebijakan tersebut membuka konfrontasi langsung dengan pihak ulama. Menghadapi ini, Shah Reza Pahlevi melakukan penangkapan, sensor, memasukkan ke penjara, pengusiran, bahkan eksekusi. Protes massal terjadi hampir setiap hari.
Tirani kekuasaan otokritas Shah Reza Pahlevi ditumbangkan oleh people power, lalu bentuk pemerintahannya berubah menjadi Republik Islam Iran, Jumhuriyah Islamiyah, dengan slogan la syarqiyah wa la gharbiyah, jumhuriyah Islamiyah (Tidak Timur ataupun Barat, tetapi Republik Islam). Setelah Imam Khomaeni wafat pada tahub 1989, suksesi nasional dilakukan melalui pemilu.
Transisi kedua adalah ketika perang dengan Irak selama hampir satu dekade setelah Revolusi Iran meletus. Akibat dari perang ini adalah kerugian infrastruktur ekonomi dan sosial yang tidak bisa pulih dalam waktu singkat. Sistem pemerintahan Iran dibentuk atas kepemimpinan pemerintah (wilayat al-amr) dan kepemimpinan agama (imamah). Kepala pemerintahan adalah presiden, sedangkan kepemimpinan agama berasal dari faqih (wilayat al-faqih) yang diakui sebagai pemimpin oleh rakyat.
Sebesar 98,8% penduduk Iran menganut agama Islam, 91% di antaranya berafiliasi dengan Mazhab Syi’ah imamiyah, 0,8% penganut Kristen, 0,2% Yahudi, 0,1% Zaratustra, dan 0,1 % beragama lain. Agama negara Iran adalah Islam Mazhab Jakfari Dua Belas Imam (Ja’fariyah, Itsna Asy’ariyah). Adapun mazhab lain, seperti Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hambali, dan Zaidi dihormati sepenuhnya.
B. Kondisi Demografi dan Potensi Income Negara
Jumlah penduduk Iran 90% menganut paham Syiah, sehinggga pendidikan Islam di Republik Islam Iran mengarah kepada Islam Syiah. Paham Syiah berteologikan Muktazilah (Qadariyah) sehingga mereka mempunyai visi yang revolusioner dengan menempatkan imam mereka sebagai pemimpin yang ma’sûm (terjaga dari kesalahan atau dosa). Identitas bangsa Iran saat ini dapat diuraikan sebagai berikut: hampir 66% rakyat Iran berasal dari bangsa Persia, sedangkan yang 25% dari Turki, 5% dari Kurdi, dan 4% dari Arab. Suku terkenal di Iran adalah Klan Bakhtisri, Cossack, Qajar, Turkaman,Syahsoon, Kurd, Afsyar, Sanjani, Gilak, dan lain-lain. Karakter jasmaninya adalah tinggi-sedang, dengan mata dan alis berwarna hitam. Mata uang Iran adalah rial, yang nilainya sama dengan seratus dinar. Ibu kotanya adalah Teheran. Iran terdiri atas 24 provinsi, 195 kota, dan 498 distrik yang di awasi oleh kepala provinsi, gubernur jendral, dan gubernur distrik. Bahasa resmi bangsa Iran adalah Bahasa Persia. Itulah sebabnya urusan administrasi, dokumentasi, dan komunikasi sehari-hari menggunakan bahasa Persia sementara bahasa Arab yang merupakan bahasa Islam, diajarkan di semua tingkat sekolah pada tiap jurusan. Kalender resmi pemerintah adalah kalender Syamsiah, dengan libur resmi mingguan pada hari jum’at. Meskipun begitu, kalender Qomariyah yang berdasarkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad s.a.w. juga populer dipakai di Iran. Bendera Iran berwarna komposisi hijau, putih, merah, dengan lencana khusus yang menggunakan kata Allahu Akbar.
Saat meletus Perang Dunia II, Iran menyatakan negaranya netral. Namun, ketika Jermanmenyerang Rusia dan tentara Sekutu memerlukan tersedianya jalur yang aman bagi tentara Rusia lewat jalur lintas kereta api dari Teluk Persia ke arah Utara, maka mereka menyerang dan menduduki Iran. Akibatnya, pada tahun 1942, Iran menyatakan perang dengan Jerman. Setelah terjadi penarikan mundur tentara pendudukan, lalu pusat pemerintahan dapat dikendalikan lagi. Iran berupaya merehabilitasi kerugian ekonomi dan sosial, tetapi saat itu negara benar-benar tidak memiliki dana. Untuk mengatasi hal itu dibukalah negosiasi dengan pihak Perusahaan Minyak Anglo-Iran (Anglo- Iranian Oil Company) yang disepakati secara bulat. Dicapai kesepakatan, yaitu bahwa konsorsium perusahaan minyak dibentuk untuk mengeksploitasi dan memasarkan minyak Iran. Iran pun menjadi salah satu negara produsen minyak terkemuka di dunia. Pada tahun 1968, produksi minyak tahunan Iran mencapai satu miliar barel per hari, menempatkan Iran di antara tiga negara pengekspor minyak terbesar di dunia.
Beberapa sumber ekonomi Iran adalah pertanian, peternakan, perikanan, dan kerajinan tangan, permadani, jenis permadani Iran memang terkenal halus dan berkualitas ekspor.
C. Filsafat pendidikan dan Orientasi Pendidikan
Adapun sistem pendidikannya dapat diuraikan sebagai berikut.
Sekolah persiapan (taman kanak-kanak), dimulai pada usia 5 tahun.
Sekolah dasar, dimulai pada anak usia 7 tahun yang merupakan tahap awal proses pendidikan.
Pendidikan SD ini ditempuh selama 6 tahun.
Sekolah lanjutan pertama atau sekolah orientasi. Di sini proses pendidikan berlangsung selama 3 tahun.
Sekolah lanjutan atas atau sekolah Sains Teoritis.
Pendidikan tinggi, yang ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas dan lulus seleksi.
Pada tahun 1957, kementerian republik Islam Iran mengumumkan bahwa tujuan pendidikan adalah:
Pengembangan fisik
Pengembangan social
Pengembangan intelektual
Pengembangan moral
Pengembangan estetika
Prioritas mereka adalah terjaminnya usaha membesarkan anak-anak dan generasi muda sehingga menjadi muslim yang konsekuen dan mempnyai komitmen yang tinggi terhadap agama Islam. Upaya pendidikan diarahkan pada penggnaan al-qur’an, tradisi islam, dan konstitusi repblik Islam Iran sebagai dasar dalam merumuskan tujuan dan sasaran pendidikan. Sasaran utama pendidikan adalah pembangunan nasional, yang berdirmskan berdasar dari konstitusi dan laporan dewan tertinggi perubahan dasar pendidikan yang ditunjuk oleh Dewan Tertinggi Revolusi Kebudayaan Iran.
Pendidikan harus dikembangkan untuk meningkatakan produktivitas, mewujudkan integrasi social, moral, dan spiritual dengan penekanan utama untuk memperkuat dan mendorong keimanan terhadap Islam. Pendidikan juga harus menekankan pentingnya peningkatan kalitas tenaga kerja dalam semua enis dan level perekonomian, dan dengan demikian pendidikan harus dipandang sebagai investasi untuk masa depan.
Masalah utama yang selama ini dan sampai sekarang dihadapi pendidikan Iran adalah bagaimana merekonsiliasi antara nilai-nilai tradisional dan pengembangan masyarakat berdasarkan ilmu pengetahan dan teknologi.
D. Kebijakan di bidang pendidikan agama
Waktu Shah Reza Pahlevi berkuasa, hampir semua sarana pendidikan terpusat di kota. Penduduk pedesaan sangat tidak beruntung dalam hal ini. Setelah Revolusi Islam, berbagai pusat pemberantasan buta huruf didirikan di seluruh pelosok negara, terutama di pedusunan. Pada tahun 1979, dilakukan gerakan melek huruf hingga menjangkau sekitar tiga juta rakyat dengan lebih dari 167.000 kelas pemberantasan buta huruf.
Mengingat revolusi Iran berdasarkan nilai Islam, maka pada masa pasca revolusi banyak didirikan sekolah agama untuk mendidik siswa agar mampu berasimilasi dengankebudayaan Islam. Banyak pelajar dan mahasiswa masuk ke sekolah dan perguruan tinggi, terutama di pusat kota seperti Teheran, Qom, dan Masyhad. Dibandingkan sebelum Revolusi, Iran Pasca revolusi banyak mengalami perubahan. Perubahan tersebut antara lain tampak dalam hal kurikulum, buku pelajaran, kegiatan akademik, dan gerakan melek huruf.
Revolusi yang terjadi pada 1979 tidak hanya dalam aspek pemerintahan, tetapi juga dalam bidang pendidikan, yaitu islamisasi ilmu pengetahuan. Setelah revolusi, sekolah-sekolah swasta dinasionalisasi, semua siswa dipisahkan menurut jenis kelamin, buku pelajaran yang mencerminkan ajaran Islam dicetak. Banyak perguruan tinggi yang ditutup dan dibuka kembali secara berangsur- angsur mulai 1982-1983 dengan menggunakan kurikulum yang Islami (Islamisasi ilmu pengetahuan).
Pada 1980 dibentuk suatu komite revolusi kebudayaan yang bertugas mengawasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan. Lembaga penyedia buku teks pelajaran yang anggotanya terdiri atas mayoritas ulama berhasil menghasilkan 3000 koleksi buku pelajaran baru yang mencerminkan pandangan Islam. Proses pembelajaran dengan paradigma islamisasi ilmu pengetahuan telah diperkenalkan ke dalam kelas utama enam bulan setelah revolusi di Republik Islam Iran.
Pendidikan Islam di Iran terintegrasi dalam semua mata pelajaran yang diberikan kepada peserta didik melalui nilai-nilai keislaman dalam semua materi pelajaran. Dalam praktiknya di lapangan, pelaksanaannya diawasi oleh Komite Revolusi Kebudayaan yang didirikan pada 1980. Materi pelajaran agama (religious education) diberikan selama dua jam setiap minggu ditambah materi pelajaran tentang Alquran.
Bagi mereka yang berkeinginan mempelajari secara mendalam tentang ilmu keislaman, dapat melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi pada Fakultas Teologi atau di universitas swasta setelah mereka lulus ujian masuk perguruan tinggi. Terdapat universitas Islam swasta terbesar di Iran, yaitu Islamic Azad University, di mana cabangnya tersebar di semua provinsi di Iran, dengan jumlah mahasiswa mencapai 1,5 juta mahasiswa.
Di samping sistem pendidikan Islam formal, pendidikan Islam nonformal juga diberikan di masjid atau maktab. Materi pembelajarannya adalah Alquran, logika, bahasa Arab, dan gramatika (nahwu).
E. Kebijakan di bidang manajemen pendidikan formal
Berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, pendidikan di Iran masih bersifat sentralistik terdiri dari pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan tinggi. Pendidikan dasar dan menengah di bawah naungan Departemen Pendidikan (ministry of education), sedangkan pendidikan tinggi di bawah naungan dan pengawasan Departemen Ilmu dan Teknologi.
Undang-undang Dasar Republik Iran memberi penekanan pada kewajiban pendidikan dan pengajaran. Itulah sebabnya pemerintah menyediakan sarana cuma-cuma bagi para pemuda dan anaka-anak sampai tingkat sekolah menengah pertama. Kementrian Pendidikan dan Pengajaran bertugas mengurusi anak-anak agar mendapat pendidikan dasar hingga tamat SMP.
Jenjang pendidikan di Iran dimulai dari taman kanak-kanak untuk anak yang berkisar umur 5-6 tahun, lama pendidikan satu tahun, di mana tahap ini bersifat opsional (tidak diwajibkan). Pendidikan prasekolah pada umumnya diselenggarakan oleh lembaga-lembaga swasta. Tujuan umum pendidikan awal ini adalah untuk mempersiapkan anak-anak memasuki pendidikan formal. Kegiatan pada pendidikan prasekolah ini antara lain permainan bersama, membaca cerita, bernyanyi, permainan aktivitas, dan pekerjaan tangan yang perlengkapannya sangat sederhana seperti kertas, papan tulis kertas, dan pena.
Pendidikan dasar (Dabestan) untuk anak berumur antara 6 tahun sampai dengan 11 tahun, jangka waktu pendidikan lima tahun, wajib diikuti oleh semua warga negara.
Pendidikan menengah/siklus orientasi (Rahnamayi) untuk anak berkisar antara umur 11 tahun sampai dengan 14 tahun. Lama belajar 3 tahun, wajib diikuti oleh setiap warga Negara.
Untuk tingkat SMA (Dabirestan), lama belajar 3 tahun, tidak diwajibkan bagi setiap warga negara. Pada tingkat ini telah mengarah kepada keretampilan/teknis dimana antara teori dan praktik untuk setiap program diseimbangkan. Untuk teori terdiri atas matematika, fisika, ilmu-ilmu ekspremental, sastra, dan humaniora.
Sebelum masuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau universitas, setiap siswa diharuskan mengikuti persiapan masuk ke perguruan tinggi (Konkoor) selama satu tahun. Setelah lulus persiapan masuk perguruan tinggi, mahasiswa dapat melanjutkan ke program perguruan tinggi dengan tahapan sebagai berikut:
Teknik/vocational school (Fogh-e-Diplom atau Kardani) lama pendidikan dua tahun.
Univesitas/bachelor degree (Karsenase atau licence) lama pendidikan empat tahun.
Master degree (karsenase-ye Arsyad atau Fogh Lisence) lama pendidikan dua tahun.
Program doktor/PhD (Karsenasi-Arshad-napayvasteh atau Doktora) lama pendidikan tiga tahun.
Khusus fakultas kedokteran dan Sastra Parsi, di kampus-kampus di Iran, mahasiswanya tidak perlu membayar biaya apapun. Semua harus digratiskan. Alasannya, jika mahasiswa fakultas kedokteran harus membayar, dikhawatirkan setelah lulus akan mencari kembalian uang yang telah dibayarkan sebelumnnya. Apalagi, sebagian profesinya, uang itu dipungut dari orang sakit atau lagi kesusahan
Kalender pendidikan di Republik Islam Iran berlangsung selama 10 bulan dari bulan septembar sampai dengan bulan Juni. Hari belajar sabtu sampai dengan kamis. Untuk kurikulum pendidikan di negara Iran dilaksanakan secara terpusat. Tetapi pada tahun 1970 ada usaha ke arah perluasan partisipasi dalam proses penentuan isi dan penyiapan bahan pelajaran. Panitia khusus dibentuk untuk melakukan pengkajian ulang atau review atas rekomendasi yang diajukan panitia lokal dari daerah yang berbeda-beda dan oleh para ahli. Di tingkat pendidikan tinggi, para dosen lah yang menentukan isi mata kuliah.
F. Dinamika dalam pengembangan Kurikulum
Pendidikan pra sekolah
Pada jenjang pra sekolah murid diajarkan mengenai belajar bahsa, pengantar matematika, dan konsep sains, lebih-lebih pada nilai-nilai agama dan kepercayaan. Selain itu juga meliputi tentang kegiatan ketrampilan seperti kerajinan tangan, menggunting, mancetak, menggambar, bercerita, bermain, dan berolahraga.
Pedidikan dasar
Fokus kurikulum pendidikan dasar adalah pada pengembangan ketrampilan dasar baca dan berhitung, studi lingkungan dalam tema fisik dan fenomena social, dan pembelajaran agama. Semua mata pelajaran dan buku pelajaran untuk sekolah dasar diputuskan dan disiapkan pada level pusat.
Pendidikan menengah
Pendidikan menengah rendah
Kelompok agama minoritas melakukan pembelajaran khusus mereka dan terdapat daftar bacaan khusus untuk kelompok sunni. Diwajibkan untuk lulus semua mata pelajaran pada jurusan yang berbeda. Pembelajaran digunakan dengan bahasa Persia pada semua level. Untuk daerah bilingual, maka diadakan kursus satu bulan untuk mengajarkan kunci-kunci konsep bahasa sebelum tahun ajaran baru di mulai. Ujian dilakukan pada akhir kelas III yang diadakan oleh level kabupaten dan propinsi.
Pendidikan menengah atas
Sekolah menengah atas diperuntukkan bagi siswa yang telah lulus sekolah menengah dasar. Mata pelajaran yang ditawarkan dikelompokkan dalam jurusan sebagai berikut:
Jurusan akademik: tujuan jurusan ini adalah mempromosikan pengetahuan umum dan budaya. Tedapat ujian akhir yang dikelola oleh tingkat nasional dan bagi siwa yang lulus mendapat ijazah diploma.
Jurusan teknik dan pendidikan kejuruan: Jurusan ini terdiri dari tiga bidang: teknik pertanian dan kejuruan. Sekarang terdapat 30 bidang pada pendidikan teknik dan kejuruan (TVE). Siwa yang memenuhi kualifikasi pendidikan TVE dapat juga masuk pada lembaga yang menawarkan program teknik atau preuniversity dan mendapat sertifikat terampil pertama.
Jurusan kar-danesh (knowledge skill): Tiap kar-danesh mempunyai silabi yang dikembangkan di bawah secretariat pendidikan menengah proses pendidikan ini mencakup 400 ketrampilan, berbeda dengan jurusan yang lain. Pendidikan ini bersifat berbasis kompetensi. Siswa yang beehasil dianugrahi ijazah terampil tingkat II, dan diploma.
Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
Sistem sekolah berada di bawah yurisdiksi kementerian pendidikan dan pelatihan. Selain sekolah, Kementerian ini juga memiliki tanggung jawab untuk beberapa pelatihan guru dan beberapa lembaga teknis. Departemen Pendidikan mempekerjakan jumlah tertinggi pegawai negeri sipil 42% dari total dan menerima 21% dari anggaran nasional. Sebanyak 15.018.903 siswa telah bersekolah di sekolah dengan 87.024 kelas 485.186 di seluruh negeri pada tahun akademik 1990-1991. Dengan rincian sebagai berikut: 509 sekolah untuk anak-anak cacat, 3.586 TK, 59.280 Sekolah Dasar, 15.580 Sekolah Menengah Pertama, 4.515 Sekolah Menengah Atas, 380 Sekolah Teknik, 405 Studi Bisnis dan sekolah-sekolah kejuruan, 64 Sekolah Pertanian, 238 kota dan 182 guru sekolah dasar pedesaan ‘akademi pelatihan, tujuh kejuruan dan profesional latihan guru dan 19 lembaga perguruan tinggi teknologi. Ada juga 2.259 sekolah-sekolah pendidikan orang dewasa.
Kesejahteraan Guru Rata-rata gaji guru terendah perbulan US$300 Gaji Guru untuk golongan Ia dengan masa kerja 0 tahun Rp.1.040.000,- dan Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp 2.880.800 dan Program sertifikasi Guru untuk guru profesional.
Prestasi yg dicapai Kemajuan dibidang Nuklir, Aerospace dengan meluncurkan roket Misil, penemuan Obat HIV/AIDS - Desain kapal pesawat terbang. Kondisi stabilitas nasional Mendapatkan tekanan dari DuniaInternasional dalam bidang ekonomi dengan lahirnya Resolui DKPBB Nomor 1737 Stabil dan aman. Anggaran Pendidikan Pemerintah menganggarkan hampir 40% APBN untuk pendidikan Pemerintah menganggarkan untuk pendidikan 20% dari Anggaran APBN (belum terealisasi sepenuhnya).
Pembiayaan pendidikan
Anggaran kementrian pendidikan pada tahun 1996 adalah 6.130 miliyar riyal (RI), merupakan 3,8% dari anggaran belanja Negara. Anggaran yang disetujui adalah RI 5.455,6 miliyar riyal, tetapi untuk menyediakan dana talangan bagi kementrian pendidikan, bebrapa tambahan tambahan dana telah di alokasikan dan anggaran pendidikan bertambah menjadi RI 6.130 miliyar riyal. Selain itu, untuk meningkatkan anggaran, beberapa kesepakatan telah disetujui selama dua tahun terakhir untuk memberikan sumber dana baru bagi kementrian pendidikan.
Pada tahun 2003, total pembiayaan pendidikan (termasuk pendidikan dasar hingga prauniversitas) sejumlah RI 39, 880 miliyar riyal atau 12% dari total anggaran belanja Negara pada tahun 2001.
Pendidikan di Iran didanai oleh pemerintah. Walaupun terdapat sekolah-sekolah swasta, pemerintah tetap memberikan subsidi atau subsidi guru dan staf, walaupun sumbangan dari orangtua siswa juga ada untuk keperluan pemeliharaan sekolah (maintenance). Biaya untuk uang sekolah pada sekolah swasta tidak terlalu tinggi.
Konsititusi Republik Islam Iran menggariskan kerangka dasar pengembangan pendidikan. Pasal 3 menyatakan bahwa pemerintah bertanggung jawab menyediakan pendidikan yang gratis sampai pendidikan tingkat menengah bagi semua penduduk Iran. Hal yang sa ma di tegaskan lagi pada Pasal 30, yakni pemerintah Iran berkewajiban memberikan pendidikan yang gratis dan selanjutnya mempasilitasi akses ke pendidikan tinggi.
BAB III
KESIMPULAN
Republik Islam Iran merupakan sebuah negara yang terletak di Timur Tengah belahan utara Bumi, antara 25 derajat dan 40 derajat garis Lintang serta 44 derajat dan 63 derajat Garis Bujur Greenwich. Negara ini meliputi area seluas 1.648.195 km^2 dan merupakan negara terluas ke-16 di dunia.
Beberapa sumber ekonomi Iran adalah pertanian, peternakan, perikanan, dan kerajinan tangan, permadani, jenis permadani Iran memang terkenal halus dan berkualitas ekspor.
Pendidikan dasar (Dabestan) untuk anak berumur antara 6 tahun sampai dengan 11 tahun, jangka waktu pendidikan lima tahun, wajib diikuti oleh semua warga negara. Pendidikan menengah/siklus orientasi (Rahnamayi) untuk anak berkisar antara umur 11 tahun sampai dengan 14 tahun. Lama belajar 3 tahun, wajib diikuti oleh setiap warga Negara. Untuk tingkat SMA (Dabirestan), lama belajar 3 tahun, tidak diwajibkan bagi setiap warga negara. Jenjang pendidikan di Iran dimulai dari taman kanak-kanak untuk anak yang berkisar umur 5-6 tahun, lama pendidikan satu tahun,
DAFTAR PUSTAKA
Szyliowics, Joseph S. 2001. Pendidikan dan Modernisasi diDunia Islam. Surabaya: Al-Ikhlas
Syah Nur, Agustiar. 2002. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Bandung: Lubuk Agung
Anonim. 1994. Ensiklopedi Islam. Jakarta: PT Iktiar Baru Van Hoeve
Rachman Assegaf, Abd. 2003. Internasionalisasi Pendidikan. Yogyakarta: Gama Media
Http://Nasrikurnialloh.Blogspot.Com/2011/04/Pembaharuan-Pendidikan-Dan-Perkembangan.Html,
https://siarogan.wordpress.com/2010/04/10/sistem-pendidikan-di-iran/,
Minggu, 17 Januari 2016
Makalah Strategi Belajar Mengajar (Metode Belajar Mengajar Inkonvensional)
Bagi anda yang ingin mempunyai filenya, silahkan download!.
Baca Makalah Lain:
Makalah Sejarah Peradaban Islam
Makalah Pengantar Filsafat Etika dan Estetika
Makalah Pengantar Filsafat Etika dan Estetika
Makalah Strategi Belajar Mengajar (Metode Belajar Mengajar Inkonvensional)
PENDAHULUAN
Sekolah merupakan sebuah gambaran masyarakat kecil. Di dalamnya terdapat beberapa peserta didik yang berbeda-beda. Dengan perbedaan itu seorang guru diharapkan dapat memberikn pelajaran yang sama namun dapat diterima oleh peserta didik yang berbeda-beda tersebut.
Seorang pendidik sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Seorang guru hendaknya dalam menyampaikan materi pelajaran tidak monoton cara penyampaiannya. Metode yang digunakan hendaknya bervariasi.
Untuk itulah para pendidik dituntut juga menguasai materi dengan baik sekaligus mampu menyampaikan materi tersebut dengan menggunakan metode yang baik pula yang ada dalam macam-acam metode inkonvensional, lebih jelasnya kami akan membahas lebih lanjut tentang metode-metode pembelajaran inkonvensional yang lainnya dalam makalah kami.
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metode Inkonvensional
Metode mengajar inkonvensional yaitu suatu teknik mengajar yang baru berkembang dan belum lazim digunakan secara umum, seperti metode mengajar dengan modul, pengajaran berprogram, pengajaran unit, machine program, masih merupakan metode yang baru dikembangkan dan diterapkan dibeberapa sekolah tertentu yang mempunyai peralatan dan media yang lengkap serta guru-guru yang ahli menanganinya.
Selain itu metode mengajar inkonvensional bisa juga diartikan sebagai suatu metode mengajar yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, seperti: metode pengajaran modul, pengajaran berprogram, pengajaran unit, metode CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), metode KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) dan metode KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
B. Macam-Macam Metode Inkonvensional
a. Metode Pengajaran Modul
Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu satuan bahasan tertentu yang disusun secara sistematis, opersional, dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik, disertai dengan pedoman penggunaannya untuk para guru. Dalam formatnya, modul meliputi : pendahuluan, tujuan pembelajaran, tes awal, pengalaman belajar, sumber belajar dan tes akhir.
b. Metode Pengajaran Berprogram
Metode pengajaran berprogram adalah metode pengajaran yang memungkinkan siswa untuk mempelajari materi tertentu, terbagi atas bagian kecil yang dirangkaikan secara berurutan untuk mencapai tujuan tertentu pula.
Sebagai contoh metode ini adalah pengajaran dengan menggunakan alat tape recorder, film, radio, komputer, internet, dll.
c. Metode Pengajaran Unit
Metode ini juga disebut dengan metode proyek yang memberi makna bahwa metode pengajaran unit adalah suatu sistem pengajaran yang berpusat pada suatu masalah yang dipecahkan secara keseluruhan sehingga mempunyai arti. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode ini mempunyai kriteria : adanya tujuan yang luas dan menyeluruh, perencanaan bersama, berpusat pada suatu masalah, dan berpusat pada siswa.
d. Metode CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)
Metode CBSA adalah metode pengajaran yang menuntut keaktifan dan partisipasi subyek didik seoptimal mungkin sehingga siswa mampu mengubah tingkah lakunya secara lebih efektif dan efisien. Dalam metode ini guru tidak boleh menganggap siswa sebgai anak kecil yang tidak bisa mandiri dalam belajar, akan tetapi guru sebagai mitra siswa untuk bersama-sama aktif dalam proses pembelajran.
Gibs (1972) diikuti E. Mulyasa menyatakan bahwa untuk merealisasikan peningkatan keaktifan belajar siswa perlu ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:
1. Dikembangkan rasa percaya diri kepada para peserta didik, dan mengurangi rasa takut.
2. Memberi kesempatan kepada seluruh peserta didik untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas dan terarah.
3. Melibatkan peserta didik dalam menentukan tujuan belajar dan evaluasinya.
4. Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter.
5. Melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan.
e. Metode KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)
KBK adalah konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performance (kompetensi) sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu.
Ada tiga landasan secara teoritis kurikulum berbasis kompetensi yaitu :
Pertama, adanya pergeseran pembelajaran kelompok, kearah pembelajaran individual. Kedua, pengembangan konsep belajar tuntas atau belajar penguasaan adalah suatu falsafah pembelajaran yang mengatakan bahwa dengan sistem pembelajaran yang tepat, semua peserta didik dapat mempelajari semua bahan yang diberikan dengan hasil yang baik. Ketiga, pendefinisian kembali terhadap bakat.
f. Metode KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
KTSP merupakan kkurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan, terdiri dari guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan dewan pendidikan. Untuk merealisasikan KTSP ini tentu disesuaikan dengan satuan pendidikan, potensi sekolah atau daerah, karakteristik peserta didik. Adapun tujuan KTSP adalah meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan insiatif sekolah, meningkatkan keperdulian warga sekolah dan masyarakat, meningkatkan kompetensi yang sehat anta satuan pendidikan tentang kualitas pndidikan yang akan dicapai.
C. Beberapa Contoh Metode Inkonvensional
1. Kartu Sortir ( Card Sort)
Ini merupakan bagian kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek atau mengulangi informasi. Gerakan fisik yang di utamakan dapat membantu untuk memberikan energi kepada kelas yang telah letih.
Prosedur:
a. Berilah masing-masing peserta didik kartu indeks yang berisi informasi atau contoh yang cocok dengan satu atau lebih kategori.
b. Mintalah peserta didik untuk mencarri temannya di ruang kelas dan menemukan orang yang memiliki kartu dengan kategori sesama.
c. Biarkan peserta didik dengan kartu kategori yang sama menyajikan sendiri kepada orang lain.
d. Selain masing-masing kategori dipresentasikan, buatlah beberapa unit mengajar yang anda (guru) rasa penting.
2. Tim Quiz (Team Quiz)
Teknik ini meningkatkan kemampuan tanggung jawab peserta didik untuk apa yang mereka pelajari yang menyenangkan dan tidak menakutkan.
Prosedur:
a. Pilihlah topik yang dapat dipresentasikan dalam tiga bagian.
b. Bagilah peserta didik menjadi 3 tim.
c. Jelaskan bentuk sesinya dan mulailah presentasi.
d. Minta tim A untuk menyiapkan quiz yang berjawaban singkat.
e. Tim A menguji tim B. Jika tim B tidak bisa menjawab beri kesempattan tim C untuk menjawab.
f. Ketika kuiz selesai lanjutkan dengan bagian kedua dimana dimulai dari tim B
g. Setelah tim B selesai, lanjutkan pada tim C untuk memberi quiz seperti tadi.
3. Poin Kaunterpoin (Point- Counterpoint)
Kegiatan ini merupakan sebuah teknik hebat untuk merangsang diskusi dan mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang berbagai isu kompleks. Format tersebut mirip dengan sebuah perdebatan namun kurang formal dan berjalan dengan lebih cepat.
Prosedur:
a. Pilihlah sebuah masalah yang mempunyai dua bidang atau lebih.
b. Bagilah kelas ke dalam kelompok-kelompok menurut jumlah bidang yang telah ditentukan, dan tiap minta kelompok untuk berargumen untuk mendukung materi yang didapatkan.
c. Gabungkan kembali seluruh kelas, tetapi mintalah para anggota kelompok untuk duduk bersama dengan jarak antara sub-sub kelomppok.
d. Jelaskan bahwa peserta didik bisa memulai perdebatan.
e. Simpulkan kegiatan tersebut.
4. Belajar Melalui Jigso (Jigsaw Learning)
Jigsaw learning merupakan sebuah teknik yang dipakai secara luas yang memiliki kesamaan dengan teknik “ pertukaran dengan kelompok ke kelompok” (group-to-group exchange) dengan suatu perbedaan penting : setiap peserta didik mengajarkan sesuatu. Ini adalah alternatif menarik, ketika ada materi yang dipelajari dapat disingkat atau dipotong dan disaat tidak ada bagian yang harus diajarkan sebelum yang lain-lain. Setiap peserta didik mempelajari suatu yang dikombinasikan dengan materi yang telah dipelajari oleh peserta didik lain, buatlah sebuah kumpulan pengetahuan yang bertalian atau keahlian.
Prosedur:
a. Pilihlah materi belajar yang dapat dipisah menjadi bagian-bagian.
b. Hitunglah jumlah bagian belajar dengan jumlah peserta didik.
c. Bentuklah kelompok, berilah tugas pada tiap kelompok denganbagian tadi, kelompok satu dengan yang lainnya berbeda-beda.
d. Mintalah anggota kelompok untuk mengajarkan materi yang telah dipelajari kepada yang lain.
e. Kumpulkan kembali peserta didik untuk memberi usulan dan sisakan pertanyaan guna memastikan pemahaman yang tepat.
5. Peta Pikiran (Mind Maps)
Peta pikiran adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran atau merencanakan penelitian baru. Dengan memerintahkan peserta didik membuat peta pikiran memudahkan mereka untuk mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari dan apa yang sedang mereka rencanakan.
Prosedur:
a. Pilih topik untuk pemetaan pikiran.
b. Konstruksikan bagi kelas peta pikiran yang sederhana yang menggunakan warns, simbol atau khayalan. Ajaklah peserta didik untuk menceritakan contoh-contoh sederhana dari kehidupan sehari-hari yang dapat dipetakan.
c. Berikanlah kertas, pen, dan sumber-sumber lain yang dapat membantu peserta didik membuat peta pikiran.
d. Berikanlah waktu yang cukup bagi peserat didik untuk mengembangkan peta pikiran mereka.
e. Perintahkan peserta didik untuk saling membagi peta pikirannya.
D. Variasi Metode Dalam Belajar
1. The power of two
a. Siswa dikelompokan yang terdiri atas 2 orang
b. Melemparkan masalah ataupun pertanyaan
c. Diperintahkan, masing-masing menjawab masalah
d. Mendiskusikan jawaban
e. Diambil jawaban yang paling tepat
f. Disaring, untuk menemukan jawaban yang tepat.
2. Critical insident
a. Mengingat pengalaman masalalu yang mengesankan
b. Menanyakan pendapat masing-masing tentang pengakuan dan mencari solusinya
c. Mengulas apa yang telah di ceritakan
d. Mengambil pelajaran dari pengalaman itu
3. Every one is a teacher here
a. Memberikan bahan bacaan
b. Menyuruh siswa membaca sebentar
c. Menyuruh setiap siswa membuat pertanyaan dari bacaan dalam kertas
d. Mengambil kertas yang berisi tulisan
e. Mengacak kertas dan bagikan ke siswa
f. Siswa di minta untuk menjawab
4. Snowballing
a. Melempar masalah
b. Masing-masing diminta pendapat
c. Sharing dengan teman sebelahnya
d. Hasil 2 orang didiskusikan oleh 4 orang
e. Menjadi kelompok besar
f. Presentasi masing-masing kelompok
5. Card sort
a. Motivasi
b. Membagi tulisan berisi tulisan secara acak
c. Menempelkan induk tulisan dipapan tulis
d. Mengelompokan siswa sesuai kelompok
e. Menyesuaikan dengan induk kata
f. Presentasi
6. Information search
a. Membuat kelompok (individual)
b. Memberi bacaan
c. Memberikan pertanyaan untuk dijawab
d. Menjawab pertanyaan untuk kelompok
e. Presentasi
7. Call on the next speaker
a. Siswa dibagikan kertas untuk membuat pertanyaan
b. Pertanyaan diambil dan diberikan kembali secara acak
c. Menunjuk salah satu siswa untuk menjawab dengan waktu terbatas
d. Siswa tadi menunjuk siswa lain untuk melanjutkan
8. Small group discussion
a. Siswa dibagi kedalam 4-5 kelompok
b. Memberi bacaan untuk masing-masing kelompok
c. Mendiskusikan bacaan
d. Menunjuk jubir
e. Jubir di presentasikan kedepan
f. Kelompok lain bertanya atau menanggapi
9. Poster session
a. Siswa membuat permasalah
b. Membentuk kelompok
c. Meminta kelompok untuk mencari satu solusi dari masalah tersebut
d. Solusinya dituangkan dalam gambar atau poster
e. Presentasi poster
10. Index card match
a. Buatlah pertanyaan yang berpasangan atau jawabanya sebanyak jumlah siswa
b. Bagikan kepada setiap siswa secara acak
c. Siswa diminta untuk mencari pasangannya
d. Bagi yang sudah ketemu pasanganya duduk berdampingan
e. Masing-masing pasangan diminta untuk membacakan kertas yang dipegangnya
f. Siswa yang lain ikut menilai
g. Guru mengklarifikasi
11. True of false
a. Guru membuat pertanyaan yang benar dan pernyataan yang salah kepada sejumlah siswa
b. Setiap siswa diberi satu pertanyaan
c. Siswa membaca dan menilai pernyataan tersebut
d. Guru membuat dua kelompok yakni kelompok yang memegang pernyataan benar dan yang memegang pernyataan salah
e. Setiap siswa diminta untuk membacakan pernyataan dan siswa yang lain menilai
f. Guru mengklarifikasi
12. Pohon jawaban
a. Guru buat pernyataan yang berpasangan atau pernyataan dan jawaban
b. Satu pernyataan atau ditempel-tempelkan dipohon
c. Pernyataan yang lain atau jawaban dibagikan kepada setiap murid
d. Siswa diminta pahami pernyataan atau pertanyaan
e. Siswa diminta mengambil pasangan dipohon
f. Siswa diminta membacakan pertanyaan dan jawabanya, siswa lain menilai
g. Guru mengklarifiksi
13. Learning smart with question
a. Memberikan bacaan baru (asing)
b. Membaca secara berkelompok (minimal 2 orang)
c. Mengutarakan bacaan sebatas pemahaman
d. Mempertanyakan yang belum dipahami
e. Siswa yang tahu presentasi
f. Guru mengklarifikasi
14. Branstorming (inventarisasi pendapat dengan bebas tanpa diseleksi)
a. Menentukan topik
b. Mengajak siswa menyampaikan hal yang berhubungan dengan topik
c. Guru mencatat dipapan tulis
15. Elisitasi (inventarisasi pendapat dengan selektif)
a. Menentukan topik
b. Mengajak siswa menyampaikan hal yang berhubungan dengan topik (presenter yang menyeleksi)
c. Menulis kata (pendapat) yang diseleksi
16. Poster comment
a. Sediakan gambar
b. Siswa diminta mengamati gambar
c. Siswa diminta mengomentari dan menilai
17. Reading guide
a. Membagikan bahan ajar ( berisi daftar pertanyaan dan bacaan)
b. Diminta untuk membaca bahan tersebut
c. Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan tersebut
d. Siswa diminta menyampaikan jawaban
e. Guru mengklarifikasi
18. Billboard ranking
a. Guru membagikan lembaran yang berisi beberapa karakteristik tentang sesuatu
b. Siswa merangking karakteristik tersebut sesuai dengan prioritas masing-masing
c. Ditempel dan di tampilkan dipapan tulis
d. Siswa menjelaskan hasilnya
e. Siswa lain menanggapi
Metode-metode mengajar tersebut merupakan beberapa contoh metode dari sekian banyak metode yang dapat digunakan dan divariasikan yang tentunya disesuaikan dengan tujuan instruksional dan kebutuhan dari pengajaran.
PENUTUP
Metode mengajar inkonvensional yaitu suatu teknik mengajar yang baru berkembang dan belum lazim digunakan secara umum, seperti metode mengajar dengan modul, pengajaran berprogram, pengajaran unit, machine program, masih merupakan metode yang baru dikembangkan dan diterapkan dibeberapa sekolah tertentu yang mempunyai peralatan dan media yang lengkap serta guru-guru yang ahli menanganinya.
Macam-Macam Metode Inkonvensional yaitu:
1. Metode pengajaran modul
2. Metode pengajaran bermodal
3. Metode pengajaran unit
4. Metode CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)
5. Metode KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)
6. Metode KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
Contoh metode inkonvensional:
1. Kartu sortir
2. Tim Quiz
3. Poin Kounterpoin
4. Belajar melalui Zigso
5. Metapikiran
DAFTAR PUSTAKA
Mustakim, Zaenal. 2013. Strategi dan Metode Pembelajaran. Pekalongan: STAIN Press
Usman, Basyirul. 2002. Pembelajaran Agama Islam. Jakarta: PT. Ciputat Press



